CEO Telegram: Pengguna WhatsApp dalam Ancaman

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 1 Februari 2020 13:02
CEO Telegram: Pengguna WhatsApp dalam Ancaman
WhatsApp disebut memiliki masalah enkripsi.

Dream - WhatsApp terus memperbarui versi. Sejumlah ponsel kini tak bisa lagi menggunakan aplikasi yang kini dimiliki Facebook tersebut.

Menyambut pembaruan versi, bos aplikasi instan pribadi, Telegram, Pavel Durov, menyebut bahaya penggunaan aplikasi WhatsApp. Pavel mengatakan, ada eksplotasi dan kelemahan sistem dari perpesanan WhatsApp.

" Pekan lalu menjadi jelas bahwa backdoor ini (WhatsApp) telah dieksploitasi untuk mengekstrak komunikasi pribadi dan foto-foto Jeff Bezos, orang terkaya di planet ini, yang sayangnya mengandalkan WhatsApp," tulis Pavel, Jumat, 31 Januari 2020.

Tak hanya itu, Pavel juga menyebut kasus penghapusan WhatsApp dari ponsel juga disarankan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke para pejabatnya. Saran itu juga disarankan pemerintah Amerika Serikat (AS).

 

1 dari 3 halaman

Bukan iOS dan Android

Pavel dalam blognya menulis, WhatsApp punya kerentanan pada privasi di beberapa sistem operasi, salah satunya iOS.

" Kerentanan video corupt WhatsApp hadir tidak hanya di iOS, tetapi juga di Android dan bahkan perangkat Windows Phone. Artinya, di semua perangkat seluler dengan WhatsApp terpasang," kata dia.

WhatsApp© Istimewa

" Kesalahan keamanan ini tidak ada pada aplikasi perpesanan lain di iOS. Jika Jeff Bezos mengandalkan Telegram alih-alih WhatsApp, dia tidak akan diperas oleh orang-orang yang mengkompromikan komunikasinya," ucap dia.

Pavel menyindir kalimat `enkripsi end-to-end` yang ditulis WhatsApp. Menurutnya, enskripsi semacam ini sudah diterapkan di Telegram jauh sebelum diikuti WhatsApp.

" Dan kami tidak hanya memperhatikan kekuatan, tetapi juga keterbatasan teknologi ini. Aspek lain dari aplikasi olahpesan dapat membuat enkripsi ujung ke ujung tidak berguna," ucap dia.

 

2 dari 3 halaman

Backdoor

Alasannya, kata Pavel, cadangan data percakapan akan dipindakankan ke sistem penyimpanan awan (cloud) yang biasanya tidak dienkripsi.

WhatsApp Bakal Dilarang di Iran, Ini Alasannya© MEN

Alasan lain, kata dia, yaitu adanya `pintu belakang`. Agen keamanan kerap memasang backdoors sebagai bentuk celah dari enkripsi -ujung-ke-ujung.

" Saya tahu itu karena kami telah didekati oleh beberapa dari mereka -dan menolak untuk bekerja sama. Akibatnya, Telegram dilarang di beberapa negara di mana WhatsApp tidak memiliki masalah dengan pihak berwenang, paling mencurigakan di Rusia dan Iran," kata dia.

Pintu belakang ini, kata Pavel, biasanya disamarkan sebagai kelemahan keamanan " tidak disengaja" . Pada tahun lalu saja, 12 kekurangan semacam itu telah ditemukan di WhatsApp.

 

3 dari 3 halaman

Enkripsi WhatsApp Mudah Diretas?

Masalah lain yang disebut Pavel yaitu lemahnya implementasi enkripsi.

" Bagaimana orang dapat yakin bahwa enkripsi yang diklaim WhatsApp untuk digunakan adalah yang benar-benar diterapkan dalam aplikasi mereka? Kode sumbernya disembunyikan dan biner aplikasi dikaburkan, membuatnya sulit untuk dianalisis," kata dia.

Whatsapp© © 2015 http://www.mobilitaria.com/

Dia menyontohkan, kondisi serupa tidak terjadi di aplikasi Telegram. Aplikasi yang sudah open-source dan enkripsi sepenuhnya didokumentasikan sejak 2013.

" Telegram mendukung build yang dapat diverifikasi untuk iOS dan Android - artinya siapa pun dapat memastikan kode sumber di GitHub dan aplikasi Telegram yang Anda unduh adalah hal yang sama," ucap dia.

Beri Komentar