Penampakan Ledakang Bintang Jatuh di Langit Tokyo, Cantik!

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Minggu, 5 Juli 2020 07:03
Penampakan Ledakang Bintang Jatuh di Langit Tokyo, Cantik!
Bintang itu lewat di atas langit Tokyo pada Kamis pagi.

Dream - Bulan Juni hingga Juli menjadi bulan penuh fenomena langit yang indah. Salah satunya ledakan bintang jatuh di langit Tokyo.

Fenomena ini tak sengaja terekam oleh salah seorang warga Tokyo, yang mendengar suara ledakan bintang jatuh pada Kamis 2 Juli 2020 dini hari sekitar 02.30 pagi.

Menurut laporan kantor berita Kyodo dilansir dari Liputan6.com, Kamis 2 Juli 2020, bintang itu lewat di atas Tokyo pada Kamis pagi.

Masyarakat mendengar ledakannya dan langsung ramai di lini masa media sosial.

1 dari 5 halaman

Ada yang mengira suara ledakan berasal dari tetangganya. Lainnya mengira itu suara anak yang jatuh dari tempat tidur.

Beberapa orang yang masih terjaga dari tidur mengaku melihat langit mendadak dipenuhi cahaya.

Seorang saksi mata bernama Daichi Fujii (34) menangkap cahaya dari bintang jatuh itu melalui kamera yang dipasang di rumahnya. Fujii berkata bintang itu lewat dari barat ke timur.

National Astronomical Observatory di Jepang berkata bola-bola api seperti itu bisa diamati tiap bulannya. Namun, mereka berkata jarang masyarakat bisa mendengar suaranya.

(Sumber: Liputan6.com)

2 dari 5 halaman

Ini Penampakan Ledakan Bintang Jatuh di Langit Tokyo

 

3 dari 5 halaman

Fenomena Aneh Bintang Paling Misterius

Dream – Salah satu bintang paling langka dan misterius, Swift J1818.0-1607, menampakkan kejadian yang unik. Swift J1818.0-1607 mengeluarkan gelombang radio staccato.

Hal ini membuat Swift J1818.0-1607, menjadi magnetar kelima yang terdeteksi memancarkan gelombang radio, namun yang tampak berbeda adalah tidak seperti keempat magnetar lainnya.  Swift J1818.0-1607 justru berperilaku layaknya radio pulsar bukan sebagai magnetar.

Magnetar adalah subkategori dari bintang-bintang neutron yang memiliki medan magnet sangat kuat. Medan magnet ini seribu kali lebih kuat dari bintang neutron normal.

Ahli astrofisika Marcus Lower dari Universitas Teknologi Swinburne mengatakan, pengamatan ini dapat membantu para astronom untuk menghubungkan titik—titik antara dua klasifikasi kedua bintang mati.

“ Saya pikir ini dapat disebut sebagai mata rantai yang berpotensi hilang. Pada tahap ini masih banyak yang kita tidak tahu tentang magnetar baru ini. Tetapi ada kesamaan yang jelas antara pulsar dan magnetar ini,” ucapnya kembali.

 Para peneliti mendapat petunjuk baru

Hal ini mengingatkan kembali pada Swift J1818.0-1607. Pada 12 Maret 2020 terdeteksi mengalami ledakan sinar gamma oleh Burst Alert Telescope yang terpasang pada Swift Observatory.

Dua hari kemudian, emisi radio terdeteksi dan analisis awal menemukan bahwa Swift J1818.0-1607 adalah pulsar berputar tercepat yang ditemukan hingga saat.

Menggunakan teleskop radio Parkes Observatory di Australia, Lower dan timnya juga melakukan pengamatan.

" Sepintas, pulsar radio yang dipancarkan oleh Swift J1818.0-1607 terlihat sangat mirip dengan magnetar radio lainnya. Mereka sangat sempit dan kadang-kadang terdiri dari beberapa semburan milidetik," kata Lower.

4 dari 5 halaman

Evolusi Magnetar

Bahkan, ledakan radio pulsar itu memiliki kemiripan yang mencolok dengan salah satu pulsar bernama PSR J1119-6127 mengalami ledakan radio sendiri. Dan spektrum ledakan itu tampak sangat mirip dengan spektrum dari Swift J1818.0-1607.

Selain itu, Lower menjelaskan, kedua bintang tersebut memperlihatkan pencerahan radio yang serupa.

" Kemiripannya dengan pulsar yang lebih awal memancarkan gelombang radio membuka banyak petunjuk tentang kemungkinan asal-usulnya, bagaimana magnetar berevolusi dari waktu ke waktu dan validitas asumsi kami sebelumnya tentang emisi radio magnetar,” ungkap Lower.

(Sumber: sciencealert.com)

 

5 dari 5 halaman

Beri Komentar