Pencipta 'Copy-Paste' Tutup Usia

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 21 Februari 2020 07:41
Pencipta 'Copy-Paste' Tutup Usia
Larry merupakan pengembang User Interface (UI) untuk komputer.

Dream - Kemudahan menggunakan copy (salin) dan paste (tempel) telah dirasakan para pengguna komputer. Sistem ini merupakan bagian dari pengembangan UI yang dibuat Larry Tesler.

Ahli komputer ini baru saja meninggal dunia pada Senin, 16 Februari 2020. Sosok Larry memang tidak semahsyur Bill Gates dan Steve Jobs.

Larry lahir di New York, pada 1945. Larry belajar ilmu komputer di Universitas Stanford. Setelah lulus, dia berkecimpungan dalam penelitian kecerdasan buatan.

Dia terlibat dalam gerakan anti-perang dan anti-perusahaan. Pada 1973, Larry mengambil pekerjaan di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) dan bekerja hingga 1980.

Xerox PARC terkenal karena mengembangkan antarmuka pengguna grafis berbasis tetikus. Dilaporkan Gizmondo, selama di lab, Larry bekerja dengan Tim Mott untuk membuat pengolah kata yang disebut Gypsy.

Mesin inilah yang kemudian menciptakan istilah " cut," " copy," dan " paste" , perintah untuk menghapus, menduplikasi, atau memposisikan potongan teks.

Usai bekerja di Xerox, Larry pindah kerja ke Apple Computer pada 1980. Dia bekerja hingga 1997.

 

1 dari 4 halaman

Sempat Kerja di Yahoo

Selama bertahun-tahun ia memegang posisi yang tak terhitung jumlahnya di perusahaan, termasuk Wakil

Presiden AppleNet dan bahkan menjabat sebagai Kepala Ilmuwan Apple, posisi yang pernah dipegang salah satu legenda Apple, Steve Wozniak.

Selain terminologi " cut," " copy," dan " paste" yang ada di mana-mana, Larry juga menganjurkan pendekatan untuk desain UI yang dikenal sebagai komputasi modeless, yang tercermin di situs pribadinya.

Setelah meninggalkan Apple pada tahun 1997, Larry mendirikan sebuah perusahaan bernama Stagecast Software yang mengembangkan aplikasi yang membuatnya lebih mudah dan lebih mudah diakses oleh anak-anak untuk mempelajari konsep pemrograman.

Pada 2001, dia bergabung dengan Amazon. Pada 2005, dia beralih ke Yahoo. Menurut CV-nya, Tesler meninggalkan 23andMe pada 2009 dan sejak saat itu sebagian besar fokus pada pekerjaan konsultasi.

2 dari 4 halaman

Bill Gates, Jack Ma, hingga Apple, Sumbang Triliunan untuk Perangi Virus Corona

Dream – Virus Corona yang mewabah di China dan sedang menyebar ke sejumlah negara membuat para miliarder dan perusahaan multinasional patungan untuk memberi bantuan. Mereka membuka dompet dalam-dalam untuk mendanai pengembangan vaksin.

Dikutip dari Forbes, Kamis 30 Januari 2020, miliarder Amerika Serikat, Bill Gates, melalui Bill Gates and Melinda Gates Foundation, menggelontorkan US$10 juta, atau sekitar Rp136,07 miliar, untuk ke China dan Afrika. Jumlah itu termasuk US$5 juta, atau sekitar Rp68,03 miliar, untuk kerja sama internasional, perawatan, dan pengembangan vaksin.

Sementara itu, orang terkaya di China, Jack Ma, menyumbangkan dana US$14 juta, sekitar Rp190,15 miliar, untuk membantu pengembangan vaksin virus corona. Pendiri Alibaba ini memang berjanji menyumbang US$144 juta atau sekitar Rp1,96 triliun melalui Jack Ma Foundation untuk membantu rumah sakit membeli pasokan obat-obatan di pusat kota China yang pertama kali terkena virus.

Perusahaan-perusahaan raksasa lainnya di China, seperti Tencent, Baidu, Huawei, dan ByteDance, juga ikut membantu untuk menangani wabah virus corona. Tencent, Baidu, dan ByteDance bersama-sama menyumbang US$115 juta, sekitar Rp1,56 triliun, untuk meriset pengobatan baru dan membantu otoritas untuk membantu area yang terjangkit. Sementara itu, Huawei berkontribusi membangun Rumah Sakit Huoshenshan di Wuhan.

Perusahaan multinasional lainnya, seperti LVMH, juga ikut serta. Perusahan yang didirikan oleh Francois Pinault akan menyumbang US$2,3 juta, sekitar Rp31,29 miliar, dan US$1 juta, sekitar Rp13,61 miliar. Raksasa teknologi seperti Apple, Microsoft, dan Dell, juga turun tangan membantu penanganan virus corona.

“ Bagi sesama orang China dan di seluruh dunia yang merayakan Imlek, kami mengirimkan tanda cinta dan dukungan kepada yang terdampak virus corona. Apple akan mendonasikan kepada kelompok-kelompok untuk menangani mereka yang terdampak,” kata bos Apple, Tim Cook.

3 dari 4 halaman

Update Wabah Virus Corona: 7.783 Terinfeksi, 170 Meninggal, 133 Sembuh

Dream - Kasus infeksi virus corona di seluruh dunia terus menunjukkan peningkatan. Jumlahnya bahkan mencapai angka lebih dari 7.000 kasus.

Data Wuhan Coronavirus Global Cases buatan John Hopkins University per 29 Januari 2020 jam 09.00 malam, sebagaimana diakses pada 30 Januari 2020 pukul 10.36 WIB, mencatat total infeksi terkonfirmasi sebanyak 7.783 kasus.

Kasus terbanyak masih berada di Provinsi Hubei, China, dengan jumlah 4.586. Jumlah kematian tercatat mencapai 170 jiwa. Tetapi, kasus pasien sembuh dilaporkan juga meningkat sebanyak 133 jiwa.

 Peta Sebaran Kasus Virus Corona© istimewa

Peta Sebaran Virus Corona (John Hopkins University)

Hingga saat ini, China masih menjadi negara dengan jumlah infeksi corona terbanyak, mencapai 7.678 kasus. Negara berikutnya dengan kasus infeksi cukup banyak yaitu Thailand mencapai 14 kasus, Jepang 11 kasus, Hong Kong dan Singapura masing-masing 10 kasus.

Di Taiwan terdapat delapan kasus infeksi corona. Australia dan Malaysia melaporkan ada 7 kasus pasien terinfeksi corona.

4 dari 4 halaman

Data Terbaru Virus Corona Wuhan: 131 Meninggal, 5.578 Terjangkiti

Dream - Virus corona Wuhan (2019-nCoV) terus memakan korban. Jumlah kasus manusia yang terjangkit terus meningkat.

Data terbaru John Hopkins University-The Center for Systems Science and Engineering (JHU-CSSE) per Rabu, 29 Januari 2020 pukul 10.49 WIB, virus corona dikonfirmasi telah menginfeksi ke 5.578 orang. Sebanyak 5.494 orang di China terinfeksi dan sisanya dari sejumlah negara.

Jumlah kematian tercatat telah mencapai 131 jiwa. Kematian tertinggi terjadi Wuhan, Provinsi Hubei, yang menjadi pusat penyebaran virus corona.

Sementara, di Thailand terdapat 14 orang yang terjangkit. Hong Kong dan Taiwan saat ini mengklaim terdapat delapan orang yang mengalami infeksi.

 Sebaran virus Corona Wuhan© Istimewa

Sebaran virus Corona Wuhan

Jepang, Makau, dan Singapura, masing-masing mengabarkan ada tujuh kasus infeksi corona. Adapun Australia dan Amerika Serikat melaporkan lima orang yang terinfeksi.

Perancis, Jerman, Malaysia, dan Korea Selatan juga melaporkan kasus yang sama. Masing-masing negara ini mengalami empat kasus. 

Sementara itu Kanada dan Vietnam melaporkan masing-masing dua kasus positif terjangkit virus. Sedangkan Kamboja, Nepal, dan Sri Lanka, masing-masing melaporkan ada satu kasus. 

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak