Pengguna Android Baru di Eropa Akan Ditawari Mesin Pencari Alternatif

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 16 Januari 2020 17:36
Pengguna Android Baru di Eropa Akan Ditawari Mesin Pencari Alternatif
Google menggelar lelang karena hukuman dari Uni Eropa.

Dream - Google mengumumkan pengguna baru platform Android di Uni Eropa akan ditawarkan mesin pencari lain selain milik perusahaan. Langkah ini dilakukan sebagai tanggapannya terhadap intervensi antimonopoli regulator persaingan wilayah Uni Eropa.

Dilaporkan Tech Crunch, Uni Eropa diminta memilih sendiri empat mesin pencari. Dari daftar tersebut, meskin pencari Google juga ada dalam daftar.

Upaya ini dilakukan Google untuk menanggapi komisi antimonopoli Uni Eropa yang, pada pertengahan 2018, mendenda Google US$ 5 miliar, setara Rp68 triliun, karena pelanggaran antimonopoli terkait operasional platform Android.

Dari laporan yang beredar, Google telah menentukan pemenang lelang. Untuk periode 1 Maret 2020 hingga 30 Juni 2020 mesin pencari DuckDuckGo dan Info.com akan menjadi pilihan di 31 pasar pengguna Android Eropa.

 

1 dari 5 halaman

Memunculkan Kekhawatiran

Selain dua mesin pencari itu, mesin pencari pro-privasi asal Perancis, Qwant akan menjadi pilihan pengguna Android di delapan negara Eropa. Sementara Yandex Rusia akan muncul sebagai opsi di lima pasar di timur wilayah tersebut.

Mesin pencari lain yang akan muncul sebagai pilihan di sebagian kecil pasar Eropa yaitu GMX, Seznam, Givero dan PrivacyWall.

Mesin pencari Microsoft Bing akan muncul sebagai opsi pada layar pilihan yang ditunjukkan di Inggris.

Meski begitu, tak semua setuju dengan sistem lelang yang dibuat Google dan Uni Eropa. Qwant dan DuckDuckGo khawatir karena Google mengumumkan akan beralih ke pelelangan berbayar tahun lalu.

Meskipun berpartisipasi dalam proses dan memenangkan slot universal, DuckDuckGo mengatakan tidak setuju dengan pendekatan berbayar yang digunakan.

“ Kami masih percaya bahwa pelelangan berbayar untuk berikut serta dalam kompetisi dengan hanya 4 slot, merupakan tidak benar karena itu berarti konsumen tidak akan mendapatkan semua pilihan yang pantas dan Google akan mendapat untung dengan mengorbankan kompetisi," kata seorang juru bicara dalam sebuah pernyataan.

2 dari 5 halaman

Selain Lagu 'Cinta Luar Biasa', Kata 'Bucin' Juga Jadi Trending Google 2019

Dream - Di penghujung tahun, Google membeberkan hasil penelusuran yang menjadi trending di Indonesia selama 2019. Data itu dipaparkan dalam acara Google Year In Search 2019 di Jakarta, Rabu 11 Desember 2019.

“ Year in search adalah sesuatu yang sangat menarik bagi kami, bukan hanya soal data, tetapi lebih ke apa yang sedang dirasakan, dipikirkan, dan sedang menjadi perbincangan di masyarakat,” ucap Veronica Utami, Head Of Marketing Indonesia, Filipina dan NBU Asia Tenggara (SEA). 

Veronica mengatakan, Year In Search 2019 menempatkan judul lagu Cinta Luar Biasa dari Andmesh Kamaleng berada di posisi teratas. Selanjutnya disusul dengan keyword Pilpres 2019, Dua Garis Biru, Hidup Sehat, hingga keyword Bucin.

Berdasarkan Year End Search 2019, terlihat pula orang Indonesia sudah mulai memperhatikan gaya hidup yang sehat. Kalimat pencarian yang muncul mengenai topik kesehatan tersebut yaitu “ bagaimana cara” gaya hidup sehat.

3 dari 5 halaman

Penelusuran

 Peluncuran hasil pencarian Google selama 2019© Dream

Peluncuran hasil pencarian Google selama 2019

Selain cara untuk mendapatkan hidup sehat, kalimat pencarian menurunkan kolesterol, cara diet alami, hingga cara menghitung berat badan ideal pun juga menjadi kata kunci yang sering ditelusuri orang Indonesia di tahun ini.

Selain kategori ‘bagaimana cara’, Google juga sudah membagi dalam 9 kategori yang di umumkan di tahun 2019 ini.

Selain Year End Search, ada pula tren penelusuran, tokoh, kepergian tokoh, peristiwa nasional, lagu, apa itu, bagaimana cara, resep, dan film.

Dari beberapa kategori itu, kata bucin, yang memiliki banyak arti itu masuk kedalam kategori ‘Apa itu’.

Selain bucin, di kategori ini ada pencarian untuk kata, Ferguso, Gerd, KK, unicorn, japri, mukbang, podcast, santuy, dan halu.

(Laporan : Diah Tamayanti)

4 dari 5 halaman

Google Kembangkan Pencarian dari Screenshot

Dream - Google sedang mengembangkan aplikasi terbaru yang memungkinkan pencarian melalui screenshot, atau tangkapan layar.

Dilaporkan Endagdet, Google menyiapkan fitur terbaru itu dengan nama Smart Screenshot. Selain fitur ini, Google juga menyiapkan fitur penyunting dan share screenshot.

Fitur pencarian berbasis screenshot itu akan didukung kecerdasan buatan, AI, What's on My Screen.

Menurut beberapa laman penggalian APK, 9 to 5 Google, fitur baru itu akan masuk ke aplikasi Google 10.61.

5 dari 5 halaman

Google Search

 Google Dukung UKM untuk Melek Digital© MEN

Menampilkan bilah tools yang diperbarui ketika pengguna melakukan tangkapan layar. Pengguna dapat menyunting, berbagi data, dan pilihan untuk menggunakan aplikasi favorit untuk berbagai foto.

Selain itu, ada pilihan baru yang bisa dilakukan saat melakukan pencarian, yaitu, Lens.

Dengan memilih Lens, pengguna dapat mencari dan melakukan optical character recognition (OCR) serta menemukan item yang mirip secara visual.

Meski demikian, belum jelas apakah fungsi baru Lens ini akan berfungsi untuk semua tangkapan layar atau hanya tangkapan layar yang diambil di Google Search. (mut)

Beri Komentar
5 Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Biar Nggak Gampang Sakit Bersama Tolak Angin