Jokowi Prediksi Perdagangan Digital Indonesia Tembus Rp330 Triliun

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 16 Agustus 2021 19:13
Jokowi Prediksi Perdagangan Digital Indonesia Tembus Rp330 Triliun
Ekonomi digital mempermudah UMKM untuk mengakses pasar global.

Dream – Jokowi mengatakan, pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem digital untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, termasuk UMKM.

“ Digitalisasi UMKM yang masuk ke aplikasi perdagangan elektronik dan lokapasar jumlahnya terus bertambah,” kata Jokowi dalam Pidato Kenegaraan Presiden, Senin 16 Agustus 2021.

Hingga Agustus 2021, sudah ada lebih dari 14 juta UMKM yang sudah bergabung dengan aplikasi perdagangan elektronik. Partisipasi dalam ekonomi digital ini sangat penting karena potensinya yang sangat besar dan mempermudah UMKM masuk ke rantai pasok global.

Dia menambahkan, nilai transaksi perdagangan digital Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari Rp253 triliun. “ Nilai ini diperkirakan akan meningkat menjadi Rp330,7 triliun di tahun 2021,” kata dia.

1 dari 5 halaman

Sidang Tahunan MPR: Presiden Yakin Target Investasi Tembus Rp900 T

Dream – Presiden Joko Widodo melaporkan realisasi investasi Indonrsia sepanjang paruh pertama 2021 mencapai Rp 442,8 triliun. Modal yang masuk ke Tanah Air itu tidak termasuk investasi di sektor minyak dan gas bumi serta jasa keuangan.

Sebaran investasi yang masuk saat ini mulai banyak menyebar ke berbagai daerah di Indonesia dengan porsi 51,5 persen berada di luar Jawa dan 48,5 persen di Jawa.

Melihat capaian ini, Presiden Joko Widodo berharapa target investasi Rp900 triliun bisa tercapai.

© Dream

“ Penambahan investasi di bulan-bulan ke depan ini kita harapkan bisa memenuhi target Rp900 triliun, serta menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan perekonomian secara lebih signifikan,” kata Jokowi dalam penyampaian Pidato Kenegaraan Presiden di Sidang Tahunan MPR, Senin 16 Agustus 2021.

Perkembangan investasi, lanjut dia, harus menjadi bagian terintegrasi dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

2 dari 5 halaman

Rangkul UMKM

Selain itu, lanjut Jokowi, pemerintah juga meningkatkan kelas UMKM. Untuk menaikkan kelas sektor ini, pemerintah melakukan berbagai kemudahan.

“ Termasuk kemitraan strategis dengan perusahan besar agar cepat masuk dalam rantai pasok global,” kata dia.

Pemerintah berharap cara-cara itu bisa meningkatkan daya saing produk UMKM, sertaa meningkatkan pemerataan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Ekosistem investasi dan kolaborasi di dunia usaha ini juga dimaksudkan untuk memperkuat perkembangan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.

“ Khususnya ke arah Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru yang berkelanjutan,” kata dia.

3 dari 5 halaman

Prediksi Jokowi Terbukti, Perekonomian Nasional Kuartal II Tumbuh 7,07 Persen

Dream - Perekonomian nasional mencatatkan kinerja yang sangat baik. Pertumbuhan pada kuartal II 2021 cukup melegakan.

Badan Pusat Statistik mencatatkan pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II 2021 mencapai 7,07 persen (YoY/year on year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan sempat terkoreksi -0,74 persen di kuartal I 2021.

" Secara tahunan atau YoY, ekonomi Indonesia tumbuh 7,07 persen," ujar Kepala BPS, Margo Yuwono.

 

© Dream

 

 

Margo mengatakan dari kuartal ke kuartal, pertumbuhan tercatat sebesar 3,31 persen. Kondisi ini dinilai cukup baik meski belum sebaik saat normal.

Capaian ini, kata Margo, diukur dari peredaran Produk Domestik Bruto pada harta berlaku mencapai Rp2.772,8 triliun. Secara kumulatif, terjadi kenaikan pada Semester I 2021 sebesar 3,10 persen dibandingkan periode yang sama 2020.

 

4 dari 5 halaman

Sebut Tumbuh 7 Persen di Kuartal II

Yang mengejutkan, capaian pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II ini sesuai dengan prediksi Presiden Joko Widodo. Saat pembukaan Musyawarah Nasional VIII Kadin di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 30 Juni 2021, Jokowi sempat menyebut angka prediktif pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7 persen.

" Di kuartal II kita masih optimis akan tumbuh insya Allah, kurang lebih 7 persen," kata Jokowi saat itu.

Jokowi berpatokan pada beberapa indikator. Seperti sektor ekspor yang bertumbuh 58 persen, impor bahan baku tumbuh 79 persen, impor barang modal tumbuh 35persen.

 

5 dari 5 halaman

Indikator Pertumbuhan

Selain itu, konsumsi listrik industri tumbuh 28 persen. Sisi konsumsi juga menguat, dengan Indeks Kepercayaan Konsumen naik dari Februari sebesar 85 menjadi 104,4 di akhir Juni. Demikian halnya dengan mobilitas bulanan yang ada di angka -2 persen pada Februari menjadi 5,2 di Juni.

Kenaikan juga terjadi pada Indeks Penjualan Retail sebesar 12,9 persen. Konsumsi semen tumbuh 19,2 persen, penjualan kendaraan niaga tumbuh sebesar 783 persen.

" Ini angka-angka yang menurut saya sangat fantastis kenaikannya," kata Jokowi, dikutip dari Liputan6.com.

Beri Komentar