Profil Nadiem Makarim, Mantan Bos Gojek yang Jadi Mendikbud Dikti

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 23 Oktober 2019 10:36
Profil Nadiem Makarim, Mantan Bos Gojek yang Jadi Mendikbud Dikti
Jokowi menitipkan pengembangan SDM pada Nadiem Makariem yang diangkat sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan, pendidikan tinggi.

Dream – Teka-teki posisi menteri yang akan pegang Nadiem Makariem akhirnya terjawab. Presiden Jokowi-Maruf Amin menampatkan pendiri Gojek Indonesia sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Indonesia Maju.

Posisi yang dipegang Nadiem cukup mengejutkan banyak pihak. Lulusan Harvard University ini sebelumnya banyak digadang memegang posisi menteri di bidang ekonomi digital.

" Saya manggilnya mas saja, Masa Nadiem Anwar Makariem, menteri pendidikan dan kebudayaan," ujar Jokowi saat mengumumkan nama Nadiem sebagai salah satu menteri di kabinetnya.

Menurut Jokowi, Nadiem akan diminta untuk membuat berbagai terobosan yang signifikan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menyiapkan SDM siap kerja, siap usaha, yang link and match antara pendidikan dan industri.

Sosok Nadiem memang sudah lama menjadi pantauan akan menjadi salah satu menterinya. Kepastian itu diketahui saat CEO PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia), Nadiem Makarim, datang ke Istana Negara, Senin 21 Oktober 2019.

Nama Nadiem mulai dikenal publik saat mantan pegawai sektor keuangan itu memutuskan menjadi bos para tukang ojek di Indonesia. Lewat Gojek, Nadiem mendobrak bisnis transportasi publik ini merambah dunia digital. 

" Ternyata lebih dari 70 persen waktu kerja tukang ojek hanya menunggu pelanggan, ditambah kemacetan Jakarta," kata Nadiem di suatu waktu.

 

1 dari 5 halaman

Gojek Lahir dari Bisnis Tak Sengaja

Ide bisnis ojek onine dari pria kelahiran 4 Juli 2984 ini lahir tanpa sengaja. Perbincangannya dengan tukang ojek langganan membuka cakrawala bisnis baru.

" Jika ada layanan transpor dan delivery (pengantaran) yang cepat dan praktis, pasti akan sangat membantu warga Jakarta," ujar Nadiem.

Berbekal ambisi besar menjadi seorang entrepreneur, Nadiem pelan-pelan mewujudkan idenya tersebut. Sampai akhirnya, Go-Jek mulai beroperasi tahun 2011. Kawasan Jabodetabek jadi targetnya menjalankan bisnis sekaligus memberi layanan jasa transportasi dan kurir serba cepat dan proaktif.

Tak hanya bisnis dan layanan semata, Go-Jek dibangun dengan misi sosial. Meningkatkan pendapatan para tukang ojek di Jakarta adalah mimpi Nadiem.

Dunia pendidikan membuat Nadiem harus meninggalkan bisnis yang dibangunnya tersebut. Meski harus bertandang ke Amerika Serikat, toh hasrat bungsu dari 3 bersaudara ini untuk terus mengembangkan GO-JEK, tetap hidup.

Nadiem mulai berpikir untuk menggandeng berbagai perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya.

 

2 dari 5 halaman

Pulang ke Indonesia Usai Bekerja di Perusahan Top

Otak bisnis Nadiem memang sudah terasah cukup tajam. Mengawali sekolah dasar di Jakarta, Nadiem pernah merasakan ketatnya sistem pendidikan di sebuah SMA di Singapura. Memasuki dunia mahasiswa, Nadiem memilih jalur sarjana di Brown University AS. Jurusan International Relations jadi incarannya. Selama satu tahun, Nadiem sempat mengikuti foreign exchange di London School of Economics.

Tak puas menjadi sarjana, Nadiem pulang ke Indonesia dengan menyandang gelar MBA (Master of Business Administration) dari Harvard Business School.

Lulus dari Brown, Nadiem tak butuh waktu lama terjun ke dunia kerja. Berbekal ijazah yang dimilikinya, Nadiem direkrut menjadi Management Consultant di sebuah lembaga konsultan ternama McKinsey & Company. Di perusahaan ini, Nadiem menghabiskan waktu 3 tahun di kantor mereka di Jakarta.

Selama bekerja itulah, Nadiem banyak membantu berbagai perusahaan besar di berbagai sektor mengatasi kendala-kendala bisnis mereka.

 

3 dari 5 halaman

Latar Belakang Keluarga Nadiem Makarim

Melihat latar belakang keluargnya, Nadiem sebetulnya bukan lahir dari kalangan pengusaha. Ayahnya yang berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah berprofesi sebagai pengacara, sementara ibu dari Pasuruan, Jawa Timur bekerja di bidang non-profit.

" Di keluarga hanya saya yang aktif di bidang entrepreneurship," ujar Nadiem.

Meski memilih jalur berbeda, toh Nadiem cukup beruntung memiliki orang tua yang pengertian. Kedua orangtua selalu mendukung usahanya. Hanya ada satu syarat yang diberikan. Usaha Nadiem harus bisa membantu masyarakat Indonesia.

" Saya dididik dari kecil untuk kembali dan berkontribusi ke Tanah Air, walaupun seumur hidup lebih sering sekolah di luar negeri. Orangtua saya sangat nasionalis, dan karena itu passion saya untuk Indonesia sangat besar," tambahnya. [crosslink_2]

4 dari 5 halaman

Profil ST Burhanuddin, Sang Jaksa Agung Pilihan Jokowi

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan para menteri di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Salah satu nama yang menarik menjadi perhatian yaitu S.T Burhanuddin.

Nama Burhanuddin sudah lama berada di bursa calon Jaksa Agung. Nama ST Burhanuddin bersama R Widyopramono, dan Fery Wibisono sempat mencuat pada 2014 menggantikan Basrief Arief. Tapi, ketiga nama itu, menghilang setelah masuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dari laporan Liputan6.com, nama Burhanuddin muncul dan disebut sebagai Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara. Salah satu kasus yang dia tangani yaitu, Peninjauan Kembali perkara Yayasan Supersemar.

Burhanuddin kala itu menggugat Mahkamah Agung karena kesalahan penulisan pada putusan. " MA itu seharusnya menulis Rp3,7 triliun. Tapi, di salinan putusan itu ditulis hanya Rp3,7 juta," kata Burhanuddin.

Burhanuddin disebut pensiun di lingkungan Kejaksaan Agung pada 1 Agustus 2014.

Usai tak lagi menjabat, nama Burhanuddin muncul di laman Forlap Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi. Dia disebut mengajar sebagai pengajar di program studi ilmu hukum, Universitas Satyagama.

5 dari 5 halaman

Daftar Lengkap Susunan Kabinet Indonesia Maju Jokowi-KH Ma'ruf Amin

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengumumkan formasi lengkap 38 Menteri yang diberi nama Kabinet Indonesia Maju. Dari 38 nama itu terdapat beberapa menteri Kabinet Kerja sebelumnya. 

Presiden Jokowi, Wakil Presiden KH Maruf Amin dan 38 menteri semua duduk lesehan di tangga veranda Istana Merdeka, Rabu 23 Oktober 2019. 

Semua dalam posisi duduk di anak tangga, mengenakan batik. Tak lagi mengenakan baju putih-putih. 

" Pagi hari ini saya ingin mengenalkan Kabinet Indonesia Maju yang lima tahun ke depan fokus pengembamngan SDM dan penciptaan lapagan kerja dan pemberdayaan. Saya pekenalkan," tegas Jokowi. 

Berikut Susunan Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo dan KH Maruf Amin:

1. Menko Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD
2. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
3. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy 
4. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
5. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto 
6. Menteri Sekretaris Negara Pratikno 
7. Menteri Dalam Negeri Jenderal Polisi Tito Karnavian 
8. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi 
9. Menteri Agama Jenderal Purnawirawan TNI Fakhrul Razi
10. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly 
11. Menteri Keuangan Sri Mulyani 
12. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Pendidikan Tinggi Nadiem Anwar Makarim 
13. Menteri Kesehatan Jenderal TNI Dr Terawan Agus Putranto
14. Menteri Sosial Juliari Batubara
15. Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah 
16. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
17. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto 
18. Menteri ESDM Arifin Tasrim 
19. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono 
20. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi 
21. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate
22. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo 
23. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar
24. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo 
25. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar
26. Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil 
27. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas Suharso Monoarfa
28. Menpan Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo 
29. Menteri BUMN Erick Thohir
30. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki 
31. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusbandio 
32. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga
33. Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro
34. Menteri Pemuda dan Olahraga Jainudin Amali 
35. Kepala Staf Kepresidenan Jend Purnawirawan Moeldoko
36. Sekretaris Kabinet Pramono Anung
37. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia
38. Jaksa Agung ST Burhanuddin

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone