Rahasia Terbesar Neil Amstrong Usai Mendarat di Bulan Dibongkar Anaknya

Reporter : Arini Saadah
Kamis, 6 Agustus 2020 13:30
Rahasia Terbesar Neil Amstrong Usai Mendarat di Bulan Dibongkar Anaknya
Benarkah Neil Amstrong percaya Alien?

Dream – Rahasia terbesar Neil Amstrong, orang pertama yang mendarat di bulan, dibongkar oleh anaknya, Mark Amstrong. Rahasia tersebut adalah bahwa Neil Amstrong memercayai adanya alien setelah melakukan perjalanan ke bulan.

Astronot legendaris Neil Amstrong, menurut pengakuan putranya, memang percaya dengan adanya kehidupan alien.

Pasalnya Mark Amstrong yang menjadi insinyur perangkat lunak di Silicon Valley itu, saat berusia enam tahun dirinya mengetahui ayahnya mengubah arah sejarah dengan lompatan raksasa bagi umat manusia di bumi.

Perubahan arah sejarah Neil Amstrong itu terjadi selama musim panas tahun 1969, saat keluarga Amstrong pergi ke Florida untuk melakukan misi ke luar angkasa di Cape Canaveral. Lalu ia kembali ke rumah di Houston untuk melihat keberhasilan misinya dan berhasil mendarat pada 20 Juli.

Hingga akhirnya Neil Amstrong, yang dikenal sebagai orang pertama yang mendarat di bulan itu tutup usia pada tahun 2012.

1 dari 7 halaman

Neil Amstrong Percaya Adanya Alien?

Ilustrasi© Pixabay

Jika ia masih hidup hingga hari ini tentu akan merayakan ulang tahunnya yang ke-90 pada tanggal 5 Agustus. Meskipun sudah meninggal, warisan Neil Amstrong terhadap ilmu pengetahuan masih terus hidup.

Sebagai peringatan ulang tahun ayahnya itu, Mark Amstrong mencoba melakukan refleksi terhadap kehidupan Neil Amstrong.

Mark mengatakan, meskipun Neil Amstrong berhasil mendarat di bulan dalam misi bersejarah Apollo 11, ia tetap tidak mengaku percaya dengan adanya Tuhan. Sebaliknya, ayahnya itu justru memercayai bentuk kehidupan lain yang masih asing disebut alien.

2 dari 7 halaman

Sosok Neil Amstrong

Ilustrasi© Pixabay

Dalam sebuah acara peringatan 50 tahun keberhasilan misi pendaratan di bulan itu, Mark Amstrong mengatakan bahwa pengalaman spiritual astronot tidak berlaku bagi ayahnya.

“ Banyak astronot yang mengaku memiliki pengalaman spiritual, namun hal itu tidak berlaku bagi ayah saya,” kata Mark dari rumahnya di Cincinnati, Ohio.

Ia melanjutkan bahwa ayahnya adalah seorang insinyur sekaligus ilmuwan pertama yang penting. Sosok Neil Amstrong bagi Mark adalah sosok yang memiliki semangat luar biasa dengan selera humor yang tinggi.

“ Ayah saya adalah insinyur dan ilmuwan pertama yang penting, ia memiliki semangat luar biasa dengan selera humor yang lumayan tinggi,” tambah Mark.

3 dari 7 halaman

Arogan Jika Tidak Percaya Alien

Ilustrasi© Pixabay

Mark Amstrong mengatakan apapun keyakinan agama yang dianut, ayahnya telah mengabdi untuk ilmu pengetahuan selama hidupnya.

“ Ada banyak klaim dari berbagai agama tentang perpindahannya ke agama mereka, tetapi semua klaim itu tidak ada yang benar,” ungkap Mark.

Mark pernah mendengar seseorang melontarkan pertanyaan kepada ayahnya tentang apakah ia percaya pada kehidupan di luar bumi.

Ayahnya tersebut menjawab dengan tegas, bahwa sangat arogan jika astronot tidak percaya dengan kehidupan lain selain di bumi.

“ Saya pernah mendengar seseorang bertanya kepada ayah apakah dia percaya dengan kehidupan di luar bumi dan jawabannya adalah ‘arogan jika tidak’,” ucapnya.

4 dari 7 halaman

Manusia Bukan Satu-Satunya

Ilustrasi© Pixabay

Berdasarkan keterangan Mark saat merefleksikan sosok ayahnya, ia mengatakan bahwa alam semesta sangatlah luas dan pengetahuan manusia hanyalah sedikit.

Sehingga menurut keyakinan ayahnya, secara statistik kemungkinan sangat tinggi bahwa manusia bukanlah satu-satunya kehidupan di alam semesta.

“ Alam semesta sangatlah luas, sedangkan pengetahuan kita sangatlah sedikit. Ayah berkeyaninan, bahwa kemungkinan sangat tinggi bahwa kita bukanlah satu-satunya kehidupan di alam semesta,” tambah Mark.

5 dari 7 halaman

Astronot Lihat UFO?

Ilustrasi© Pixabay

Rahasia Neil Amstrong yang dibongkar putranya itu menambah perdebatan mengenai apakah astronot Apollo mungkin telah melihat UFO selama misi perjalanan mereka, sebuah pamandangan yang tidak pernah terbukti tetapi masih dipegang oleh para konspirasis.

Perjalanan luar angkasa yang dilakukan Apollo mungkin telah berakhir pada tahun 1972, namun bulan masih menarik bagi para peneliti NASA dan ilmuwan lainnya.

Keberhasilan Neil Amstrong untuk menyumbang peradaban ilmu pengetahuan sangatlah menjadi kebanggan bagi putranya hingga hari ini.

Ketika Amerika Serikat melihat generasi baru eksplorasi luar angkasa dengan misi planet Mars, mereka berupaya supaya para astronot mendarat di Kutub Selatan bulan pada tahun 2024 mendatang. Tentu saja para ilmuwan mendapat suntikan semangat dari para perintis seperti Neil Amstrong yang terus menginspirasi.

6 dari 7 halaman

Perjuangan Neil Amstrong

Ilustrasi© Pixabay

Plakat yang ditinggalkan astronot di bulan bertuliskan ‘Kami datang dengan damai untuk semua umat manusia’. Kata-kata tersebut tentu sangat memberikan efek positif pada dunia.

“ Semangat manusia semakin tinggi karena didukung oleh program Apollo. Hal ini mengilhami generasi selanjutnya untuk bekerja lebih keras karena mereka percaya sesuatu yang baik dapat terjadi di masa depan mereka jika mereka bersiap-siap. Saya bahagia karena misi perjalanan ke bulan menjadi pembahasan terdepan dalam forum diskusi publik,” lanjutnya.

“ Ayah sering berkata bahwa dia lahir pada waktu yang tepat, untuk menempatkan dirinya dalam kelompok kandidat Gemini dan Apollo,” jelasnya.

Neil Amstrong berjuang dengan keras karena semua kandidat astronot yang mendaftar sebagian besar tidak terpilih. Saat terpilih, Neil Amstrong merasa tanggungjawabnya sangat berat.

7 dari 7 halaman

Siapkan Teknologi Deteksi Alien

Ilustrasi© Pixabay

Saat ini, para ilmuwan NASA telah memiliki berbagai teknologi canggih yang diciptakan untuk mendeteksi tanda-tanda keberadaan alien. NASA berhadap para astronot bisa diberi keajaiban menemukan alien saat melakukan penjelajahan luar angkasa.

Pemerintah Amerika menetapkan tahun 2030 sebagai jadwal pendaratan permukaan awak astronot ke Mars, dengan misi penjelajahan sebelumnya yang saat ini sedang berlangsung untuk mendukung misi umat manusia.

The Mars 2020 Perseverance akan mencari tanda-tanda kehidupan lain di Planet Merah itu berdasarkan geologinya untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan sumber daya alam di Mars untuk kehidupan manusia.

“ Sekalipun Mars tidak memiliki kehidupan masa lalu atau sekarang, tapi masih banyak kegembiraan di cakrawala. Kita sendiri mungkin menjadi kehidupan Mars jika manusia memilih untuk pergi ke sana suatu harii nanti,” pernyataan misi NASA.

 

Sumber: Daily Star

Beri Komentar