Remaja 17 Tahun Buat Website Informasi Virus Corona, Pengunjungnya Jutaan Orang

Reporter : Idho Rahaldi
Senin, 9 Maret 2020 12:36
Remaja 17 Tahun Buat Website Informasi Virus Corona, Pengunjungnya Jutaan Orang
Situs itu kini menjadi salah satu yang banyak digunakan...

Dream - Seorang remaja berusia 17 tahun yang tinggal di negara bagian Washington, Amerika Serikat membuat website berisi informasi penyebaran virus corona di dunia

Situs itu menjadi salah satu yang banyak digunakan masyarakat untuk memonitor penyebaran corona dan mencari tahu fakta-fakta dan informasi mengenai virus tersebut.

Seperti dilansir dari boredpanda.com, remaja itu telah mendedikasikan hari-harinya dengan proyek tersebut.

Ia bahkan menghabiskan seluruh akhir pekan di kamar dan begadang hingga pagi hari demi membuat website yang kini telah dikunjungi hingga jutaan kali.

1 dari 6 halaman

Siswa SMA

Remaja itu bernama Avi Schiffmann, seorang siswa di Mercer Island High School. Ia pertama kali membuat situs itu sejak desember 2019.

Sejak saat itu ia terus memperbaharui situsnya setiap 10 menit dengan mengambil data dari sumber-sumber seperti Organisasi Kesehatan Dunia, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, serta departemen kesehatan setempat.

Situs Corona© dream.co.id

Asosiasi Dokter di Inggris menjelaskan bahwa mempelajari lebih banyak tentang virus berarti kita dapat lebih akurat memahami teknik mana yang paling efektif dalam mencegah penyebaran penyakit.

Corona© boredpanda.com

" Karena itu, sangat penting bagi kita untuk mencari berbagai informasi mengenai coronavirus. Kami memiliki tanggung jawab bersama untuk mendengarkan saran yang diberikan untuk melindungi dan memastikan bahwa sumber daya yang kami miliki digunakan dengan cara yang paling efektif."

Websitenya bisa dilihat disini

2 dari 6 halaman

Kim Jong Un Kirim Surat Hibur Warga Korsel

Dream - Wabah virus corona, Covid-19, telah merebak hingga Korea Selatan. Sebagai negara tetangga, Korea Utara menyingkirkan sejenak ego seterunya.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un dilaporkan mengirim surat untuk Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in yang berisi pesan agar warga Korea Selatan yang terkena dampak wabah koronavirus tabah menghadapi cobaan tersebut.

Diketahui kasus virus corona di Korea Selatan telah menyentuh angka 6.593 kasus dengan korban meninggal dunia 42 orang.

Dalam suratnya, Kim Jong-un berusaha menghibur Korea Selatan dengan menyatakan bahwa negaranya berusaha mencari cara untuk memerangi wabah tersebut.

Dilaporkan Vocket, Kim juga berharap bahwa Korea Selatan tetap tenang dan mampu menyelesaikan masalah. Kim juga menyatakan keprihatinannya terhadap kesehatan rekannya Moon Jae-in, lapor Yoon Do-han, juru bicara Moon.

Beberapa ahli melihat situasi itu sebagai salah satu upaya Korea Utara untuk memulihkan perdamaian dengan tetangga-tetangga Korea Selatan. Setelah musuh-musuh mereka, Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Pyongyang.

Sebagai catatan, Korea Utara belum mencatat kasus penyebaran virus corona. Sesuatu yang mungkin mencurigakan.

Meski begitu, mereka menutup perbatasan dengan dunia luar dan menempatkan diplomat di daerah karantina.

3 dari 6 halaman

Keluar Karantina Tanpa Izin, Pasien Virus Corona Korea Utara Ditembak Mati

Dream - Ketika berita virus corona Covid-2019 terdeteksi di luar China pertama kali muncul, Korea Utara adalah salah satu negara yang langsung memblokir akses turis asing ke wilayahnya. Tindakan ini diambul sebagai pencegahan terhadap penyebaran virus tersebut.

Sejak penutupan akses, pemeirintah Korut juga dikabarkan mengambil langkah-langkah drastis. Mereka mengisolasi siapa pun yang pernah ke China atau melakukan kontak dengan warga China, untuk menghentikan penyebaran virus.

Korea Utara bahkan sampai mengeksekusi setiap warganya yang tidak mematuhi imbauan pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus mematikan itu.

4 dari 6 halaman

Dieksekusi Karena Meninggalkan Karantina

Menurut surat kabar Korea Selatan, Dong-a Ilbo, seorang pejabat Korea Utara dilaporkan telah ditembak mati karena pergi ke fasilitas pemandian umum ketika dia seharusnya berada di karantina.

Pejabat yang tak disebutkan namanya itu ditangkap sebelum ditembak karena menimbulkan risiko menyebarkan virus corona saat berkunjung ke pemandian umum.

Dikabarkan bahwa pejabat tersebut sudah dikarantina karena diduga terjangkit virus corona setelah pulang dari China. Namun karena melanggar hukum militer, dia dieksekusi.

5 dari 6 halaman

Perintah Tembak Mati

Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara, telah mengeluarkan dekrit untuk mengisolasi siapa saja yang pernah ke China atau melakukan kontak dengan warga China.

Bunyi dekrit tersebut juga menyebutkan bahwa siapa saja yang meninggalkan karantina tanpa izin akan dieksekusi sesuai dengan hukum militer.

Sementara seorang pejabat lainnya diduga telah diasingkan ke sebuah peternakan karena menutup-nutupi perjalanannya ke China.

6 dari 6 halaman

Mengklaim Tidak Ada Kasus Virus Corona

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Korea Utara mengeksekusi warganya yang dianggap membahayakan keamanan negara. Meski klaim seperti ini sulit untuk diverifikasi kebenarannya.

Hingga sekarang, pemerintah Korea Utara mengaku bahwa tidak ada kasus virus Covid-2019 di negara tersebut.

Pekan lalu, pejabat kementerian kesehatan Korea Utara, Song In Bom, mengatakan kepada media pemerintah bahwa tidak ada kasus virus korona di negara itu. Tetapi mereka akan siap jika wabah itu menyebar di Korea Utara.

" Hanya karena tidak ada kasus virus corona di negara kamu, bukan berarti kami boleh merasa lega. Kami tetap waspada dan bekerja sama untuk melakukan pencegahan," katanya.

(World of Buzz)

Beri Komentar