Simpan Batu Bertahun-tahun Dikira Ada Emasnya, Pria Ini Kaget Ternyata Lebih Berharga dari Logam Mulia

Reporter : Sugiono
Senin, 29 November 2021 11:13
Simpan Batu Bertahun-tahun Dikira Ada Emasnya, Pria Ini Kaget Ternyata Lebih Berharga dari Logam Mulia
Saat menggali emas, dia menemukan batu kemerahan yang sangat keras. Saat dibawa ke museum, ternyata lebih berharga dari emas.

Dream - Seorang pria bernama David Hole sedang mencari emas di Maryborough Regional Park dekat Melbourne, Australia, pada tahun 2015.

Maryborough sendiri merupakan situs terjadinya demam emas yang terkenal pada abad kesembilan belas di Australia.

Setelah melakukan pencarian dengan metal detektor, dia akhirnya berhasil menemukan sebuah bongkahan batu berwarna kemerahan.

Batu dengan bobot sangat berat itu terpendam di dalam tanah liat berwarna kuning di Maryborough.

1 dari 5 halaman

Temukan Batu Aneh Saat Menggali Emas

David sangat gembira karena dia menyangka telah menemukan bongkahan emas di tempat tersebut.

Tapi anehnya, bongkahan emas tersebut sangat sulit dipecahkan meski David telah menggunakan berbagai cara.

Karena tidak bisa membuka batu tersebut, David membawanya pulang dan menyimpannya begitu saja hingga dipenuhi debu selama enam tahun.

2 dari 5 halaman

Bukan Emas, Ternyata Batu Luar Angkasa

Karena masih penasaran dengan batu misterius yang dikira emas tersebut, baru-baru ini David membawanya ke Museum Melbourne.

Di sinilah misteri batu yang ditemukan oleh David enam tahun silam itu akhirnya terungkap.

Apa yang dikiranya sebagai bongkahan berisi emas, benda tersebut ternyata batu meteorit langka.

Batu meteorit itu jatuh di Australia setelah melakukan perjalanan melintasi ruang angkasa.

3 dari 5 halaman

Lebih Berharga dari Emas

Dermot Henry, ahli geologi Museum Melbourne, menggambarkan bagaimana dalam 37 tahun bekerja di daerah itu, dia baru menemukan dua meteorit asli.

" Ini adalah batu meteorit ke-17 asli yang ditemukan di Victoria, di antara ribuan bongkahan emas. Melihat rangkaian peristiwanya, temuan ini sangat astronomis.

" Batu ini memiliki pahatan dan cekungan yang terbentuk ketika melewati atmosfer. Saat permukaan batu meleleh, atmosfer yang memahatnya," jelas Henry.

4 dari 5 halaman

Diperkirakan Berusia 4,6 Miliar Tahun

Henry menambahkan, meteorit merupakan cara melakukan eksplorasi ruang angkasa dengan cara paling murah. Sebab, batu meteorit memberikan petunjuk tentang masa lalu Tata Surya seperti usia, pembentukan, dan susunan kimia.

Menurut penelitian, meteorit yang ditemukan David itu diperkirakan telah berusia sekitar 4,6 miliar tahun.

Analisis penanggalan karbon menunjukkan bahwa meteorit itu sudah ada di Bumi antara 100 dan 1.000 tahun yang lalu.

5 dari 5 halaman

Beratnya Mencapai 17 Kg

Dengan sejumlah penampakan meteor dalam 150 tahun terakhir, menjelaskan kapan meteorit yang ditemukan David itu jatuh di planet kita.

Meteorit itu kemudian diberi nama sesuai dengan tempat di mana David menemukannya yaitu, Meteorit Maryborough.

Penelitian tentang Meteorit Maryborough yang dilaporkan memiliki berat 17 kilogram telah dipublikasikan di Proceedings of the Royal Society of Victoria.

Sumber: Mirror

Beri Komentar