Optimistis Tumbuh Agresif, Yuk Intip Kantor Baru Tiket.com

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 17 Januari 2020 11:36
Optimistis Tumbuh Agresif, Yuk Intip Kantor Baru Tiket.com
Ini didukung dengan berbagai fitur anyar yang dihadirkan kepada pelanggan.

Dream - Platfrom pemesanan tiket daring Tiket.com optimistis pertumbuhan pernjualan pada tahun ini akan lebih agresif bahkan bisa mencapai di atas 100 persen. Setahun yang lalu, perusahaan melaporkan pertumbuhan sebesar 150 persen.

“ Kamu percaya pada tahun 2020 ini perusahaan akan bertumbuh lebih agresif daripada tahun sebelumnya,” kata CEO Tiket.com, George Hendrata, di Jakarta, Kamis 16 Januari 2020.

George mengatakan pertumbuhan penjualan ini dikarenakan beberapa inovasi fitur yang diluncurkan perusahaan untuk mempermudah konsumen. Fitur tersebut diantaranya pemesanan hotel secara dadakan, potongan harga tiket pesawat pergi-pulang, pembayaran hotel saat check in, dan online check-in.

“ Kami berkomitmen untuk menjadi partner berpergian dari awal pemesanan, saat pelanggan melakukan perjalanan, hingga pelanggan selesai melakukan perjalanan sehingga tiket.com akan tetap berkesan dihati pelanggan,” kata dia.

1 dari 4 halaman

Tambah Kantor Baru

Chief People Officer Tiket.com, Dudi Arisandi, menambahkan perusahaan juga telah  menambah kantor baru online travel agent di Menara BCA, Jakarta. Kantor ini dirancang dengan konsep ruangan senyaman mungkin agar karyawan bisa mengekspresikan diri saat bekerja.

Fasilitas di kantor baru ini diantaranya fasilitas makanan siang dan snack gratis, nursery room, vending machine, shoes laundry, ayunan, table soccer, kursi pijat. Pegawai juga dimanjakan dengan fasilitas kelas pound fit, zumba, yoga, tenis meja, catur, dan berbagai kelas olahraga lainnya yang terus bertambah.

“ Juga bisa dilihat tak ada sekat-sekat di antara meja agar jadi lebih terbuka satu sama lain,” kata dia.

Dengan bertambahnya kantor baru, perusahaan sudah memiliki 9 kantor yang berlokasi di Jakarta, Bali, Surabaya, Yogyakarta, Vancouver, Kuala Lumpur, dan Singapura.

Pertumbuhan ini adalah salah satu pencapaian target dan fokus tiket.com untuk bisa menampung kebutuhan tempat bekerja seluruh karyawan.

“ Perkembangan SDM di tiket.com per hari ini sudah mencapai 1300 orang. Ada 800 karyawan tetap dan sisanya seperi security dan lain-lain,” kata dia.

(Laporan: Michelle Rachel Evangelista Maramis)

2 dari 4 halaman

Polisi Akan Rekrut Hacker Pembobol Laman Tiket.com

Dream - Sultan Haikal, pemuda 19 tahun ini membuat heboh publik Indonesia. Dia membuat masyarakat tercengang karena keahliannya yang lazim.

Dia berhasil menjebol sistem keamanan digital pada laman bisnis PT Global Network, pemilik hak paten tiket.com. Padahal, dia hanya mengenyam pendidikan sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP). Itupun tidak sampai lulus.

 

 © Dream

 

Tidak hanya masyarakat umum, polisi pun terkejut dengan kasus Haikal. Melihat kemampuan Haikal, polisi berencana merekrut pemuda itu menjadi bagian tim pemberantasan kejaharan siber (cyber crime)

 

3 dari 4 halaman

Dihukum Dulu, Baru Dibina

Kanit III Subdit I Direktorat VI Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Ajun Komisaris Besar Polisi Idam Wasiadi, membenarkan hal itu. Tetapi, pihaknya akan menjalankan proses hukum atas pidana yang dilakukan Haikal terlebih dulu.

" Ya namanya orang harus dibetulkan, kan istilahnya kan diluruskan setelah menjalani hukuman, biar jadi anak baik, gitu loh. Biar bermanfaat bagi bangsa negara gitu loh. Jadi anak baik, intinya kan gitu," kata Idam.

Menurut Idam, setelah proses hukum Haikal selesai dijalankan, pemuda itu akan menjalani pembinaan. Haikal harus menjalani tahapan ini sebelum bergabung dalam tim siber Polri nanti.

" Kalau nggak dibina, nggak diluruskan, kan takutnya malah dimanfaatkan orang lain nggak bener," ujar dia.

Polisi tertarik merekrut Haikal lantaran ia berhasil meretas 4.000 laman online. Fakta ini terungkap dari keterangan teman Haikal yang terlibat kasus pembobolan laman tiket.com.

 

4 dari 4 halaman

Dirangkul, Bukan Dimusuhi

Menanggapi rencana ini, pengacara Haikal, Ramdan Alamsyah mengaku senang. Sebab, hal tersebut memang sudah pernah diajukan oleh tim kuasa hukum Haikal.

" Sudah benar itu (rencana merekrut Haikal). Sejak awal sudah bilang kepada penyidik. Makanya saya bilang pidana ya nggak masalah berjalan, toh yang digarisbawahi orangnya ini bukan seperti imigran asing itu. Ke sini dia ngontrak buka jaringan IT lalu bikin kloning kartu kredit, website, pencurian dan penipuan kan," ujar Ramdan.

Ramdan menuturkan orang-orang seperti Haikal ini harus segera dirangkul oleh pemerintah. Sebab, kata dia, apabila kemampuan khususnya itu tidak dimanfaatkan pemerintah, akan ada pihak-pihak yang berusaha memfasilitasi orang-orang seperti Haikal.

" Kalau dimusuhi nanti ada oknum-oknum orang yang memfasilitasi mereka. Ya kita yang rugi, bangsa ini," kata Ramdan.

Sepeti diketahui, Haikal ditangkap bersama tiga rekannya berinisal ALS, MKU dan NTM. Keempatnya ditetapkan tersangka kasus peretasan server laman PT Citilink Indonesia (www.citilink.co.id) dan laman PT Global Network (tiket.com)

Peretasan itu dijalankan pada rentan waktu 11-27 Oktober 2016. Manajemen tiket.com mengalami kerugian lebih dari Rp4 miliar akibat kasus ini.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku terancam Pasal 46 ayat (1), (2) dan (3) juncto Pasal 30 ayat (1), (2) dan (3) dan atau Pasal 51 ayat (1) dan (2) juncto Pasal 35 dan/atau Pasal 36, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Mereka juga dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 3, Pasal 5 dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya