Twitter dan Facebook 'Diperalat' China untuk Serang Demonstran Hong Kong

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 20 Agustus 2019 16:36
Twitter dan Facebook 'Diperalat' China untuk Serang Demonstran Hong Kong
Dua platform media sosial tersebut menemukan adanya sejumlah akun berasal dari daratan China, padahal keduanya tidak bisa dipakai di sana.

Dream - Twitter dan Facebook membuat pernyataan telah membubarkan kampanye digital yang disebarkan akun-akun dari China daratan. Kampanye tersebut disinyalir memiliki misi untuk menyerang para demonstran prodemokrasi Hong Kong.

Pada Senin kemarin, Twitter memblokir 200 ribu akun dan mendapati temuan adanya operasi yang diduga mendapat sokongan dari Pemerintah China. Dari jumlah tersebut, terdapat 936 akun yang dinyatakan paling aktif menyebarkan kampanye melemahkan demontran di Hong Kong.

Sedangkan Facebook menyatakan telah menghapus sejumlah akun dan halaman dari jaringan kecil setelah mendapat tip dari Twitter. Pengelola platform media sosial ini menyatakan investigasi yang mereka gelar menemukan adanya hubungan antara individu atau pemilik akun dengan pemerintah China.

" Kami mengungkap adanya operasi penyebaran infornasi yang disokong pemerintah secara signifikan difokuskan kepada situasi di Hong Kong, khususnya gerakan protes dan seruan mereka untuk perubahan politik," demikian pernyataan Twitter, dikutip dari Channel News Asia.

2 dari 6 halaman
asset dream.co.id
Beri Komentar
Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan