Unggah Cara Retas KPU, Pria Ini Bikin Berang Netizen

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 22 April 2019 17:17
Unggah Cara Retas KPU, Pria Ini Bikin Berang Netizen
Perhatian! Dilarang mencoba sebab berakibat fatal pada laptop atau komputer Anda!

Dream - Bagi sebagian orang, meretas pusat data atau server menjadi sesuatu yang mengasyikkan. Salah satu yang sedang menjadi pembicaraan yaitu aktivitas Muslim Cyber Army (MCA).

Seorang pemilik akun Haekal Abdullah Alchatib mengunggah cara yang dia yakini sebagai teknik meretas server KPU. Lima langkah itu dia bagikan di Facebook pribadinya, Kamis, 18 April 2019.

" Maujahaddah MCA hacktivist begini cara hack server KPU," tulis akun Haekal, diakses Senin, 22 April 2019.

Mengawali langkahnya, Haekal menyarankan pengguna untuk membuka Commands Prompt. Setelah terbuka, dia meminta pengguna mengetik diskpart.

" List disk. Ketik clean dan enter," kata dia.

Apakah perintah itu membawa Anda ke server KPU? Tentu saja tidak. Perintah itu merupakan cara menghapus data dalam hard disk drive (HDD) secara keseluruhan.

 

1 dari 4 halaman

Data di Hard Disk Akan Hilang

Salah satu korban yang mengikuti cara tersebut yaitu Nabil Adi. Pengguna Facebook itu membagikan foto komputer pribadinya yang mengalami kegalatan.

" Kalau benar-benar mengikuti perintah di atas berarti HDD mas-nya kehapus. Itu perintah emang sengaja buat hapus data-data di HDD mas-nya. Kalau data OS-nya di C: kehapus ya kaptopnya nggak bakal dijalanin OS-nya," kata Ahmad Redha Arissaputra memberi penjelasan.

Tapi, aksi iseng ini juga mengakibatkan seorang pengguna laptop kehilangan data-data pentingnya.

Belajar dari unggahan seperti ini, ada baiknya, warganet memastikan kebenaran dan tujuan unggahan itu. 

2 dari 4 halaman

3 Hacker Surabaya Bobol Keamanan 44 Negara, Termasuk AS

Dream - Polisi tangkap tiga hacker asal Surabaya yang diduga meretas ribuan situs dan sistem teknologi informasi di 44 negara. Tiga peretas berstatus mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Surabaya Black Hat itu masing-masing berinisial NA, KPS, dan ATP.

 Peretas Situs Dewan Pers Ditangkap Polisi

Menurut Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Roberto Pasaribu, komplotan ini sebenarnya berjumlah enam orang. Mereka diduga telah meretas sekitar 3.000 sistem teknologi infomasi dan web selama 2017.

Salah satu korbannya yaitu sistem elektronik pemerintahan di Los Angeles Amerika Serikat. Akibat serangan itu, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) ikut andil dalam penangkapan mereka.

Polisi mengungkap kasus tersebut setelah menerima informasi dari lembaga bentukan FBI, IC3 (Internet Crime Complaint Center) di New York, Amerika Serikat.

Setelah ditelusuri, ternyata para pelaku menggunakan IP Address yang berada di Indonesia, tepatnya Surabaya.

" Informasinya diberikan kepada kami pada Januari 2018 kemarin. Kemudian, kami analisis kurang lebih dua bulan, kami temukan lokasinya di Surabaya dan para tersangka utamanya," kata dia kepada Liputan6.com, Rabu, 14 Maret 2018.

Para tersangka kini mendekam di Polda Metro Jaya. Sebab, kasus ini disidik berdasarkan lokus peristiwa.

" Empat perusahaan nasional yang jadi korban berada di Jakarta. Perusahaan yang paling banyak terimbas itu di Jakarta," kata Roberto.

Dalam aksinya, peretas asal Surabaya tersebut menyasar database perusahaan yang memiliki banyak pelanggan atau customer.

" Kebanyakan (yang diretas) bergerak di bidang bisnis, private business. Untuk situs pemerintahan, yang terdeteksi baru satu, The City of Los Angeles. Sistem elektronik, bukan situs yang diretas," papar Roberto.

Sumber: Liputan6.com/Nanda Perdana Putra

3 dari 4 halaman

Ini 25 Password Paling Mudah Diretas Sepanjang 2018

Dream - Kebiasaan membuat kata sandi akan berakibat buruk. SplashDatamenemukan sejumlah pengguna komputer yang memasang kata sandi yang buruk dan mudah diprediksi.

Setelah mengevaluasi lebih dari lima juta kata sandi di internet, SplashDatamenemukan 25 kata sandi terburuk di 2018. Kata sandi tersebut akan membawa pengguna mudah diretas dan identitasnya dicuri.

Kombinasi kata sandi yang buruk semisal, `123456` dan `password`, berada di peringkat pertama penggunaan. Sementara itu, kata sandi menggunakan nama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump muncul untuk pertama kalinya.

" Maaf Tuan Presiden, namun ini bukan kabar bohong- menggunakan nama Anda atau nama biasa sebagai kata sandi merupakan pilihan berbahaya," kata CEO SplashData, Morgan Slain.

" Peretas sukses besar menggunakan nama-nama selebritis, termasuk dari artis-artis pop dan atlet, dan pola keyboard sederhana untuk membobol akun online karena mereka tahu banyak orang menggunakan pola yang mudah," ujar dia.

Setiap tahun, SplashData mengevaluasi jutaan kata sandi yang bocor untuk menentukan kata sandi mana yang paling banyak digunakan pengguna komputer di tahun tertentu.

Meski diketahui memiliki risiko, jutaan orang terus menggunakan kata sandi yang lemah dan mudah ditebak untuk melindungi informasi online mereka.

4 dari 4 halaman

Kata Sandi Terburuk 2018

Pada 2018 kata sandi `123456` dan `password` bertahan di dua tempat teratas dalam daftar. Dua kombinasi itu telah lima tahun bertengger menjadi kata sandi terburuk. Lima kata kunci teratas berikutnya dalam daftar hanyalah string numerik.

SplashData, penyedia aplikasi manajemen kata sandi misalnya, TeamsID, ​​Gpass, dan SplashID, merilis daftar kata sandi tahunannya sebagai upaya mendorong penggunaan kata sandi yang ketat.

" Harapan kami dengan menerbitkan daftar ini setiap tahun, untuk meyakinkan orang mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri mereka secara online," kata Slain.

Berikut kata sandi terburuk 2018:

1. 123456 
2. password 
3. 123456789 
4. 12345678
5. 12345 
6. 111111 
7. 1234567 
8. sunshine 
9. qwerty 
10. iloveyou 
11. princess 
12. admin
13. welcome
14. 666666 
15. abc123 
16. football 
17. 123123 
18. monkey 
19. 654321 
20. !@#$%^&*
21. charlie 
22. aa123456 
23. donald 
24. password1
25. qwerty123

(ism)

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie