21 Juta Pengguna Ponsel di China Mendadak Lenyap Sejak Wabah Corona

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 2 April 2020 09:36
21 Juta Pengguna Ponsel di China Mendadak Lenyap Sejak Wabah Corona
Jumlah tersebut memunculkan dugaan angka kematian di China lebih besar dari yang dilaporkan.

Dream - Pandemi virus corona di China ternyata tak hanya berdampak pada kesehatan ekonomi. Sektor telekomunikasi juga terpukul.

Harian The Epoch Times melaporkan terjadi penurunan drastis pengguna ponsel di China. Sebanyak 21 juta akun pengguna ponsel tiba-tiba lenyap dalam beberapa bulan terakhir.

Pada 19 Maret lalu, Kementerian Industri dan Teknologi Infonrmasi China merilis data statistik terbaru pengguna ponsel di setiap provinsi sepanjang Februari 2020. Dibandingkan dengan data statistik periode November 2019 yang dirilis pada 18 Desember 2019, angka pengguna ponsel turun drastis.

Pada November 2019, pengguna ponsel mencapai 1,601 miliar. Jumlah tersebut turun sebanyak 21 juta menjadi 1,51 miliar sepanjang Februari 2020.

Pengamat China di Amerika Serikat, Tang Jingyuan, mengatakan Pemerintah China mewajibkan semua warganya menggunakan ponsel untuk mendapatkan kode kesehatan. Untuk warga yang memiliki kode kesehatan hijau hanya boleh bepergian di dalam negeri dan mustahil bagi seseorang untuk menghapus akun ponselnya.

 

1 dari 5 halaman

Aplikasi Pemantau Kesehatan

Pemerintah China telah meluncurkan kode kesehatan berbasis ponsel pada 10 Maret lalu. Warga diminta untuk memasang aplikasi di ponselnya dan mendaftarkan informasi kesehatannya melalui aplikasi itu.

Aplikasi tersebut akan memunculkan QR code dalam tiga warna untuk menandai level kesehatan si pengguna aplikasi.

Kode berwarna merah berarti pengguna terpapar penyakit menular. Kuning berarti pengguna memiliki peluang terjangkit penyakit menular dan hijau berarti pengguna tidak terjangkit penyakit menular.

Pemerintah China mengatakan kode kesehatan tersebut efektif dalam mencegah persebaran virus corona.

Direktur Administrasi Informasi dan Komunikasi Kementerian Industri dan Teknologi Informasi, Han Xia, menjelaskan penurunan angka pengguna ponsel tersebut akibat banyaknya sektor bisnis yang tutup sejak Februari 2020 akibat karantina dari Pemerintah.

 

2 dari 5 halaman

Angka Kematian di China Diduga Lebih Besar?

Muncul dugaan angka kematian di China tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Angka kematian di China bisa dibandingkan dengan di Italia.

Menurut WHO, angka kematian di Italia mencapai 10.781 dari 97.689 kasus. Sedangkan di China, 3.310 kematian dari total 82.447 kasus positif corona.

Angka tersebut menunjukan tingkat kematian di Italia mencapai 11,03 persen. Sementara di China hanya 4,01 persen, meski populasi penduduknya lebih banyak.

Terdapat tujuh rumah pemakaman di Wuhan yang mengkremasi mayat 24 jam sehari, tujuh hari sepekan pada akhir Januari lalu. Provinsi Hubei telah mengerahkan 40 fasilitas krematorium yang masing-masing mampu membakar lima ton sampah medis dan mayat per hari sejak 16 Februari lalu.

Minimnya data kematian yang ditunjukkan China menjadi misteri. Hilangnya 21 juta pengguna ponsel bisa saja menjadi dugaan angka kematian sesungguhnya lebih tinggi dari yang dilaporkan sebelumnya.

(Sah, Laporan: Razdkanya Ramadhanty)

3 dari 5 halaman

Update Corona Indonesia: Kasus Positif 1.677, Provinsi Pasien Covid-19 Terbesar

Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan penambahan pasien positif Covid-19 sejak 31 Maret 2020 hingga 1 April 2020 pukul 12.00 WIB. Terdapat penambahan 149 orang pasien positif Covid-19.

" Sehingga total 1677 orang," ujar Achmad Yurianto, Rabu, 1 April 2020.

Selain kasus positif terdapat 22 pasien yang dinyatakan pulih. Dengan penambahan itu, total ada 103 pasien yang dinyatakan pulih.

Sementara itu, kasus kematian bertambah 21 orang. Penambahan itu membuat total kematian akibat Covid-19 yaitu berjumlah 157.

Dari total jumlah tersebut, lima provinsi di Pulau Jawa menjadi area merah. DKI Jakarta, tercatat memiliki 808 pasien positif Covid-19. Di bawah DKI Jakarta, jumlah pasien terbesar terdapat di Jawa Barat dengan total 220 orang.

4 dari 5 halaman

Jaga Diri

Banten mencatatkan pasien Covid-19 sebanyak 152 pasien positif. Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing terdapat 104 orang yang positif Covid-19.

Sementara itu, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatatkan angka 28 orang pasien Covid-19.

Saat ini, menurut data yang dibagikan Gugus Pusat Penanganan Covid-19 terdapat 28 pasien yang masih menjalani verifikasi di lapangan.

Yuri berharap, penambahan ini tak terjadi. Dia meminta masyarakat untuk memastikan orang tua dan keluarganya tak terluar.

" Kita harus tetap sehat, jaga jarak aman kita, dalam berkomunikasi sosial setidak-tidaknya dua meter, cuci tangan

tetap aman dan produktif di rumah," ucap dia.

5 dari 5 halaman

Update Corona 31 Maret 2020: Kasus Positif Jadi 1.528 Orang, 81 Pasien Sembuh

Dream - Data kasus terkonfirmasi positif virus corona covid-19 di Indonesia masih bertambah. Dari pantauan data sejak 30 Maret pukul 12.00 WIB hingga 31 Maret 2020 jam yang sama, jumlah pasien positif terinfeksi Covid-19 bertambah sebanyak 114 kasus.

" Terdapat penambahan kasus konfirmasi positif yang baru sebanyak 114 kasus sehingga menjadi 1.528 kasus," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, Selasa 30 Maret 2020.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 juga melaporkan angka pasien positif corona yang sudah dinyatakan sembuh bertambah sebanyak 6 orang. Sehingga, total pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh mencapai 81 orang.

Sedangkan angka kematian dalam 24 jam terakhir hingga pukul 12 siang tadi bertambah 14 pasien. Dengan demikian, total pasien meninggal akibat virus corona menjadi 136 kasus.

" Kasus kematian ini adalah kasus kematian dari penderita konfirmasi positif Covid-19," kata Yurianto.

Lebih lanjut, Yurianto mengingatkan virus akan berpindah bersamaan dengan perpindahan manusia. Dia meminta masyarakat untuk tidak pulang pulang kampung dulu.

" Saya yakin kita semua sayang dengan keluarga kita. Oleh karena itu sebaiknya tunda dulu untuk melaksanakan perjalanan panjang dalam rangka pulang ke kampung halaman," kata Yurianto.(Sah)

Beri Komentar