WhatsApp Kenalkan Fitur Katalog untuk UKM

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 4 Desember 2019 12:12
WhatsApp Kenalkan Fitur Katalog untuk UKM
Katalog membantu pebisnis memperkenalkan produk milik UMKM.

Dream - WhatsApp mengenalkan fitur Katalog. Fitur ini akan muncul di WhatsApp Business.

WhatsApp hari ini menyelenggarakan pelatihan perdananya di Jakarta. WhatsApp mengundang para pebisnis kecil untuk mendapatkan keterampilan fotografi pemasaran dan mendapatkan manfaat penuh dari fitur Katalog.

" Kami meluncurkan Katalog untuk memudahkan para pebisnis kecil menciptakan etalase secara mobile, yang membantu mereka untuk menampilkan dan membagikan informasi produk kepada para pelanggannya. Dengan Katalog, pelanggan dapat dengan mudah menjelajah dan menemukan sesuatu yang ingin dibeli," kata Sravanthi Dev, Direktur Komunikasi WhatsApp Asia Pasifik, dalam keterangan resminya, Rabu, 4 Desember 2019.

Membuat katalog dengan aplikasi WhatsApp Business hanya memerlukan beberapa langkah mudah. Hal terpenting bagi pebisnis kecil yaitu mempersiapkan galeri foto produk dan jasa yang lengkap dan konsisten.

“ Melalui pelatihan hari ini, kami ingin meningkatkan keterampilan fotografi pelaku bisnis kecil dan membantu mereka menghasilkan foto yang menarik agar dapat memikat para pelanggan dengan produk ataupun jasa yang mereka tawarkan,” ucap dia.

 

1 dari 4 halaman

Edukasi WhatsApp untuk UKM

 Pelatihan fotografi di WhatsApp Business (Foto: Istimewa)© Pelatihan fotografi di WhatsApp Business (Foto: Istimewa)

Pelatihan fotografi di WhatsApp Business (Foto: Istimewa)

Selain membantu pelaku bisnis kecil untuk memanfaatkan fitur Katalog terbaru secara maksimal, WhatsApp juga memberikan sesi edukasi khusus untuk mengembangkan usaha mereka lebih cepat dengan WhatsApp Business.

Katalog yang dibuat oleh para pebisnis kecil akan tampil pada laman profil bisnisnya. Setiap produk dan jasa dalam katalog bisa diberi nama yang unik termasuk deskripsi produk, tautan situs bisnis, dan kode produk.

Penanda ini dapat memudahkan pelanggan untuk mengidentifikasi produk dalam katalog. Pelaku bisnis dapat mengunggah maksimal 500 foto produk atau jasa ke dalam katalog mereka.

Fitur Katalog sudah tersedia pada aplikasi WhatsApp Business untuk ponsel pintar dengan Sistem Operasi Android dan iPhone di Indonesia.

2 dari 4 halaman

Si Kuda Terbang, Virus Pengintai Pengguna WhatsApp

Dream - Facebook melaporkan tindakan melawan hukum yang dilakukan perusahaan mata-mata Israel, NSO Group. Perusahaan itu dituding telah menggunakan spyware bernama Pegasus alias si kuda terbang untuk meretas sejumlah pengguna WhatsApp.

Menurut laman CNet, kabar ini bermuka pada laporan di Mei 2019. Facebook meminta NSO Group bertanggung jawab atas peretas yang memasang spyware di ponsel.

Saat sistem sypware ini menyusup, target peretasan tidak perlu mengangkat atau mengambil tindakan lain. Artinya, pengguna iPhone dan Android tidak akan menyadari serangan tersebut.

Namun NSO Grroup membantah tuduhan itu dan menyatakan akan " memerangi mereka" dengan penuh semangat.

" Satu-satunya tujuan NSO adalah untuk menyediakan teknologi bagi badan intelijen dan penegak hukum pemerintah berlisensi untuk membantu mereka memerangi terorisme dan kejahatan serius," kata NSO dalam sebuah pernyataan.

" Teknologi kami tidak dirancang atau dilisensikan untuk digunakan terhadap aktivis hak asasi manusia dan jurnalis. Teknologi ini telah membantu menyelamatkan ribuan nyawa selama beberapa tahun terakhir."

Meskipun spyware seperti Pegasus dan exploit WhatsApp tidak tersebar luas, malware tersebut digunakan untuk serangan yang ditargetkan pada orang-orang tertentu.

WhatsApp mengatakan dengan yakin bahwa sekitar 1.400 orang menjadi sasaran eksploitasi panggilan telepon, termasuk wartawan, pengacara, aktivis hak asasi manusia, pejabat pemerintah, pembangkang politik dan diplomat.

3 dari 4 halaman

Bahaya Pakai VPN untuk Akses WhatsApp

Dream - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara, mengatakan bahaya menggunakan Virtual Private Network (VPN) untuk mengakses WhatsApp.

" Kami sudah memperhitungkan salah satunya melalui VPN, selalu dikatakan bisa bypass lewat VPN, namun hindari VPN karena (kalau kita menggunakan) VPN gratis bisa terdampak terbukanya data-data pribadi," ucap Rudiantara, dilaporkan Liputan6.com, Kamis 23 Mei 2019.

Alasan lain yang muncul yaitu, penggunaan VPN dapat menjadi akses masuknya malware atau virus ke ponsel pengguna. Terutama, aplikasi VPN yang gratis. " Kalau gratis, hindari. Pokoknya hindari menggunakan aplikasi WhatsApp melalui VPN," kata dia.

Dia mencontohkan, penggunaan VPN marak digunakan di China. Di Negeri Tirai Bambu ini, negara membatasi akses aplikasi besutan Android dan iOS.

" Di Tiongkok, WhatsApp tidak bisa, tetapi menggunakan VPN bisa, tetap berbahaya memakai VPN," ucap dia.

4 dari 4 halaman

Bagaimana dengan VPN berbayar?

Pengecualian disampaikan Rudiantara. Untuk VPN berbayar seharga Rp2-3 juta, Rudiantara menggaransi penggunaannya.

Sebelumnya disampaikan, Rudiantara belum dapat memastikan kapan akses media sosial dan instant messenger, semisal WhatsApp, Instagram, dan Twitter dapat digunakan secara penuh. Dia menunggu situasi dinyatakan kondusif.

" Saya tidak bisa tetapkan besok atau lusa (membuka akses ke media sosial) saya harap situasi kembali normal," kata dia.


Sumber: Liputan6.com/Agustin Setyo Wardani

Beri Komentar