WhatsApp Luncurkan Kunci Sidik Jari, Begini Cara Memakainya

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 1 November 2019 13:39
WhatsApp Luncurkan Kunci Sidik Jari, Begini Cara Memakainya
Cara menggunakan fitur kunci sidik jari WhatsApp bisa dilakukan dengan mudah.

Dream - WhatsApp memperbarui keamanan aplikasinya. Aplikasi perpesanan milik Mark Zuckerberg ini menempatkan kunci sidik jari bagi para pengguna Android.

Sebelumnya sistem pengamanan sidik jari diperkenalkan di iOS. WhatsApp

" Hari ini kamimemperkenalkan autentikasi serupa yang memungkinkan Anda untuk membuka kunci aplikasi dengan sidik jari pada telepon Android," tulis Whatsapp, Jumat, 1 November 2019.

Untuk mengaktifkan setelan ini, para pengguna dapat menuju aplikasi WhatsApp dan membuka menu Setelan. Setelah masuk, pengguna dapat membuka Akun.

Cek di pilihan Privasi. Dan aktifkan Kunci Sidik Jari.

" Nyalakan Buka kunci dengan sidik jari, lalu konfirmasikan sidik jari Anda," kata WhatsApp.

WhatsApp meluncurkan Touch ID dan Face ID untuk iPhone untuk memberikan lapisan keamanan tambahan bagi pengguna WhatsApp pada awal tahun ini.

1 dari 7 halaman

Badan Sandi Negara Ingatkan Bahaya Celah Keamanan WhatsApp

Dream - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengeluarkan peringatan teentang celah keamanan di WhatsApp. Celah keamanan ini terletak pada pesan yang mengandung konten file GIF.

" (Penyerang memanfaatkan) kode CVE-2019-11932 atau yang umum dikenal sebagai celah kemanan “ double-free” bug pada Whatsapp," tulis BSSN, diakses Jumat, 11 Oktober 2019.

Dalam keterangan resminya, BSSN menyatakan bahwa pada 2 Oktober 2019, Facebook telah mengungkap kerentanan pada WhatsApp yang memungkinkan penyerang melakukan pengambilalihan aplikasi, Remote Code Execution (RCE).

Celah sistem ini beroperasi pada Android 8.1 dan 9.0 serta WhatsApp versi 2.19.230. Tetapi, kode itu tidak bekerja untuk Android versi 8.0 dan sebelumnya.

2 dari 7 halaman

Perbarui Informasi

Pelaku disebut mampu memanfaatkan celah keamanan dari dokumen dan kemudian mengirimkan file berjenis GIF.

" Jika penyerang telah masuk di dalam daftar kontak target (misalkan sebagai teman) maka file GIF berbahaya tersebut akan secara otomatis diunduh tanpa adanya interaksi dari korban," ucap dia.

Celah keamanan yang masuk melalui file itu dapat dimanfaatkan penyerang untuk mencuri informasi yang tersimpan di gawai milik Anda. " Termasuk melihat sesi percakapan yang tersimpan di dalam database Whatsapp," ucap dia.

Agar celah keamanan itu tertutupi, Facebook menyarankan agar pengguna memuthakirkan (update) ke versi terbaru.

3 dari 7 halaman

Isu WhatsApp Pay Masuk Indonesia, Ini Kata Menkominfo

Dream - Rudiantara menanggapi rumor yang menyebut dompet digital, WhatsApp Payment (Whatsapp Pay), yang akan masuk ke Indonesia. Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika itu, yang paling penting masuknya Whatsapp Pay tidak merugikan masyarakat.

“ Kalau saya melihatnya kita harus terbuka dengan teknologi. Tapi yang nomor satu bukan hanya terbuka, tapi menyiapkan kebijakan yang melindungi masyarakat,” kata Rudiantara, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 8 Oktober 2019.

Rudiantara menambahkan, masyarakat harus terlindung. Selain itu, kehadiran Whatsapp Pay juga harus mempertimbangkan keberlangsungan industri keuangan lain di Indonesia.

“ Ke dua menjaga sustanaibility dari industri keseluruhan. Saya mengerti pasti nanti ada pertanyaan bagaimana kalau bank itu dibuka,” ujarnya.

Dengan masuknya Whatsapp Pay ke Indonesia, pengiriman uang bakal semudah mengirim chat atau pesan di Whatsapp.

" Kalau di Kominfo tenang-tenang saja karena biasa kan itu kompetisi. Kebijakan harus lebih terbuka, bahkan selama saya jadi menteri, saya harus membunuh peraturan menteri lama," terang .

“ Tahun lalu, saya mengeluarkan hanya 18 peraturan menteri tapi membunuh 70 lebih peraturan menteri,” tambah dia.

4 dari 7 halaman

Uji Coba di India

Rumor masuknya WhatsApp Pay ke Indonesia memang rami dibincangkan beberapa hari belakangan. Sumber anonim yang dikutip Reuters menyebutkan, WhatsApp tengah dalam pembicaraan dengan sejumlah penyedia layanan dompet digital lokal, antara lain Gojek dengan layanan Gopay, DANA, dan Ovo.

Sayangnya, kabar ini belum dikonfirmasi oleh pihak-pihak terkait. Namun demikian, layanan dompet digital ini sebenarnya sudah dipastikan akan hadir di India.

Di Tanah Hindustan itu, WhatsApp Pay telah diuji coba sejak tahun 2018. Dengan WhatsApp Pay, proses transfer uang bakal secepat dan semudah mengirim pesan di aplikasi WhatsApp.

WhatsApp Pay dirilis pada Februari 2018 dengan menawarkan kemampuan peer-to-peer, pengguna bisa menghubungkan akun WhatsApp mereka ke akun perbankan. Sehingga, pengguna bisa saling berkirim uang atau melakukan pembayaran.

Di India, WhatsApp sempat merangkul beberapa bank untuk memuluskan uji coba WhatsApp Pay, antara lain adalah ICICI Bank, Axis Bank, HDFC Bank, dan SBI.

5 dari 7 halaman

Cara Kerja

Berdasarkan pengaplikasian WhatsApp Pay di India, layanan ini bisa dibilang mirip dengan pembayaran mobile melalui WeChat di Tiongkok.

Metode ini dikenal sebagai WeChat Pay, pengguna Tiongkok kini mengandalkan WeChat Pay untuk melakukan pembayaran mulai dari belanja, ongkos bus, hingga memberi sedekah ke pengemis.

Prinsipnya sama dengan WhatsApp Pay, layanan bersifat peer-to-peer yakni akun WeChat terhubung dengan perbankan. Saking masifnya ekosistem WeChat di Tiongkok, WeChat Pay kini dipakai oleh lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan.

6 dari 7 halaman

Alasan Belum Diluncurkan

Sayangnya, di India, uji coba WhatsApp Pay sempat terganjal regulasi privasi baru. Regulasi privasi ini mempersyaratkan, paling lambat 15 Oktober 2018, WhatsApp harus memiliki layanan penyimpanan data di India.

Gara-gara hal tersebut, WhatsApp Pay sampai sekarang belum benar-benar diluncurkan.

Meski perjalanan WhatsApp Pay belum mulus di India, layanan ini kabarnya akan dihadirkan di negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Kepala Global WhatsApp, Will Catchcart, mengatakan, jika berjalan lancar, pada akhir tahun 2019 WhatsApp Pay akan digulirkan ke negara-negara lainnya. Dengan begitu, WhatsAppPay akan mempercepat inklusi keuangan.

 

7 dari 7 halaman

Diperluas

Terbaru, mengutip Reuters, salah satu negara yang akan kebagian WhatsApp Pay adalah Indonesia. Pihak WhatsApp bahkan tengah berdiskusi dengan sejumlah perusahaan penyedia layanan pembayaran digital di Indonesia.

Namun, berbeda dengan di India yang menghubungkan akun WhatsApp dengan akun perbankan, di Indonesia, WhatsApp Pay hanya akan bertindak sebagai platform pendukung pembayaran melalui dompet digital lokal.

Sumber Reuters mengatakan, " Indonesia bakal menjadi model bagi Whatsapp untuk mengadopsi konsep serupa di pasar negara berkembang lainnya."

" Selain itu, ini bakal menjadi cara agar menyiasati peraturan lokal terkait pemain asing yang membuat dompet digital mereka sendiri," kata sumber anonim itu.

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'