Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Berawal dari membuat ponsel yang dianggap tidak bisa hancur, kini Nokia sekali lagi membuat inovasi baru dan membuat brand-nya menjadi bahan perbincangan di social media.
Pada 19 Oktober 2020 kemarin, Nokia secara resmi mengumumkan bahwa pihaknya dipilih oleh badan antariksa Amerika Serikat, NASA, untuk membangun jaringan seluler pertama di bulan.
Perusahaan asal Finlandia tersebut, NASA berencana membangun pemukiman manusia di bulan dibawah program antariksa Artemis.
Dilansir dari World of Buzz, Rabu, 21 Oktober 2020, menurut ABC, produsen peralatan telekomunikasi itu mengungkapkan, divisi Nokia Bell Labs akan membangun sistem komunikasi 4G pertama yang akan digunakan di permukaan bulan pada akhir tahun 2022.
Nokia diketahui akan bermitra dengan perusahaan desain pesawat ruang angkasa swasta asal Texas, Intuitive Machines, untuk mengirimkan peralatan penunjang ke bulan.
Transportasi peralatan akan ditangani oleh pihak Intuitive Machines menggunakan pesawat lunar.

Setelah melakukan perakitan konfigurasi, jaringan akan membentuk komunikasi 4G/LTE di bulan. Namun, Nokia berambisi akan membentuk jaringan 5G menurut berita harian Asia One.
Jaringan tersebut akan membantu para astronot melakukan komunikasi dengan suara dan video. Penelusuran dan kendali jarak jauh untuk menjelajah bulan menggunakan robot juga dimungkinkan menurut pernyataan Nokia.
Gimana nih menurut Sahabat Dream? Teknologi nampaknya semakin maju ya!
Sumber: World of Buzz
Dream – NASA telah menemukan bukti kehidupan di Venus pada tahun 1978, tapi tidak menyadarinya.
Ahli biokimia Rakesh Mogul mengatakan arsip badan antariksa Amerika Serikat itu mengungkapkan penyelidikan mengambil tanda-tanda fosfin (gas yang diproduksi oleh mikroba) selama misi Pioneer 13 ke planet ini.
Dikutip dari laman Daily Star, astronom Inggris dan Amerika bulan lalu juga mengumumkan pihaknya telah menemukan bahan kimia yang menjadi bukti tanda kehidupa di atmosfer planet Venus.
Dr Mogul mengatakan timnya membuat temuan itu saat menelusuri kembali arsip NASA. Data dikumpulkan dari Large Probe Neutral Mass Spectrometer yang dijatuhkan ke atmosfer Venus sebagi bagian dari misi Pioneer 13.
Ia menyebut analisa artikel ilmiah itu sebenarnya membahas tentang senyawa fosfor yang menjadi tanda-tanda phospine, yang mana seringkali dihasilkan dari adanya kehidupan mikroba.
Penemuan itu terjadi setelah para peneliti memastikan bahwa pihaknya telah menemukan gas di atmosfer Venus bulan lalu.
Penulis studi Sara Seager, seorang ilmuwan planet di Institut Teknologi Massachusetts mengatakan, “ ini merupakan penemuan yang menakjubkan dan secara tiba-tiba. Ini pasti akan memicu lebih banyak penelitian tentang kemungkinan kehidupan di atmosfer Venus.”
“ Salah satu pertanyaan astronom terbesar yang belum terjawab adalah apakah kehidupan di bumi itu langka dan unik, atau jika kita hanyalah salah satu dari banyak tempat di seluruh alam semesta yang dipenuhi dengan mahluk hidup,” ucap ahli astrofisika di San Fransisco State University dan University of San Fransiso, Aaron White.
“ Sejauh ini penemuan itu menjadi bukti paling kuat yang kami miliki untuk menunjukkan kehidupan di tempat lain. Ada beberapa tempat berbeda di tata surya kita di mana kami menduga kehidupan dapat ditemukan, dan Venus jelas merupakan tempat paling dekat yang telah ditemukan,” tambahnya.
White mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengonfirmasi hipotesis ini. Tetapi jika penelitian itu benar, maka bisa berarti bahwa kehidupan mungkin bisa muncul di manapun tempatnya, termasuk di planet lain selain Bumi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya