Wow! Penjelasan Mengejutkan Ilmuwan Terkait Kiamat Alam Raya

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Kamis, 13 Agustus 2020 13:12
Wow! Penjelasan Mengejutkan Ilmuwan Terkait Kiamat Alam Raya
Para peneliti dari Illinois State University mengatakan temuan mengejutkan terkait tanda-tanda kiamat yang akan terjadi.

Dream – Selama ini para ilmuwan masih dibuat penasaran terkait proses berakhirnya alam semesta. Bahkan beberapa pihak menyebut akan terjadi ledakan dahsyat di hari kiamat.

Namun tampaknya isu itu kini mampu dipatahkan peneliti Illinois State University. Menurutnya, hari kiamat akan terjadi saat bintang-bintang perlahan mulai menghilang, bukan dengan ledakan. 

" Hari itu, alam raya akan menjadi tempat yang sedikit menyedihkan, sepi, dan dingin. Bahkan mungkin saja tidak akan ada manusia yang benar-benar menyaksikannya secara langsung,” ujar Dr Matt Caplan, salah seorang peneliti.

Menurut perhitungan, berakhirnya alam semesta akan ditandai dengan kondisi bumi yang sangat gelap, namun bisa saja muncul ledakan-ledakan bintang.

1 dari 2 halaman

Bintang Akan Musnah

Dalam proses berakhirnya alam semesta, bintang masif akan hilang karena ledakan. Sedangkan bintang katai putih cenderung akan menyusut perlahan sebelum musnah.

“ Bintang yang kurang dari 10 kali massa matahari tak memiliki gravitasi. Nantinya, bintang masif tidak dapat meledak di dalam supernova,”jelas Dr Caplan.

“ Beberapa triliun tahun ke depan, katai putih akan mendingin, lebih redup, dan membeku. Lalu ia akan berubah menjadi bintang 'katai hitam' yang tidak lagi bersinar.” tambahnya.

Saat ini, sebagian besar katai putih terbuat dari unsur-unsur ringan seperti karbon dan oksigen. Bintang tersebut bisa memiliki besar seukuran bumi, namun massanya akan sebanyak matahari.

2 dari 2 halaman

Alam Semesta Berakhir

Viral Kiamat Bakal Terjadi 15 Ramadhan 1441 H, Ini Penjelasan LAPAN© MEN

Pada umumnya, bintang bersinar akibat dari fusi termonuklir yang melepaskan energi. Katai putih akan menjadi abu karena terbakar. Namun reaksi fusi masih bisa terjadi karena penerowongan kuantum, hanya saja jauh lebih lambat. 

Meski terdengar amat mengerikan, perhitungan Dr Caplan menyebut manusia masih memiliki waktu yang sangat lama sebelum berakhirnya alam semesta. 

" Peristiwa ini pasti akan terjadi, tapi dalam jangka waktu yang sangat lama," jelasnya. 

Sumber Mirror

Beri Komentar