Xiaomi Kirim 2.500 Power Bank ke Palu dan Donggala

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 1 Oktober 2018 19:42
Xiaomi Kirim 2.500 Power Bank ke Palu dan Donggala
Untuk menyalurkan bantuan, produsen gadget ini bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap.

Dream – Bantuan demi bantuan terus mengalir untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Salah satunya dari produsen gawai Xiaomi yang menggandeng Aksi Cepat Tanggap (ACT). 

“ Hati dan doa kami bersama dengan seluruh masyarakat yang mengalami dampak dari gempa bumi dahsyat dan tsunami di Palu dan Donggala,” kata Xiaomi Indonesia Country Manager and Head of South Pacific Region, Steven Shi di Jakarta dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 1 Oktober 2018.

Bantuan yang diberiikan berupa makanan dan minuman, popok bayi, senter, dan power bank. Obat-obatan dan produk kebersihan juga diberikan.

President ACT, Ahyudin menyambut baik kerja sama ini. Ahyudin mengatakan banyak kebutuhan darurat di Palu dan Donggala, seperti makanan, kebutuhan bayi, dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Lalu, bank daya (power bank) juga menjadi barang kebutuhan mendesak karena listrik masih belum bisa diaktifkan.

“ Bantuan powerbank sangat membantu bagi korban selamat yang ingin memberi kabar ke sanak saudara,” kata dia.

Semoga tidak berhenti sampai disini saja, tapi berkelanjutan untuk memberikan dampak yang lebih massive bagi masyarakat korban bencana,” tambahnya.

Untuk mendukung kebutuhan yang mendesak, Xiaomi juga menyediakan 2.500 unit powerbank yang siap digunakan oleh para relawan, keluarga, dan tim lokal di lapangan. Tujuannya agar relawan dan tim lapangan terhubung agar dapat memberikan kabar berkelanjutan kepada khalayak luar.

1 dari 2 halaman

832 Orang Meninggal Akibat Gempa & Tsunami di Palu dan Donggala

Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga pukul 13.00 WIB, korban meninggal dunia akibat gempa serta tsunami di Donggala dan Palu mencapai 832 orang.

" 832 orang meninggal dunia, dari kota Palu 821 orang dan Kabupaten Donggala 11 orang," kata Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Minggu 30 September 2018.

Sutopo menjelaskan, korban meninggal dunia diakibatkan karena tertimpa bangunan yang runtuh dan tersapu tsunami. Sebelum dimakamkan, para korban terlebih dulu diidentifikasi oleh tim DVI menggunakan metode face recognition dan sidik jari.

" Hari ini korban mulai dimakamkan secara massal untuk menghindari timbulnya penyakit," ucap dia.

Selain itu, korban luka berat tercatat ada 540 orang dan sedang dirawat di rumah sakit. Akibat mubisah ini, 16.732 jiwa menungusi yang tersebar di 24 titik.

" Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah karena masih banyak korban yang belum teridentifikasi," ujar dia.

Saat ini, tim Basarnas dan tim gabungan tengah melakukan pencarian korban di Kota Palu dengan fokus di Hotel Roa Roa, Mall Ramayana, Restaurant Dunia Baru, Pantai Talise, Perumahan Balaroa serta mencari korban di puing-puing bangunan yang runtuh.

[crosslink_1]

2 dari 2 halaman

Kisah Pilu Balita Korban Gempa Palu yang Digendong Mensos Agus Gumiwang

Dream - Suasana duka masih menyelimuti wilayah Donggala dan Palu pasca gempa dan tsunami pada Jumat, 28 September 2018. Dalam peristiwa itu, ada kisah pilu dialami oleh seorang balita yang terpisah dengan orangtuanya saat bencana terjadi.

Saat mengunjungi lokasi bencana, Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita sempat menggendong bocah malang itu di Mapolda Sulawesi Tengah. Bocah itu terlihat sangat nyaman hingga tertidur.

Yang lebih memilukannya lagi, orangtua balita itu hingga kini masih belum ditemukan keberadaannya.

" Kedua orangtuanya belum ditemukan," ujar Agus seperti dikutip dari Liputan6.com, Minggu 30 September 2018.

Agus menuturkan, anak-anak ditempatkan dalam pengungsian kategori kelompok rentan. Mereka merupakan satu dari empat kelompok rentan yang harus mendapat perlindungan segera sesaat setelah terjadinya bencana.

" Tiga lainnya adalah perempuan hamil, penyandang disabilitas, dan lansia," ujar dia.

Sumber: Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta

Beri Komentar