Zat Tunggal Adalah: Definisi, Unsur dan Senyawa Rumus Kimia

Reporter : Arini Saadah
Rabu, 5 Agustus 2020 11:46
Zat Tunggal Adalah: Definisi, Unsur dan Senyawa Rumus Kimia
Zat tunggal adalah zat yang masih murni.

Dream – Segala sesuatu yang ada di dunia ini terdiri dari berbagai macam materi yang digolongkan ke dalam zat tunggal dan campuran.

European Chemicals Agency mendefinisikan zat sebagai unsur kimia dan senyawa yang masih alami atau sudah melalui proses pencampuran reaksi kimia pembentukan suatu zat.

Sementara itu, menurut Encyclopaedia Britannica, zat tunggal adalah zat yang terdiri dari satu jenis atom. Zat tunggal adalah zat yang masih murni dan terdiri dari atom-atom yang sejenis.

Contoh zat tunggal adalah oksigen, besi, dan air. Oksigen hanya mengandung jenis atom air.

Zat tunggal dibagi menjadi unsur dan senyawa. Kali ini Dream akan mengulas tentang zat tunggal dengan penjelasan unsur dan senyawanya. Mari kita simak ulasannya berikut ini.

1 dari 6 halaman

Definisi Zat Tunggal

Ilustrasi© freepik.com

Materi yang ada di dunia ini dapat digolongkan ke dalam zat tunggal dan zat campuran. Zat tunggal adalah suatu zat yang terdiri dari materi yang sejenis. Sedangkan zat campuran adalah suatu zat yang terdiri dari dua atau lebih jenis materi.

Air disebut sebagai zat tunggal karena terdiri dari materi air saja. Akan tetapi air laut merupakan zat campuran karena terdiri dari air dan zat lainnya (garam).

Kategori zat tunggal adalah dibedakan menjadi unsur dan senyawa. Perbedaan keduanya akan kami ulas dalam pembahasan berikutnya.

2 dari 6 halaman

Zat Tunggal: Unsur

Ilustrasi© freepik.com

Unsur merupakan zat tunggal yang materinya tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana. Sebab materi unsur zat tunggal adalah tidak terlalu banyak. Contoh unsur adalah besi (Fe), emas (Au), karbon (C), nitrogen (N), aluminium (Al), dan oksigen (O).

Di alam ini hanya terdapat 90 jenis unsur yang sudah tercantum di dalam sistem periodik unsur. Akan tetapi perkembangan ilmu pengetahuan membuat para ilmuwan berhasil membuat unsur-unsur baru. Saat ini jumlah unsur di bumi tidak kurang dari 114 jenis unsur. Kemungkinan jumlah tersebut akan bisa bertambah lagi sesuai perkembangan ilmu pengetahuan.

Setiap unsur memiliki suatu lambang yang disebut lambang unsur atau lambang atom. Sejarah mencatat cara pemberian nama lambang atom yang digunakan sekarang ini merupakan penemuan dari Jons Jakob Berzelius (1779-1848). Setiap unsur diberi lambang dengan satu huruf besar di awal yang merupakan nama Latin unsur yang bersangkutan.

Unsur yang ditemukan keberadaannya di alam seperti oksigen, hidrogen (H), kalsium (Ca), dan besi (Fe).

3 dari 6 halaman

Jenis-Jenis Unsur

Ilustrasi© freepik.com

Unsur Kimia dibedakan berdasarkan bentuknya menjadi 3 jenis, yaitu unsur kimia padat, unsur kimia cair, dan unsur kimia gas.

Kemudian unsur kimia juga dibedakan berdasarkan table periodik unsur yaitu, unsur logam, unsur non-logam, dan unsur semi logam.

Unsur Logam

Unsur logam dalam zat tunggal adalah biasanya tampak mengkilap. Wujud unsur logam adalah padat dalam kondisi normal. Akan tetapi unsur logam bisa mencair apabila diberi reaksi (ketika dipanaskan).

Misalnya, emas yang ditemukan dalam bentuk bijih, namun ketika dipanaskan ia akan leleh sehingga bisa dibentuk sedemikian rupa menjadi perhiasan cantik.

Untuk menempa dan membentuk logam menjadi sesuatu yang diinginkan, logam harus mencapai titik didih dan titik leleh yang sangat tinggi. Titik didih dan titik leleh ini pun berbeda-beda dari setiap logam. Panas untuk melelehkan tembaga berbeda dengan panas untuk mematangkan besi.

4 dari 6 halaman

Jenis-Jenis Unsur Selanjutnya

Ilustrasi© freepik.com

Unsur Non-Logam

Unsur non-logam bisa berwujud padat, cair maupun gas. Wujud unsur non-logam ini biasanya tidak mengkilap seperti logam. Ia juga tidak bisa ditempa dan dibentuk.

Biasanya unsur non-logam tidak bisa menghantarkan arus listrik. Titik didih dan titik leleh unsur non-logam pun juga sangat rendah. Contoh unsur non-logam adalah karbon (C), oksigen (O), Neon (Ne), Nitrogen (N), dan hydrogen (H).

Unsur Semilogam

Jenis unsur yang ketiga ini juga dikenal sebagai unsur metalloid. Sebab unsur semilogam memiliki sifat antara logam dan nonlogam.

Unsur semilogam dalam zat tunggal wujudnya bisa mengkilap atau bahkan tidak mengkilap. Contoh unsur semolgam adalah boron (B), silikon (Si), germanium (Ge), dan arsenik (Ar).

5 dari 6 halaman

Zat Tunggal: Senyawa

Ilustrasi© Pixabay

Senyawa adalah zat tunggal yang dapat diuraikan kembali menjadi zat lain yang lebih sederhana melalui reaksi kimia. Senyawa merupakan gabungan dari dua unsur atau lebih, seperti senyawa air (H20). Air merupakan gabungan dari unsur oksigen dan hidrogen yang keduanya berbentuk gas.  Namun ketika menyatu berubah menjadi cair. Sebaliknya air bisa diuraikan menjadi oksigen dan hidrogen.

Senyawa dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu senyawa asam, senyawa basa, senyawa ionik, senyawa garam, senyawa oksida, dan senyawa organik. Senyawa asam merupakan senyawa yang jika dilarutkan di dalam air akan menghasilkan pH kurang dari 7. Sedangkan senyawa basa merupakan senyawa yang jika dilarutkan akan menghasilkan larutan dengan pH lebih dari 7.

Senyawa juga bisa dibedakan berdasarkan asal pembentukannya menjadi dua, yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik.

Senyawa organik adalah senyawa yang berasal dari mahluk hidup, semua senyawa organik mengandung unsur karbon (C).

Senyawa anorganik merupakan senyawa kimian yang berasal dari mineral atau batuan. Senyawa anorganik ada yang mengandung karbon bahkan ada yang tidak.

6 dari 6 halaman

Contoh Senyawa dan Rumus Kimia

Ilustrasi© freepik.com

Air (H2O), Garam dapur atau natrium klorida (NaCl), Karbondioksida (CO2), Karbonmonoksida (CO), Amonia (NH2), Asam asetat atau cuka (CH2COOH), Asam sulfat (H2SO2), Asam klorida (HCl), Natrium hidroksida (NaOH), Kalium hidroksida (KOH).

Kalsium hidroksida {Ca(OH)2}, Urea {CO(NH2)2}, Etanol (C2H5OH), Glukosa (C6H12O6), Sukrosa (C12H22O11), Kalsium klorida (CaCl2), Aseton (C3H6O), Formalin atau formaldehid (CH2O), Nitrogen monoksida (NO), dan Hidrogen peroksida (H2O2).

(Dilansir dari berbagai sumber)

Beri Komentar