(Foto: Denis Tarasov/The Guardian)
Dream - Pemakaman Shirokorechenskoe yang terletak di selatan Yekaterinburg, Rusia, terkenal sebagai tempat peristirahatan tokoh-tokoh besar termasuk penyanyi folk, ilmuwan, serta pahlawan pada masa PD II. Uniknya, makam mereka berbeda dengan makam pada umumnya, dengan bentuk patung, relief, laser, serta hiasan permata yang menempel pada granitnya.

Di salah satu sudut kompleks pemakaman, kamu bisa menemukan makam yang cukup unik. Makam tersebut menampilkan foto penghuni makam di atas batu granit yang lebar. Penghuni makam tersebut digambarkan dengan pakaian kulit mahal beserta riasan emas, tato, serta memegang rokok atau kunci mobil mewah di tangan mereka.

Bahkan, mobil tersebut seringkali ikut dipajang di foto tersebut, disertai dengan sosok sang kekasih. Tak heran, makam yang super mewah ini memang dimiliki oleh para gangster yang meninggal karena tindak kekerasan di masa perang gang pada tahun 90-an.

Kriminalitas berencana banyak terjadi di Rusia setelah tahun 1991, yang diakibatkan oleh kegagalan pemerintah dalam melakukan perubahan struktur perdagangan yang mencerminkan transparansi, akuntabilitas, serta peraturan pemegang saham, sehingga meninggalkan garis keras antara perbuatan legal dan ilegal. Hilangnya transparansi dalam perdagangan ini menimbulkan munculnya tindak kriminalitas dengan aksi yang ilegal. Tidak ada kepemilikan yang jelas dari saham, dan perebutan hak dilakukan dengan tindak kekerasan serta intimidasi.

Kota Yekaterinburg pun menjadi pusat pertikaian geng karena dipicu oleh kelompok Uralmash. Mereka bertikai dengan kelompok pesaingnya, Central Gang. Anggota kelompok yang gugur kemudian dimakamkan di Pemakaman Shirokorechenskoe, dan didekorasi dengan mewah untuk mencerminkan era fashion gangster klasik di tahun 1990. Beberapa batu nisan bahkan menampilkan nama alias serta keahlian yang dimilikinya.

Mafia yang tersisa kemudian melegalkan bisnis mereka. Beberapa diantaranya bahkan membangun partai politik. Anggota geng tersebut hingga hari ini banyak yang menguasai pusat perbelanjaan, hotel, serta bar di Yaketerinburg. Namun, memang masih ada anggota gangster yang berkecimpung dalam aksi kriminal. Ironisnya, 30% perekonomian Rusia masih berada di tangan para gangster.

(Sumber: amusingplanet.com/Annisa Mutiara Asharini)