Hidangan Khas Indonesia yang Jadi 'Bintang' di KTT IORA 2017

Reporter : Puri Yuanita
Senin, 13 Maret 2017 15:39
Hidangan Khas Indonesia yang Jadi 'Bintang' di KTT IORA 2017
Berbagai kuliner terbaik khas nusantara disajikan dalam KTT IORA 2017, setelah terlebih dulu melewati tahapan food testing-curator.

Dream - Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah untuk Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (KTT) IORA ke-20 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan pada 5-7 Maret 2017 lalu. Sekitar 21 kepala negara dan pemerintahan, 8 organisasi internasional dan 7 negara mitra wicara hadir dalam event akbar tersebut.

Dan sebagai tuan rumah, Indonesia tampil maksimal. Berbagai hal terbaik disuguhkan demi menyambut para tamu delegasi dari berbagai negara. Termasuk soal kuliner.

Berbagai kuliner terbaik khas nusantara disajikan, setelah terlebih dulu melewati tahapan food testing-curator. Diungkapkan Fauzi, Head Section Kitchen KTT IORA, beberapa menu sajian yang lolos food testing-curator oleh pihak Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Luar Negeri, dan Chef JCC kemudian disajikan pada acara Welcoming Dinner pada, Senin 6 Maret 2017 lalu.

" Mulai dari appetizer, main course, hingga dessert, semuanya masakan tradisional Indonesia," tutur Fauzi, dikutip dari setneg.go.id, Senin 13 Maret 2017.

Pemilihan menu-menu tradisional sebagai sajian dalam Welcoming Dinner bukan tanpa alasan. Sebelumnya, usulan menu yang akan disuguhkan merupakan menu kuliner barat. Namun berdasarkan hasil kesepakatan pada saat food testing-curator tersebut, diubah menjadi menu-menu kuliner tradisional Indonesia.

nasi pandan

" Kita harus menonjolkan ciri khas Indonesia di mata dunia, salah satunya melalui masakan tradisional," ujar Fauzi menjelaskan alasan pemilihan menu-menu tradisional tersebut.

Jika Indonesia selama ini terkenal dengan Nasi Kuning dan Nasi Tumpeng, melalui gelaran KTT IORA 2017, Indonesia mengenalkan salah satu hidangan khas lainnya untuk jamuan utama (main course), yaitu Nasi Pandan. Nasi Pandan merupakan masakan khas yang berasal dari Jawa Barat dengan bahan racikan santan, daun pandan, dan daun suji yang dicampurkan pada proses penanakan nasi.

Nasi Pandan disajikan dengan lauk spesial Gulai Ikan Kakap Fillet, Kentang Goreng, dan Braised Cherry Tomatoes. Menu tersebut sengaja dipilih untuk menonjolkan ciri khas masakan Indonesia yang berbahan dasar santan dipadu dengan bumbu rempah yang lengkap dan kaya rasa.

" Presiden Jokowi ingin memperkenalkan kuliner Indonesia lewat event internasional ini. Beliau ingin memperkenalkan masakan-masakan tradisional, rasa tradisional namun dalam kemasan berkelas," ujar Chef Marco, Head Chef JCC.

Jamuan makan malam dibuka dengan appetizer camilan khas Semarang, yakni lumpia basah. Namun demikian lumpia basah dimodifikasi dengan penggunaan ikan tuna sebagai bahan dasarnya, kemudian disajikan dengan saus asam manis dan sayuran. Sajiannya pun dikemas berbeda dengan lumpia biasa. Lumpia disulap sedemikian rupa, terlihat berbeda karena kulit dan isinya disajikan terpisah. Lumpia Basah Ikan Tuna terlihat lebih cantik dari lumpia biasanya.

Untuk hidangan penutup (dessert), makanan khas Jawa Barat, Ubi Cilembu, dipilih sebagai bahan dasar olahan. Ubi yang terkenal dengan rasanya yang semanis madu ini, diolah menjadi olahan kue yang dikukus dengan menambahkan santan. Kue Ubi Cilembu disajikan dengan pudding dan ketan, serta dibubuhkan saus vanila.

Selain menu-menu tersebut, terdapat satu menu lagi yang menarik perhatian. Tak lupa, para chef menyajikan makanan ringan kesukaan Presiden Jokowi, yakni pisang goreng.

" Kami juga mempersiapkan pisang goreng, karena kita sudah tahu makanan kesukaan Beliau apa," tutur Fauzi.

Beri Komentar