10 Inovasi Mengagumkan dari Barang Rongsokan (2)

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 3 Februari 2015 10:01
10 Inovasi Mengagumkan dari Barang Rongsokan (2)
Tak cuma kreatif, sebagian inovasi dari barang rongsokan ini juga bisa digunakan.

Dream - Ada banyak hal luar biasa yang dibuat manusia di seluruh dunia. Mulai dari bangunan, karya seni, teknologi dan sebagainya. Namun sebagian besar karya spektakuler adalah hasil kreativitas profesional di bidang mekanik dan arsitektur.

Untuk menciptakan karya yang hebat pasti dibutuhkan material berkualitas yang mahal harganya. Namun tidak selamanya anggapan ini berlaku. Barang rongsokan yang dianggap sebagai sampah bisa disulap menjadi barang yang sangat berguna.

Semuanya adalah hasil kreativitas orang-orang biasa yang menggunakan barang bekas untuk menciptakan proyek yang luar biasa.

Mengutip laman therichest, Selasa, 3 Februari 2015, berikut adalah 10 barang rongsokan yang disulap menjadi karya luar biasa: (lihat lima produk inovatif lainnya, klik disini)

1 dari 5 halaman

5. Rollercoaster

5. Rollercoaster

Sebuah rollercoaster yang terbuat dari barang bekas dibangun di belakang rumah John Ivers. Rollercoaster mini tersebut dibangun sendirian oleh Ivers menggunakan besi tua dengan biaya hanya US$1,500 dan lama pengerjaan 1.000 jam.

Rollercoaster mini tersebut panjangnya 444 feet dengan kecepatan bisa mencapai 20 mil per jam.

 

2 dari 5 halaman

4. Robot

4. Robot

Sekelompok mahasiswa dari Universitas West England menciptakan robot yang terbuat dari barang-barang bekas dan bahan daur ulang. Robot tersebut bisa diprogram untuk berbagai keperluan.

Untuk menciptakan robot tersebut, para mahasiswa West England menggunakan lampu dari Land Rover, kipas dari casing komputer dan bahkan komponen elektronik PlayStation 3. Robot ini butuh sekitar US$20.000 untuk biaya desain dan perakitannya. Meski begitu, ongkos tersebut masih jauh lebih murah daripada produk sejenis yang tersedia secara komersial yang harganya ratusan ribu dolar.

Robot ini sempat diikutkan dalam kompetisi robot air pada 2012. Para mahasiswa berharap robot dari barang bekas mereka bisa menyelam di tambang bawah laut, membersihkan pengebor minyak dan memetakan arus bawah laut.

 

3 dari 5 halaman

3. Jaringan Wi-Fi

3. Jaringan Wi-Fi

Internet telah menjadi kebutuhan bagi semua orang saat ini. Di negara maju, orang bisa dengan mudah mendapat akses internet melalui jaringan Wi-Fi. Namun tidak demikian bagi orang yang tinggal di negara seperti Afghanistan.

Untuk menyiasati hal itu, sebuah tim di sana mengembangkan sistem jaringan nirkabel open-source bernama FabFi. Sistem ini memungkinkan orang untuk terhubung ke jaringan dengan membangun mode yang dapat dibangun dari bahan bekas yang tersedia di sekitar kita, seperti besi dan plastik.

Menariknya, transfer data FabFi bisa mencapai kecepatan hingga 11.5 Mbit/s. Keberhasilan proyek ini telah meluas ke wilayah lain di luar Afghanistan, termasuk ke negara Kenya.

 

4 dari 5 halaman

2. Pulau Buatan Portable

2. Pulau Buatan Portable

Richart 'Raishee' Sowa adalah seorang tukang kayu dan seniman Inggris yang berhasil membangun pulau impiannya sendiri sebagai tempat tinggal di Meksiko. Pulau terapung yang ukurannya relatif kecil dibandingkan dengan beberapa pulau-pulau lain ini bisa berpindah-pindah. Dengan demikian Raishee bisa melakukan perjalanan ke lokasi yang berbeda tanpa harus meninggalkan rumahnya.

Dibangun dari kayu dan bambu, pulau buatan ini bisa mengapung di atas air berkat lebih dari 250.000 botol plastik kosong yang menjadi dasarnya. Pulau itu sendiri berisi segala sesuatu yang diperlukan untuk hidup, termasuk fasilitas seperti mesin cuci, serta sebuah rumah besar dengan beberapa kamar tidur dan fasilitas lainnya.

 

5 dari 5 halaman

1. Robot Transformers

1. Robot Transformers

Pada tahun 2014, beberapa pekerja di perusahaan jual beli besi tua di Cina bosan dan memutuskan untuk membuat sebuah patung robot Transformer raksasa, dari beberapa besi yang sudah tidak terpakai. Patung Optimus Prime yang memiliki ukuran sama seperti di filmnya itu menjadi terkenal. Kreativitas pekerja tersebut ternyata meningkatkan omzet bisnis perusahaan tersebut.

Para pekerja kemudian membuat lagi beberapa patung robot Transformers hingga akhirnya jumlah mencapai lebih dari 40 buah yang tersebar di tempat mereka bekerja. Menariknya, patung-patung ini tidak hanya diam karena pada bagian tangan dan kaki dibuat dari material yang bisa bergerak-gerak.

Jadi tidak semua besi tua berakhir di peleburan karena beberapa bisa dipakai untuk membuat patung robot Transformers. Jika Anda tertarik memboyong salah satu patung Transformers ini, siapkan kocek sebesar US$ 16 ribu atau sekitar Rp 204 juta.

Beri Komentar