3 Perusahaan Raksasa yang Tutup Karena Satu Keputusan Buruk

Reporter : Syahid Latif
Minggu, 5 Februari 2017 15:02
3 Perusahaan Raksasa yang Tutup Karena Satu Keputusan Buruk
Padahal dulunya mereka berjaya, jadi penguasa di bisnisnya.

Dream - Perusahaan raksasa dengan kantor cabang bertebaran di dunia, fasilitas gaji besar bagi pegawai, pasti menjalankan bisnisnya dengan hati-hati. Mereka membuat kebijakan untuk menjamin perusahaan berjalan mulus.

Meski berstatus perusahan top, tak menjamin bakal bertahan selamanya. Dengan penyebab yang beragam, perusahaan bisa jatuh bahkan gulung tikar.

Hal in sudah banyak terbukti di dunia bisnis global. Perusahaan yang dulu berjaya, bisa hilang dari radar tanpa jejak apapun.

Yang menyakitkan, perusahaan runtuh karena satu kesalahan saja.

mengutip dari laman therichest, inilah 5 perusahaan besar yang tutup karena satu kesalahan konyol:

 

1 dari 3 halaman

Lupa Urus

1. Vine

Kamu peselancar dunia maya pasti tahu aplikasi Vine. Aplikasi dengan aplikasi video call ini pernah dimiliki Twitter. Banyak bintang baru lahir dari video pendek lucu berdurasi 6 detik.

Namun nasib Vine tak bisa bertahan lama. Perusahaan ini tak kunjung untung. PHK akhirnya harus dilakukan besar-besaran, yang berakhir Selamat Tinggal Vine.

Vine runtuh krena munculnya Instagram dengan fasilitas video. Ternyata satu kesalahan membuat Vine jatuh. Perusahaan lupa mengapresiasi para penggunanya. Youtobe yang memiliki Instagram justru dengan baik hati membantu pemakainnya menghasilkan uang.

 

2 dari 3 halaman

Lupakan Orang Bertalenta

2. Yahoo

Inilah raksasa bisnis yang dulunya menjadi penguasa jagat maya dan kini ditinggalkan pengikutnya. Dimulai 21 tahun, Yahoo menjadi situs mesin pencari paling banyak dipakai pengguna internet. Mereka pun pernah mau ditawar US$125 miliar, namun kini hanya terjual US$ 4,8 miliar ke Verizon.

Jatuhnya Yahoo ternyata akibat perusahaan tak dikelola dengan baik. Komunikasi internal sangat minim. Para pegawai bertalenta diganti oleh mereka yang tak berpengalaman.

 

3 dari 3 halaman

Terburu-buru

3. AOL-Time Warner

Pada 2001, AOL merger dengan Time Warner dengan nilai US$ 165 miliar dan berharap bisa menjangkau konsumen lebih banyak. Namun pada 2002, keputusan merger itu membuat perusahaan merugi sampai US$99 miliar.

Tujuh tahun kemudian, perusahaan akhirnya berpisah. Kesalahan ternyata muncul karena kedua perusahaan tak memiliki waktu untuk menilai kemampuan organsasi sebelum melakukan merger.

Beri Komentar