Program Oplas di TV Picu Perdebatan, Penampilan Gadis Berubah Ekstrem

Reporter : Sugiono
Selasa, 11 Februari 2020 13:36
Program Oplas di TV Picu Perdebatan, Penampilan Gadis Berubah Ekstrem
Meski dikritik, acara yang mengubah gadis jelek jadi cantik seperti artis K-Pop itu makin sukses.

Dream - Tidak ada negara yang bisa mengalahkan budaya operasi plastik di Korea Selatan. Tidak mengherankan jika acara-acara makeover ekstrem dengan operasi plastik sangat populer di negara tersebut.

Salah satunya yang paling populer di Negara Ginseng itu adalah acara reality show Let Me In. Melalui program tersebut, para wanita miskin dan dikucilkan karena penampilannya bisa berubah drastis melalui operasi plastik.

Disebut berubah secara drastis karena operasi plastik yang dijalani peserta Let Me In benar-benar ekstrem. Mereka tidak sekadar membentuk kembali bentuk hidung, dagu, atau bibir.

Penampilan Bisa Berubah Drastis© Facebook

Operasi plastik yang dilakukan sampai mengubah struktur tulang dan juga beberapa bagian wajah, seperti mata dan mulut. Hasilnya, wajah para peserta berubah total hingga tidak dikenali lagi.

Meskipun menimbulkan banyak kritik karena dianggap mengagungkan operasi plastik sebagai langkah untuk mengubah penampilan, Let Me In tetap saja menjadi salah satu acara TV paling sukses di Korea Selatan.

1 dari 3 halaman

Operasi Plastik Jadi Hadiah Kelulusan

Korea Selatan memang berada di peringkat pertama untuk prosedur operasi plastik per kapita terbanyak di dunia.

Operasi Plastik Industri Besar di Korea Selatan© Facebook

Operasi plastik merupakan salah satu industri besar di negara itu. Ibukota Korea Selatan, Seoul, bahkan memiliki sektor khusus di mana terdapat ratusan klinik untuk melakukan bedah plastik.

Orang Korea Selatan terkenal karena obsesi mereka terhadap ketampanan dan kecantikan. Bahkan anak-anak usia sekolah menengah menjalani operasi seperti blepharoplasty (operasi kelopak mata ganda) dan rhinoplasty (operasi hidung) sebagai hadiah kelulusan sekolah.

Acara Let Me In Dianggap Merendahkan Wanita© Facebook

Musim pertama Let Me In ditayangkan pada tahun 2010, dan dengan cepat menjadi acara paling fenomenal di Korea Selatan. Jutaan orang selalu menunggu untuk melihat transformasi mengejutkan pada pesertanya.

Memang, sebagian wanita yang menjalani operasi plastik dan tampil di acara itu tampak tidak dapat dikenali lagi. Mereka terlihat lebih cantik, lebih putih, dan lebih langsing.

2 dari 3 halaman

Dianggap Merendahkan Martabat Wanita

Namun, ada beberapa aspek dari pertunjukan tersebut membuat sebagian orang merasa mengganggu. Misalnya, produser Let Me In dituduh telah menghina wanita dengan penampilan biasa.

Membuat wanita tergantung pada operasi plastik.© Facebook

Menurut sang produser, penampilan yang tidak terlihat seperti selebriti adalah satu-satunya penyebab kurangnya kepercayaan diri para wanita.

Pada saat yang sama, operasi plastik dipromosikan sebagai satu-satunya cara untuk membantu meningkatkan harga diri para peserta di acara tersebut.

3 dari 3 halaman

Operasi Plastik Membuat Hidup Lebih Baik

" Let Me In gagal mengungkapkan aspek negatif dari operasi kosmetik. Mereka mempromosikan fantasi bahwa hidup Anda bisa jauh lebih baik dengan operasi plastik," tulis kelompok pembela hak sipil Korea Womenlink dalam sebuah pernyataan.

Beberapa peserta disebut dengan panggilan yang tidak pantas.© Youtube

Menurut Womenlink, para peserta mendapat panggilan yang tidak pantas saat mengikuti acara. Beberapa peserta dipanggil dengan sebutan Gadis Frankenstein, Wanita yang Tidak Bisa Tertawa, Ibu Berdada Rata, dan sebagainya.

" Parahnya lagi, orang tua yang hadir di panggung harus meminta maaf karena melahirkan anak dengan penampilan fisik yang tidak sempurna," tulis Womenlink.

(Sah, Sumber: OddityCentral.com)

Beri Komentar