Akad Nikah Ini Cuma Dihadiri 11 Orang, Sederhana tapi Mengharukan

Reporter : Sugiono
Selasa, 21 Januari 2020 16:47
Akad Nikah Ini Cuma Dihadiri 11 Orang, Sederhana tapi Mengharukan
Sederhana itu elegan. Cinta itu mudah.

Dream - Setiap calon raja dan ratu sehari pasti ingin acara akad nikahnya berjalan dengan lancar dan sempurna.

Sebagian pasangan calon pengantin bahkan bersedia menghabiskan dana yang besar hanya demi menggelar resepsi pernikahan yang mewah.

Namun tidak demikian dengan kisah dalam beberapa foto yang dibagikan akun Twitter fotografer pernikahan Bingkai Photovisuals.

Foto akad nikah yang dibagikannya terlihat sangat jauh dari kesan mewah. Akad pernikahan hanya digelar secara sederhana namun elegan.

Bahkan, saking sederhananya, akad nikah yang digelar di masjid itu cuma dihadiri oleh 11 orang saja.

Salah satu hal lain yang menjadi pusat perhatian netizen adalah mobil yang dinaiki pengantin saat datang di pelataran Masjid Bukit Antarabangsa, Selangor, Malaysia.

 

Mempelai pengantin menaiki mobil buat lokal yang sudah tidak diproduksi lagi di Malaysia sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2001.

Dalam postingan itu juga disebutkan bahwa akad nikah hanya dihadiri oleh orang dekat dan keluarga saja.

 Akad nikah hanya dihadiri 11 kerabat saja.

Pernikahan sederhana dan elegan. (Foto: Twitter @bingkaiphotos)

" Acara sederhana dan cantik dengan kehadiran orang terdekat dan sanak saudara saja. Sederhana itu elegan. Cinta itu mudah," tulis @bingkaiphotos.

Di tulisan berikutnya, akun tersebut menyebutkan bahwa acara hanya dihadiri oleh 11 orang saja. Meski yang hadir sedikit, tapi masjid terasa penuh.

 Sederhana itu elegan. Cinta itu mudah.

Pernikahan sederhana dan elegan. (Foto: Twitter @bingkaiphotos)

 

" Acara ini hanya dihadiri oleh 11 kerabat. Tapi cinta itu sangat luar biasa, masjid terasa seperti penuh," tambah Bingkai Photovisuals.

1 dari 3 halaman

Foto Pernikahan Mengharukan, Bawa Foto Almarhumah

Dream - Sebuah foto pernikahan mengharukan menjadi viral di media sosial Malaysia. Dalam foto tersebut seorang pria berusia 50-an tahun memegang foto mendiang istrinya saat berpose di acara pernikahan putrinya.

Foto tersebut diunggah ke Facebook oleh fotografer pernikahan Mohd Hafizan Ilias pada Sabtu lalu.

Sejak itu foto tersebut menjadi sensasi di dunia maya. Sebanyak 41 ribu menyatakan tanda suka dan dibagikan kepada lebih dari 15 ribu netizen.

Hafizan, yang bekerja sebagai fotografer lepas selama hampir 4 tahun, mengatakan ia belum pernah menangkap objek yang begitu menyentuh.

Dia merasa bersyukur bisa menangkap definisi cinta sejati yang benar-benar abadi.

" Saya tidak pernah berpikir foto pernikahan itu akan menjadi viral. Tapi saya senang karena kisah mereka bisa tersebar ke orang lain dan menjadi pelajaran," katanya.

Hafizan mengatakan foto tersebut diambil pada hari Jumat, 27 Januari selama acara ijab kabul.

Ketika sudah tiba saatnya untuk foto keluarga, pria dalam foto yang dipanggil 'Pakcik Omar' oleh Hafizan, tiba-tiba mengeluarkan foto istrinya.

Menurut Hafizan, istri Pakcik Omar telah meninggal empat tahun yang lalu.

" Dia mengeluarkan foto istrinya supaya punya foto keluarga yang lengkap. Sungguh menyentuh hati saat melihatnya. Cintanya kepada istrinya begitu kuat," kata Hafizan.

" Foto bernilai seribu kata. Apa yang saya pelajari dari Pakcik Omar adalah bagaimana mencintai dengan tulus, dan menghargai cinta seseorang," tambahnya.

(Sumber: nst.com.my)

2 dari 3 halaman

Pernikahan Unik, Ijab Bahasa Inggris Qabul Pakai Indonesia

Dream - Prosesi pernikahan unik terjadi dalam pernikahan Claude Nicolas dan Amandeati Argapadmi pada Minggu 24 Juli 2015. Ijab-qabul pernikahan itu dilakukan dalam dua bahasa: Inggris dan Indonesia.

Mempelai ini memang beda negara. Nicolas merupakan mahasiswa Ph.D Bioengineering asal Swiss. Sementara, Amandeati merupakan master geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) asal Indonesia. Keduanya melangsungkan pernikahan secara Islam, dengan adat Jawa-Sunda.

Adalah Mohammad Monib, penghulu pernikahan itu, yang mengunggah kisah unik ini ke Facebook. Sebelum menikah, tulis Monib, Nicolas mengucap dua kalimat Syahadat dalam bahasa Indonesia.

“  Kerrrrren banget,” tulis Monib, sebagaimana dikutip Dream pada Senin 25 Juli 2016

Menurut Monib, orangtua Claude dan keluarga besarnya datang. Mereka memborong kamar di Santika Hotel BSD. “  Pagi saat saya sarapan saya jumpa mereka sudah lengkap berbeskap dan kebaya. Acara nikah dengan tradisi Sunda-Jawa.

Sebelum acara ijab-qabul tersebut, Monib menganjurkan Nicolas dan Dea untuk sungkem kepada orangtua mereka. Meminta restu. “  Jadilah Dea sungkem ortu dan Claude, yang tak punya tradisi sungkem ortunya. Ibunya sampai nangis. Terharu dan bahagia dengan prosesi keislaman yang saya terapkan.

“  Prinsip dakwah saya tunjukkan wajah indah, sejuk dan damai Islam,” lanjut Monib. Setelah acara sungkeman itu, terjadilah ijab-qabul.

Ketakjuban Monib tak berhenti sampai di situ. Saat ijab-qabul, dia melihat pemandangan yang sangat unik. “  Pak Winawan Sidik wali utama Amandeati (Dea) saat saya tawari, bahasa Indonesia atau Inggris, ia milih bgs Inggris sbg bhs Ijab.

“  Sebaliknya, Claude milih bhs Indonesia sbg bhs qabul. “ Kerrrrren banget. Jadilah 2 bahasa ijab qabul. Hiks hiks hiks.

Dan Winawan, yang menjadi wali Dea pun mengucap, “  Brother Claude Nicolas, I marry off Amandeati Argapadmi to you with a dowry in the form of a ring of gold n diamond as a symbol of your love.

Dan ijab itu dijawab (qabul) oleh Nicolas, “  Saya terima Amandeati Argapadmi puteri tercinta bapak sebagai istri saya dengan mas kawin tersebut saya berikan sepenuh hati mengharap ridla Allah yang Pengasih-Penyayang.

Setelah prosesi ijab-qabul, Monib memberikan nasihat pernikahan dalam bahasa Inggris. “  Saya bilang sama kedua suami istri itu agar jadi duta Islam damai, harmonis dan dialogis. Sakinah mawaddah wa rahmah ya. Amiiiin.

3 dari 3 halaman

Bayar Dekorasi Pelaminan Rp9 juta, Nyesek Lihat Hasilnya

Dream - Di antara hal penting yang diperlukan untuk memeriahkan upacara pernikahan adalah dekorasi kursi pelaminan yang indah.

Dekorasi ini menjadi penting karena kebiasaan sesi foto pengantin dan tamu biasanya dilakukan di sekitar kursi pelaminan tersebut.

Namun sungguh kasihan nasib yang menimpa pengantin asal Malaysia ini. Dekorasi kursi pelaminan yang dipesan dikenakan biaya 3.000 ringgit (hampir Rp 9 juta) tetapi hasilnya sangat mengecewakan.

Uang Rp 9 juta bukan jumlah yang sedikit, pengantin tersebut tak patut mendapatkan pelayanan tak memuaskan dari penyedia peralatan pesta.

Melalui lama Facebooknya, Nur Musyriqoh Masri menulis pengalaman sahabatnya yang kecewa dengan dekorasi kursi pelaminan di pesta pernikahannya.

Acara Pentas Anak TK Masih Lebih Baik dari Kursi Pelaminan 9 Juta Ini

" Pesta pernikahan sahabatku musnah. Dekorasi kursi pelaminan di pesta pernikahan sahabatku benar-benar tidak sepadan dengan uang yang sudah dia keluarkan. Sangat jauh dari kata-kata indah.

Kalau dekorasi kursi pelaminan semacam itu harganya 3.000 ringgit, lebih baik pihak pengantin yang membuat sendiri saja.

Saat melihat dekorasi pentas acara TK di sekolahku masih lebih bagus dari ini. Apalagi dekorasinya dikerjakan sendiri pula.

Ini seharusnya hari bahagianya orang. Jika orang melihat dekorasinya sungguh kasihan. Bunganya jelek dan sedikit sekali macam diambil dari sekitar rumah saja. Sabar saja kawanku.

Yang membuat hati jengkel, ketika penyedia peralatan pesta ditegur, mengeluarkan respons yang biadab.

Ini bukan masalah di mana meletakkan kursi pelaminan itu. Ini faktor penampilan dekorasi kursi pelaminan macam itu yang tidak sepadan dengan harga yang dibayarkan."

(Sumber: Ohbulan.com)

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna