Pembantu Buang Bayi ke Mesin Cuci, Malu Lahir dari Hasil Hubungan Terlarang

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 6 November 2019 13:33
Pembantu Buang Bayi ke Mesin Cuci, Malu Lahir dari Hasil Hubungan Terlarang
Bayi tersebut meninggal saat dibawa ke rumah sakit.

Dream - Perbuatan keji kembali dilakukan seorang wanita yang melahirkan bayi dari hubungan terlarang. SU, asisten rumah tangga (ART) mantan wakil gubernur Sumatera Selatan, tega menghabisi nyawa darah dagingnya sendiri yang baru lahir itu.

Dilaporkan Liputan6.com, SU melahirkan bayinya di kamar mandi rumah majikannya, di Jalan Telaga, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan IB I Palembang, Sumatera Selatan pada Senin, Senin, 4 November 2019.

SU merasa malu karena anak tersebut merupakan hasil hubungan dengan kekasihnya, yang kabur dan tidak mau bertanggung jawab. SU lantas menyembunyikan bayi yang belum genap satu hari itu ke mesin cuci.

Usai melahirkan, SU sempat meminta tolong ART lain untuk mengambilkan handuk. Karena wajah SU yang terlihat pucat, ART tersebut menyarankan SU berobat ke rumah sakit.

Tapi, saat SU pergi, rekan kerjanya mendengar ada tangisan bayi. Saat ditelusuri, ART tersebut kaget melihat bayi yang berada di dalam tabung mesin cuci. 

 

1 dari 6 halaman

Malu

Suharyono, kuasa hukum Ishak Mekki, saksi menemukan bayi tersebut terbungkus plastik hitam dan handuk dengan kondisi mesin cuci yang menyala.

" Para ART dan pihak keluarga majikan tersangka, langsung membawa bayi dan SU ke Rumah Sakit (RS) Siloam Palembang untuk menjalani perawatan. Namun, kondisi bayi itu makin melemah hingga akhirnya meninggal dunia,” kata Suharyono, diakses Rabu, 6 November 2019.

Akibat bayi tersebut meninggal dunia, majikan tersangka langsung melapor ke pihak kepolisian. Jenazah bayi tersebut akhirnya dipindahkan ke RS Bhayangkara Palembang Sumsel.

Diketahui SU sudah tujuh tahun bercerai dengan suaminya dan sedang menjalani kisah asmara dengan pria lain.

SU mengaku tega memasukkan bayinya ke dalam mesin cuci yang menyala karena malu. 

" Itu anak dari hubungan dengan pacar, dia tidak mau tanggung jawab. Setelah melahirkan, saya balut tubuh bayi itu pakai handuk agar suara tidak terdengar," kata dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Nefri Inge)

2 dari 6 halaman

Innalillahi, Ibu Kandung Tega Gelonggong Bayi 2,5 Bulan dengan Air Galon

Dream - Kasus pembunuhan yang terjadi di Jalan Kepa Timur Raya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat, 18 Oktober 2019 menyisakan cerita pilu. Ibu, berinisial NP, tega menggelonggong anak kandungnya, ZNL, yang berusia 2,5 bulan dengan air galon.

Kapolsek Kebon Jeruk, AKP Erick Sitepu, mengatakan, berdasarkan pemeriksaan forensik, ZNL tewas karena kelebihan cairan di dalam paru-parunya. Diketahui, korban merupakan salah satu anak kembar pelaku.

" Jadi saat pelaku mau memberikan makan ke korban, korban malah hanya minta minum saja. Pelaku pun kesal dan mengambil cangkir dari galon untuk diminumkan kepada korban sampai berkali-kali, hingga delapan cangkir air putih," kata Erick, diakses dari Merdeka.com, Selasa, 29 Oktober 2019.

Bocah balita itu menangis dan menolak perlakuan NP. Tapi, NP terus memaksa dan mendekap hidung korban.

" Setelah korban lemas dan perutnya membesar korban kemudian diletakan ke lantai oleh pelaku," kata dia.

3 dari 6 halaman

Diancam Perceraian

Akibat tindakan itu ZNL tak sadarkan diri. NP yang melihat kondisi anaknya mencari pertolongan ke klinik terdekat. Tapi, karena bidan tidak ada, dia pulang ke rumah.

" Kemudian pelaku mengganti baju korban yang basah dan meminta tolong warga untuk membawa korban ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia," ujar dia.

Saat ditanya polisi, NP sempat mengelak telah membunuh anaknya. Tapi, NP akhirnya mengakui kalau dia tega bunuh anaknya karena depresi dengan ancaman perceraian yang dibuat sang suami. Dia melampiaskan kegelisahan itu ke anaknya.

" Jadi memang diduga pelaku mengalami tekanan baik dari suami dan mertua. Dan pelaku sempat diancam suaminya akan diceraikan karena membeda-bedakan anaknya, mengingat korban ini sempat tinggal sama mertua kondisinya lebih kurus dibanding kembarannya," ujar dia.

4 dari 6 halaman

Depresi

Sementara itu, NP menyesal telah melakukan tindakan pembunuhan itu. Dia mengatakan, sebetulnya sangat sayang kepada ZNL.

" Saya menyesal. Saya depresi saat itu karena masalah keluarga. Saya sayang (dengan korban). Emang waktu itu saya enggak terkontrol emosi saya, lagi kesal sama suami saya," kata NP.

NP berdalih dirinya tak berniat membunuh sang anak. Niatnya waktu itu hanya ingin melampiaskan emosi. Dia pun mencekoki anaknya sampai delapan cangkir air mineral yang dituangnya dari galon.

" Saya enggak kepikiran (membunuh) waktu itu saya lagi butek, lagi benar-benar stres, kenapa tiba-tiba melakukan hal itu saya juga bingung," ujar NP.

Sumber: 

5 dari 6 halaman

Haru! Balita di Jember Peluk Ayah yang Ternyata Sudah 3 Hari Meninggal

Dream - Jasad Aan Junaidi alias Fauzi, 40 tahun, ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kediamannya, Perumahan Kaliwining Asri Blok C6, Dusun Bedadung Kulon, Kaliwining, Rambipuji, Jember, Jawa Timur. Tapi, kisah kematian ini menyisakan kisah haru.

Di samping jasad Fauzi, sang anak yang baru berusia 14 bulan terlihat menangis dan memeluk ayahnya.

Dilaporkan Liputan6.com, evakuasi jasad Fauzi diwarnai kesedihan warga. Warga menemukan balita perempuan itu terus memanggil lirih nama sang ayah.

" Haru campur sedih, sewaktu korban ditemukan. Bahkan pak polisi yang menggendong sampai menangis. Kondisi anak lemas, karena tiga hari tidak makan dan minum. Untungnya masih hidup," kata tetangga korban, Umi Kulsum.

Umi, yang berprofesi sebagai bidan, segera memberi pertolongan pertama ke balita tersebut. Dia memberi balita itu air gula agar tak dehidrasi.

" Sempat tadi muntah dan langsung dimandikan bersih oleh suami saya. Setelah itu diminumkan susu," ujar dia.

6 dari 6 halaman

Terakhir kali terlihat Idul Adha

Umi mengatakan, korban selama ini hanya tinggal berdua dengan sang putri. Sang istri, bekerja sebagai tenaga kerja perempuan di luar negeri.

Sementara itu, Kapolsek Rambipuji, Resort Jember, AKP Sutarjo, mengatakan, diduga korban meninggal karena sakit. Penemuan jasad itu terjadi ketika warga mencium aroma kurang sedap.

" Atas laporan itu kami langsung membuka paksa pintu rumah korban disaksikan waga setempat. Ternyata korban bernama Fauzi sudah meninggal dunia dengan badan membusuk dan di samping jasad itu ada balita perempuan," ujar Sutarjo.

Sutarjo menyebut, sesuai keterangan saksi dan petugas medis, korban diperkirakan sudah meninggal sejak tiga hari yang lalu. Sebab, warga sempat melihat Fauzi sekitar Minggu pagi.

" Sebab, waktu itu warga sekitar masih mengirimi nasi berkatan (Nasi plus berbagai jenis kue, dari perayaan tasyakuran hari raya Idul Adha) ke rumahnya. Namun sejak Minggu sore, korban sudah tidak terlihat. Baru Rabu siang, korban ditemukan sudah meninggal dunia," kata dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/ Dian Kurniawan)

Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal