Viral, PNS Adu Jotos Saat Jam Kerja

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 5 Maret 2020 14:32
Viral, PNS Adu Jotos Saat Jam Kerja
Diduga karena posisi admin Facebook Kabupaten Manggarai Barat.

Dream - Aksi tak elok ditunjukkan dua PNS alias Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Dua ASN bernama Paul Jeramun dan Rian Gampar itu terlibat adu jotos di Ruang Kehumasan Kabupaten, Rabu, 4 Maret 2020 sekitar pukul 11.30 Wita. Aksi adu pukul itu terjadi saat jam kerja sedang berlangsung.

Dilaporkan Floresa.co, perkelahian muncul karena Jeramun yang menjabat kepala bagian organisasi, diduga mengintervensi pegawai humas protokol.

Sebelum menjabat sebagai kepala bagian organisasi, Jeramun menjabat sebagai kepala bagian humas protokol. Jabatan kepala humas protokol itu kini diduduki Rian. Peristiwa itu terjadi saat Jeramun melintasi Ruang Kehumasan.

" Mereka dua berkelahi. Banyak yang nonton. Dan untung saja bisa dihentikan karena ada yang melerai dan terkapar ke lantai,” kata sumber itu.

Dia tidak mengetahui alasan perkelahian tersebut. “ Saya tidak tahu apa penyebab keduanya berkelahi,” ujarnya.

 

1 dari 4 halaman

Motif Baku Hantam

Rian menyatakan aksi pukul itu dia lakukan agar masalah intervensi yang dia rasakan dapat selesai. " Saya hanya mau menjaga saya punya tim dan saya tidak mau ada intervensi," kata dia.

Rian mengaku tidak mau mencari masalah dengan siapapun. Dia hanya ingin menyelesaikan tugas publikasi kabupaten tersebut.

" Saya mau kerja baik agar Labuan Bajo ini semakin dikenal. Saya tidak akan memperpanjang masalah dan akan melakukan minta maaf,” katanya.

Sementara Jeramun membeberkan alasan di balik peristiwa itu. Dia menyebut, sejak dirinya tidak menjabat sebagai kepala bagian humas, dia langsung menambahkan Rian Gampar sebagai salah satu admin publikasi Fb dan group WA.

Tetapi,kata Paul, meski sudah menjadi admin, dirinya kembali memblokir mereka dari admin.

“ Kalau ada yang tidak komen atau hanya liat saja ya saya blokir. Dan mereka saya keluarkan dari admin. Tetapi saya tidak pernah manfaatkan group itu untuk kebutuhan pribadi,” kata Jeramun.

 

2 dari 4 halaman

Kata Bupati

Menurutnya, awal mula perkelahian sama sekali tidak direncanakan. Terjadi begitu saja saat ia melintasi depan Kantor Humas Mabar.

Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula membenarkan perkelahian kedua anak buahnya itu.

“ Saya sudah dengar karena ada yang melapor,” katanya.

Menurut Dula, perkelahian dipicu karena admin publikasi Humas Mabar diduga masih dipegang Paulus Jeramun. Atas kejadian itu Dula mengaku tidak akan memberikan sanksi kepada kedua anak buahnya itu.

“ Saya akan panggil agar diselesaikan secara baik,” kata dia.

3 dari 4 halaman

Komisi ASN Kaji Tambah Jatah Hari Libur PNS

Dream - Hari kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) berpeluang berkurang satu hari. Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mengaku sedang mengkaji penerapan konsep flexible working arrangement (FWA) bagi para abdi negara.

Salah satu konsep yang tengah dipertimbangkan adalah menambah hari libur para PNS pada hari Jumat. Jika jadi dilaksanakan, para PNS hanya akan bekerja dari Senin sampai Kamis. 

Dikutip Liputan6.com, Selasa 3 Desember 2019, Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Waluyo Martowiyoto, mengatakan dalam penerapan konsep FWA pada PNS diantaranya adalah flexi working time atau waktu kerja PNS yang fleksibel.

Konsep lainnya adalah flexi working space atau PNS lebih fleksibel dalam memilih tempat kerja.

" Jadi uji coba FWA adalah fleksibel working time, jadi bisa jadi umpamanya kalau biasanya kerjanya jam 7 ada yang 8.30, ada mungkin jam masuk jam pulangnya beda," kata Waluyo saat menghadiri Pilot Project Manajemen Kinerja PNS Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2019, di Kantor Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi.

Dia mengatakan salah satu pilihan untuk menerapkan konsep FWA adalah waktu libur PNS yang lebih banyak, di luar Sabtu dan Minggu. Untuk memadatkan libur tersebut, PNS harus memadatkan waktu kerja.

“ Mungkin setiap hari Jumat ganjil atau genap bisa libur, gitu, kan. Ini yang mengenai compress work-nya,” kata Waluyo.

4 dari 4 halaman

Tapi Penuhi Ketentuan

Meskipun PNS bisa memilih libur saat hari kerja, jam kerja harus sesuai ketentuan. Jam kerja akan dipadatkan saat PNS memiih libur pada hari kerja. 

" Itu kita kan sehari bekerja wajib kalau dalam dua minggu 10 hari kerja 40 jam. Berarti kalau dua minggu harusnya 10 hari kerja 80 jam. Itu bisa kita ubah nantinya adalah 9 hari kerja 80 jam. 80 jam nya tetap tapi 9 hari kerja sekitar 2 minggu," kata dia.

Waluyo melanjutkan, PNS yang memilih libur saat hari kerja juga harus disiplin dalam pembagian tugas dengan rekannya, agar pelayanan publik tetap berjalan dengan baik.

" Pelayanan publik tetap harus jalan, sehingga harus dengan yang mempunyai kewajiban pelayanan yang sama dia tetap harus masuk bergantian. Ini yang namanya jobs sharing," kata dia. 

(Sumber: Liputan6.com/Pebrianto Eko Wicaksono)