Astaga! Tukang Kebun Itu Ternyata Raja

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 23 September 2016 08:46
Astaga! Tukang Kebun Itu Ternyata Raja
Ia dinobatkan sebagai raja setelah pamannya yang berusia 67 tahun, Dat, meninggal tahun lalu.

Dream - Seorang raja suku di Afrika Barat kembali ke pekerjaan lamanya sebagai tukang kebun di Kanada.

Raja bernama Eric Manu itu kembali ke British Columbia untuk mendapatkan uang tunai untuk rakyatnya yang berjumlah 6.000 orang.

Dia kembali ke Kanada untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai tukang kebun --untuk mengumpulkan uang demi menyediakan layanan kesehatan bagi rakyatnya.

Eric dinobatkan sebagai raja setelah pamannya yang berusia 67 tahun, Dat, meninggal tahun lalu.

Setelah tinggal di Kanada selama tiga tahun bersama istri dan anaknya, dia pulang ke Ghana untuk mengambil haknya sebagai raja.

" Ini adalah pengalaman yang sangat besar. Anda harus menerimanya dengan semangat. Ini adalah warisan, budaya, dan tradisi saya," kata Eric.

Tapi sekarang kepala suku Akan, yang mendiami Desa Aboabo, Distrik Adansi, itu telah kembali ke negara di Amerika Utara itu untuk meneruskan pekerjaan lamanya. (Ism) 

1 dari 1 halaman

Semua Demi Rakyat

Dream - Kembali ke British Columbia, Eric meneruskan pekerjaannya sebagai tukang kebun untuk mendapatkan uang tunai bagi 6.000 warganya.

" Kadang-kadang ketika saya ke tempat kerja, teman-teman berkata 'Anda adalah kepala suku, aku melihat Anda di TV'. Mengapa Anda bekerja jadi tukang kebun?," kata Eric kepada CTV News.

Eric mengatakan semua itu tentang kerendahan hati. Kapan saja dia di Kanada, dia merasa bangga bekerja untuk bosnya.

Ketika pertama kali pindah ke Kanada, bosnya, Susan Watson, mendirikan yayasan bernama To The Moon dan Back. Yayasan itu mengirim raja muda tersebut dengan kapal yang penuh dengan perlengkapan sekolah, pakaian, laptop dan perlengkapan medis ke Ghana.

Pemilik The Landscape Consultans itu juga ikut pergi ke Ghana untuk mengikuti upacara adat di sana.

" Mereka baik di dalam dan luar, dan mereka hampir tidak memiliki apa-apa," kata Susan.

Dengan uang hasil kerja kerasnya selama beberapa bulan di Kanada itu Eric berharap bisa meningkatkan kesehatan di desanya.

" Seluruh desa sangat miskin. Klinik mereka hanya punya seorang bidan dan beberapa perawat. Tidak ada dokter di desa itu," tambah Susan.

(Ism, Sumber: independent.co.uk)

Beri Komentar