Astagfirullah, Isi Kolam di Masjid Itu Ternyata Ada Sosok...

Reporter : Sandy Mahaputra
Minggu, 29 Mei 2016 08:05
Astagfirullah, Isi Kolam di Masjid Itu Ternyata Ada Sosok...
Setelah melihat warga berhamburan lari ketakutan.

Dream - Rekaman video seekor buaya di dalam kolam Masjid Bandaraya, Kota Kinabalu telah menjadi viral setelah dibagikan di media sosial.

Video berdurasi 40 detik itu memperlihatkan seekor buaya sedang berenang di kolam yang mengelilingi masjid ikonik tersebut. Sontak banyak orang kaget. Masjid ini memang salah satu pusat atraksi wisatawan di ibukota Sabah, Malaysia.

Menurut Asisten Direktur Departemen Margasatwa Sabah, Dr. Sen Nathan, sebuah tim penjaga ditugaskan untuk memasang perangkap di sekitar area itu setelah mereka menerima keluhan tentang keberadaan buaya di dalam kolam.

Nathan menambahkan, ia tidak dapat memastikan apakah hewan tersebut adalah buaya yang sama yang ditemukan lebih setahun lalu di Kompleks Olahraga Likas dan kemudian di Wetland Lagoon di Likas Bay, tidak jauh dari lokasi masjid tersebut.

(Sumber: Mynewshub.cc)

 

1 dari 4 halaman

Astagfirullah, Jangan Pernah Menyodok Anaconda Seperti Ini

Dream - Banyak orang takut ular. Terlepas dari ukuran atau seberapa mematikan bisanya. Namun meski Anda tidak takut pada ular, anaconda bukan jenis ular yang hanya berburu tikus sebagai makanannya. Anaconda adalah jenis ular yang dapat membunuh manusia dewasa.

Jika tidak menghancurkan tubuh dengan lilitannya yang mematikan, anaconda mampu menyeret dan menenggelamkan mangsanya ke dalam sarangnya yang biasanya berada di pinggir sungai besar.

Itu sebabnya mengganggu anaconda dengan menyodoknya pakai tongkat bukan ide yang baik. Seperti seorang pria yang mengganggu seekor anaconda dengan tongkat namun mendapat serangan tiba-tiba.

Sambil merekam aksinya, pria itu menyodok kepala anaconda yang sedang dalam keadaan diam di pinggir sebuah sungai. 

Namun tak disangka, ular itu menyerangnya dengan kecepatan yang mengagumkan. Beruntung pria itu lolos dari serangan anaconda itu.

Video tersebut memperlihatkan kecepatan anaconda dalam bereaksi terhadap ancaman atau makanan. Jika orang dengan tongkat itu lebih dekat ke tepi air, dia mungkin sudah diseret ke `kuburan air`.

(ism, Sumber: maxanimal.com)

[crosslink_1]

2 dari 4 halaman

Ada yang Ketuk Pintu Saat Subuh, Astagfirullah Saat Dibuka..

Dream - Sebuah keluarga di Florida penasaran saat mendengar suara ketukan di pintu apartemen mereka pada Jumat pekan lalu. Saat itu hari masih pagi sekali, sekitar jam 4 waktu setempat.

Namun, begitu dibuka, mereka terkejut karena melihat seekor buaya sepanjang 1,5 meter sedang 'berdiri' di depan pintu.

Tidak hanya keluarga tersebut yang syok, pihak kepolisian Tampa juga tidak kalah terkejutnya.

Beruntung, polisi dan petugas penyelamat lingkungan Florida Fish and Wildlife berhasil menangkap buaya tersebut dan mengembalikannya ke alam liar.

Ini adalah insiden buaya mengetuk pintu kedua yang terjadi di wilayah selatan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir.

Awal bulan ini seekor buaya terlihat berjalan ke lingkungan dekat Charleston, Carolina Selatan, dan nampak seperti berusaha meraih bel pintu di salah satu rumah warga.

Insiden tersebut tertangkap kamera seorang warga bernama Gary Rogers. Putri Rogers, Danielle Barkley, yang tinggal di wilayah tersebut mengatakan sebelumnya beberapa buaya telah mengunjungi lingkungan tempat tinggalnya.

Tapi Barkley mengatakan, baru pertama kalinya seekor buaya berusaha meraih bel pintu. (Ism)    

 

3 dari 4 halaman

Jangan Panggil Nama `Awang` di Desa Ini, Sebab yang Muncul...

Dream - Sejak bulan lalu, warga di Kampung Cempaka, Kuantan, Pahang, Malaysia, digegerkan oleh kemunculan buaya. Yang unik, buaya tersebut hanya akan muncul jika dipanggil dengan nama “ Awang”.

“ Kalau ada yang berteriak nama Awang, dia baru mau muncul,” kata penduduk Kampung Cempaka, Mohd. Zaki Taufik, penduduk Kampung Cempaka, sebagaimana dikutip Dream darimynewshub.cc, Jumat 29 Januari 2016.

“ Tapi kalau dipanggil dengan nama lain, buaya itu tak mau ke permukaan,” tambah pria berusia 31 tahun tersebut.

Penduduk setempat menyebut buaya itu berwarna kuning kecokelatan. Sehingga sebagian juga menyebutnya sebagai buaya tembaga. Buaya ini diduga terdampar di parit kampung tersebut akibat meluapnya Sungai Kuala Baru ketika terjadi banjir tahun lalu.

Zaki menambahkan, setelah kemunculan Awang, banyak warga datang ke parit itu setiap pagi dan petang. Mereka semata-mata ingin melihat buaya itu muncul dan memberinya makanan.

“ Buaya ini tidak mengancam penduduk di sini. Sebaliknya keberadaan Awang membuat desa kami terkenal karena banyak orang dari luar datang untuk melihatnya,” katanya.

Sementara itu, kepala desa Kampung Cempaka, Mat Lazim Kadir, mengatakan, sejak daulu, daerah kampung itu sering menjadi tempat 'persinggahan' buaya yang terdampar akibat hanyut oleh air pasang sungai dan laut.

Menurutnya, buaya-buaya tersebut kembali ke habitat aslinya ketika terjadi air pasang yang berikutnya.

“ Kemunculan buaya di sini sebenarnya sudah lama terjadi. Tapi karena media sosial, baru kali ini menjadi buah mulut orang sampai tersebar luas,” ujar Kadir.

“ Ada yang bilang ada tiga ekor buaya tembaga di dalam parit ini, tapi saya hanya pernah melihat dua karena mereka tidak muncul secara serentak,” tambah Kadir.

Namun, menurut Kadir, reptil sepanjang hampir dua meter itu tidak berbahaya bagi penduduk, karena sudah jinak dan mengenal penduduk sekitar.

“ Parit yang dalam dengan jumlah ikan yang banyak menyebabkan buaya nyaman berada di dalam parit itu. Reptil itu hanya akan meninggalkan parit tersebut ketika terjadi banjir besar dan air pasang besar lagi,” tutur dia.

Selain itu, tambah Kadir, karena sering diberi makanan, buaya itu tampaknya tidak takut manusia dan akan muncul meskipun dikerumuni orang banyak yang menunggu untuk melihatnya.

Sekretaris Kampung Cempaka, Mohd. Azri Abdul Rahman, berharap pemerintah memasang papan tanda peringatan agar warga lebih berhati-hati.

Sementara itu, Departemen Perlindungan Satwa Negeri Pahang akan melakukan operasi penangkapan buaya tembaga itu. Salah satu caranya dengan menggantung ayam di permukaan parit.

“ Sebelum ini tali yang digunakan untuk menjerat moncong buaya yang diapung menggunakan pelampung tidak berhasil karena arus air yang deras,” tutur Datuk Khairiah Mohd. Shariff, Direktur Departemen Perlindungan Satwa.

“ Kami menyarankan warga agar tidak mendekati daerah itu untuk menghindari kejadian tidak diinginkan. Jika perlu kami harus bertindak tegas dengan membatasi warga dari mendekati tebing parit itu,” tambah dia.

Menurutnya, parit tersebut bukan tempat tinggal reptil seperti itu dan dikhawatirkan buaya tersebut akan menjadi buas ketika lapar dan terancam.

“ Hanya sungai saja menjadi habitat alami buaya,” kata Khairiah Shariff. (Ism)

4 dari 4 halaman

Hewan `Dihidupkan` Usai 30 Tahun Beku, Lihat yang Terjadi

Dream - Binatang ini sudah dibekukan selama 30 tahun. Selama itu, dia ini tampak tak bergerak sama sekali. Seperti mati.

Dan tahun lalu, para ilmuwan mengakhiri masa pembekuan. Hasilnya sungguh mengejutkan. Meski sudah beku selama 30 tahun, binatang tersebut ternyata masih hidup.

" Beruang air" . Demikian binatang ini disebut. Atau juga dikenal dengan nama " babi lumut" . Ukurannya sangat kecil, kurang dari 1 milimeter.

Binatang ini ditemukan di kawasan terdingin di dunia, Antartika. Mereka juga bisa hidup di sejumlah tempat paling dingin di planet ini.

Para ilmuwan menemukan binatang yang sudah ada sejak 1983. Selain binatang ini, ada sebuah telur dari hewan yang sama. Kemudian disimpan di dalam suhu -20 derajat Celcius.

Dan tahun lalu, para ilmuwan dari Japanese National Institute of Polar Research " menghidupkannya" kembali. Dan ternyata, baik telur maupun binatang itu, masih hidup.

Binatang itu bisa menurunkan metabolisme mereka dengan ekstrem, dalam jangka waktu lama.

Selama dua pekan ini, binatang itu sudah mulai makan. Dan juga menghasilkan 19 telur, 14 menetas tanpa cacat. 

Beri Komentar