Ngeri, Video Viral Perlihatkan Kaki Anak Kecil di Seluncuran

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya
Kamis, 26 Mei 2022 12:18
Ngeri, Video Viral Perlihatkan Kaki Anak Kecil di Seluncuran
Aduh kaki siapa itu?

Dream - Baru-baru ini viral sebuah video yang bikin merinding warganet. Pada video itu tampak dua wanita sedang bermain seluncuran air di kolam renang.

Pada video yang diunggah akun Facebook Jayson's Official itu, dua wanita asal Filipina ini meluncur secara bergantian dan ada satu teman lainnya yang merekam dari kolam.

Facebook Jayson's Official© Facebook Jayson's Official

Saat wanita pertama meluncur tidak terlihat kejanggalan. Namun saat wanita kedua meluncur, tampak kaki kecil yang mengikuti disebelahnya.

Kaki kecil itu tampak misterius karena posisinya tengkurap. Sedangkan jika seseorang membawa anak, biasanya anak itu akan diletakan secara duduk di depan sang pendamping.

Facebook Jayson's Official© Facebook Jayson's Official

Tubuh anak dalam video itu tidak nampak jelas seakan-akan masuk ke dalam baju. Banyak orang yang mengaitkan hal ini dengan sosok anak kecil misterius.

Sayangnya saat mereka semua sudah tercebur di air, kamera tidak memperlihatkan kondisi kolam secara keseluruhan. Lihat videonya di sini.

1 dari 5 halaman

Gumpalan Misterius di Perut Bumi Bikin Ilmuwan Bingung, Ukurannya 100 Kali Lebih Tinggi dari Gunung Everest

Dream - Ahli geofisika dari Arizona State University menemukan dua gumpalan misterius di dalam perut bumi. Gumpalan ini disebut 100 kali lebih tinggi dari Gunung Everest.

Ahli geofisika dari Universitas Cambridge, Zhi Li, mengatakan, dua gumpalan itu terbuat dari proses termokimiawi, atau perubahan material dan zat-zat selama jutaan tahun silam. Ia menilai material dan zat-zat lain terkungkung oleh lapisan pelindung.

Sejauh ini, para ilmuwan masih belum mengetahui dari mana kedua struktur kolosal ini berasal. Zhi Li semakin merasa aneh karena keduanya memiliki ketinggian yang berbeda dan ini masih menjadi misteri yang harus dipecahkan.

2 dari 5 halaman

Setelah menjalankan serangkaian simulasi, Zhi Li menduga gumpalan kurang padat cenderung labil berada di bawah benua Afrika dan di bawah Pasifik yang memiliki sifat lebih kuat. Sementara gumpalan yang berada di bawah Pasifik diakui lebih tinggi.

" Kami sekarang memiliki bukti kuat yang menunjukkan struktur internal mereka, ini adalah penemuan terbesar seismologi inti bumi," kata Zhi Li dikutip dari Mirror.

Gumpalan aneh di bawah Paging 3Pasifik dan Afrika pertama kali ditemukan pada 1980. Dalam istilah ilmiah, 'superplumes' dikenal sebagai large low-shear-velocity provinces (LLSVPs).

Ilustrasi inti bumi© Shutterstock

3 dari 5 halaman

" Perhitungan kami menemukan volume awal gumpalan tidak mempengaruhi ketinggiannya. Ketinggian gumpalan sebagian besar dikendalikan oleh seberapa padat dan viskositas mantel di sekitarnya," jelasnya.

Dibandingkan dengan LLSVP Pasifik, studi saat ini menemukan LLSVP Afrika membentang sekitar 1.000 kilometer dengan ketinggian 999 kilometer.

Sedangkan dalam pemodelan telah menemukan LLSVP Afrika membentang hingga 1.500 kilometer, dan mencapai ketinggian maksimum 800 kilometer.

Dalam percobaan laboratorium, baik gumpalan Afrika dan Pasifik tampak berosilasi naik dan turun melalui mantelnya. Para ahli berharap temuan ini bisa mengungkap awal mula bumi tercipta.

4 dari 5 halaman

Terakhir Terlihat Lagi Kuras Air, Kapal Pengangkut 1 Ton Besi Tua Hilang Misterius di Perairan Meranti Riau

Dream - Sebuah kapal kayu yang mengangkut satu ton besi tua hilang misterius saat menuju Pelabuhan Dorak, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Kamis 12 Mei 2022.

Kapal yang diawaki Basri (40) dan Lego (30) itu berangkat dari Pelabuhan Sungai Niur pada Kamis sekitar pukul 06.00 WIB. Di perjalanan, kapal berpapasan dengan kapal yang dinaiki adik korban sekitar pukul 09.00 WIB dan menjadi lokasi terakhir posisi kapal itu diketahui.

Saat berpapasan, korban diketahui sedang mengurasi air yang masuk ke dalam kapan kayunya yang disebut dengan istilah pompong.

" Saat itu saksi melihat korban tengah menguras air yang masuk ke dalam pompongnya dan sempat berkomunikasi sebelum melanjutkan perjalanan," jelas Kepala Basarnas Pekanbaru, Ishak di Pekanbaru, Jumat 13 Mei 2022, dikutip dari Merdeka.com.

5 dari 5 halaman

Namun hingga Kamis (12 Mei 2022) sekitar pukul 7 malam, korban dan kapalnya tak kunjung tampak. Padahal seharusnya kapal tersebut tiba di Pelabuhan Dorak pada pukul 11.00 WIB.

" Adiknya telah berusaha menghubungi handphone korban, namun tak aktif dan tak ada kabar keberadaannya," ujarnya.

Karena khawatir, adik korban melaporkan perihal kejadian tersebut ke Polairud Meranti untuk meminta bantuan. Namun setelah dilakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir terlihat, korban dan kapalnya juga tak ditemukan.

Hingga kini tim Rescue unit siaga SAR Kepulauan Meranti yang mendapat laporan dari Polairud tengah melakukan pencarian.

Beri Komentar