Awalnya Dikira Jerawat, Saat Dicek Ternyata Kanker Langka

Reporter : Idho Rahaldi
Selasa, 18 Juni 2019 09:12
Awalnya Dikira Jerawat, Saat Dicek Ternyata Kanker Langka
Padahal wanita ini baru berusia 21 tahun!

Dream - Kanker merupakan penyakit yang menakutkan. Keberadaannya sulit terdeteksi jika penderita tidak memeriksa diri ke dokter yang akan menggunakan alat-alat khusus.

Pengalaman itu pula yang dirasakan Emily Foreman. Wanita berusia 21 tahun ini tak pernah menyangka jika sebuah jerawat yang tumbuh di belakang telinga kanannya ternyata bibit dari sebuah kanker langka yang tak bisa disembuhkan.

Mengutip laman thesun, Emily baru pertama kali menyadari adanya jerawat itu di awal tahun 2018 lalu. Jerawat itu muncul di belakang telinga kanannya.

Menganggapnya hanya jerawat biasa, Emily tak terlalu menghiraukannya. Hingga dia mulai menyasari jika bejolan yang awalnya dikira jerawat itu semakin membesar.

" Benjolan itu bertambah dua kali lipat dan telingaku mulai mati rasa sehingga aku memutuskan untuk pergi ke dokter umum setempat," ujarnya dikutip dari The Sun.

1 dari 2 halaman

Wajah Kanannya Lumpuh

Emily pun memutuskan menjalani pemindaian dan biopsi. Ternyata benjolan itu merupakan large cell undifferentiated carcinomas atau karsinoma sel besar, yaitu kanker paru-paru ganas yang tidak menunjukkan diferensiasi skuamosa, kelenjar, atau sel kecil (neuroendokrin) pada bagian jaringan yang diserang kanker.

Operasi besar pun ia jalani. Kurang lebih selama 6 jam, hingga akhirnya tim dokter berhasil untuk mengangkat karsinomanya itu.

 Emily

Namun prosedur itu pun bukan tanpa risiko. Usai menjalani operasi, wajah Emily bagian kanan lumpuh. Ia pun harus melakukan beberapa pengobatan dan terapi.

2 dari 2 halaman

Kanker Telah Meyebar

Pada Februari tahun ini, pemeriksaan rutinnya menunjukkan kanker telah menyebar dan banyak lesi di kedua paru-parunya. Operasi atau radiasi adalah pilihan pengobatan terbaik untuk kankernya.

Imunoterapi juga bisa dijadikan pilihan pengobatan, namun Emily harus mengeluarkan biaya hingga 860 juta rupiah untuk perawatan 10 minggu.

" Kami melakukan apa yang kami bisa. Kami akan menjual rumah dan tinggal di tenda jika terpaksa," kata sang ibu, Sarah.

Emily berharap untuk memulai pengobatan segera dan menemukan bahwa lesi di paru-parunya telah sembuh.

" Jika tubuh saya merespons imunoterapi dengan baik maka ini adalah sesuatu yang dapat kita lakukan tanpa batas waktu," ungkap Emily.

(Sah, Sumber: TheSun)

Beri Komentar
Reaksi Mainaka yang Bikin Nia Ramadhani Menangis