Alasan Dimasuki Kuntilanak, Anak Tewas Disumpal Ayah Pakai Lembaran Quran

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 18 Februari 2020 08:48
Alasan Dimasuki Kuntilanak, Anak Tewas Disumpal Ayah Pakai Lembaran Quran
Dia anak soleh, nanti masuk surga, kata sang pembunuh.

Dream - Fadil, seorang bocah di Pekabaru tewas di tangan sang ayah, Hermanto. Anehnya, usai membunuh sang anak, Hermanto yakin bahwa sang anak akan mendapatkan surga.

" Dia anak soleh, masuk surga nanti," kata Hermanto kepada warga dan polisi, Senin, 17 Februari 2020.

Hendi, warga sekitar, mengatakan Hermanto selama ini dikenal ramah dan sering berbaur dengan warga sekitar. Hermanto diketahui tinggal di Gang Anturiam, Perumahan Griya Cipta, Jalan Cipta Karya Kecamatan Tampan.

Tapi, dalam beberapa hari terakhir, kepala mekanik di sebuah bengkel itu cenderung menutup diri.

" Sejak Jumat pekal lalu sering mengurung diri di kamar bersama istri dan tiga orang anaknya. Korban merupakan anak ketiganya, usia tiga tahun," ucap Hendi.

Sementara itu, perubahan perilaku Hermanto sempat menjadi perhatian adik kandungnya, Iwan. Menurut dia, Hermanto kini kerap mempelajari dan menjalani ritual di luar agama.

Kasus ini terbongkar ketika Hendi dan Iwan memasuki rumah Hermanto melalui dapur. Di dalam rumah didapati Fadil telungkup di lantai tertutup kain panjang.

" Pas kami lihat lehernya sudah terlilit kawat dari jemuran. Pelaku Hermanto ada di dapur itu terlihat santai," ucap dia.

1 dari 2 halaman

Kerasukan Genderuwo?

Kapolsek Tampan, AKP Juper Lumban Toruan, mengatakan, pelaku saat ini masih diperiksa intensif. Istri dan dua anak pelaku turut dimintai keterangan sebagai saksi.

" Keterangan pelaku masih berubah-ubah, awalnya dibilang karena istrinya kerasukan genderuwo, kemudian dibilangnya kemasukan kuntilanak," kata Juper, kepada Liputan6.com.

Selama diperiksa, pelaku terlihat tenang dan menjawab santai semua pertanyaan petugas. Tidak ada rasa penyesalan atas perbuatan keji yang dilakukan terhadap anak kandungnya.

" Seperti tidak melakukan apa-apa saja, wajahnya tenang," kata Juper.

 

2 dari 2 halaman

Disumpal Lembaran Al-Qur'an

Pengakuan pelaku, perbuatan keji terhadap korban dilakukan Senin dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. Sebelum dibunuh, mulut korban disumpal pakai lembaran Al-Qur'an.

" Disobek lembaran tadi, disumpal ke mulut anaknya, lalu dibakar. Hal ini dilakukan pelaku di atas meja," kata Juper.

Tak lama kemudian, pelaku mengambil kawat dari jemuran kain lalu melilitkan ke leher anaknya. Alasan pelaku juga tidak masuk akal karena mendengar bisikan gaib.

" Jadi kuntilanak dari istrinya pindah ke tubuh korban tadi. Agar kuntilanak tadi tidak pergi melarikan diri, makanya tubuh korban dililit," ucap dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/M Syukur)