Ayah Tega Rudapaksa Anak Akibat Diselingkuhi Istri

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 10 Maret 2019 13:50
Ayah Tega Rudapaksa Anak Akibat Diselingkuhi Istri
Pelaku melampiaskan kekesalannya pada anak gadisnya sendiri.

Dream - Pria asal Samarinda, Kalimantan Timur, diketahui beridentitas Mijan, tega melakukan perbuatan tak senonoh terhadap putrinya sendiri, D. Dia merudapaksa anak gadisnya di komplek pemakaman umum di Pulau Atas.

Peristiwa tragis itu diketahui istrinya, yang kemudian melaporkan Mijan ke polisi pada 26 Februari 2019. Mijan sempat menjadi buronan dan baru ditangkap petugas Polsek Samarinda Kota pada Senin, 4 Maret 2019.

Kapolsek Samarinda Kota, Komisaris Nur Kholis, mengatakan Mijan bisa ditangkap berkat keterlibatan warga. Menurut dia, warga sengaja menunggu pelaku yang pulang ke rumahnya.

" Pelaku pulang ke rumahnya mengambil barang, di situ pelaku ditangkap," ujar Kholis, dikutip dari Pojoksatu.id.

Warga sempat emosi dan akan menghajar Mijan. Petugas Kamtibmas berhasil mencegah warga main hakim sendiri.

 

1 dari 4 halaman

Anak Jadi Korban

Menurut Kholis, Mijan yang berprofesi sebagai tukang gali kubur memperkosa D di kuburan. Pelaku tega melakukan perbuatannya kepada anaknya sendiri lantaran sakit hati diselingkuhi istrinya.

" Jadi, pelaku melampiaskan kekesalannya kepada anaknya," kata dia.

Rupanya, Mijan bukan pelaku satu-satunya. N, kakak kandung D, juga tega merudapaksa gadis itu lantaran kecanduan menonton video porno.

Mijan dan N kini harus meringkuk di penjara. Keduanya dijerat Undang-undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan terancam hukuman penjara 14 tahun.

" Kasus kekerasan seksual terhadap anak sering dilakukan oleh orang-orang terdekar. Pelakunya bukan orang jauh," kata Kholis.

Sumber: Pojoksatu.id

2 dari 4 halaman

Fakta Gadis Jadi Korban Rudapaksa Ayah, Kakak, dan Adik Kandung

Dream - Gadis 18 tahun, AG, mengalami nasib sangat memilukan. Remaja putri asal Pekon Panggungrejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung ini menjadi korban rudapaksa selama setahun.

Skandal ini terbongkar atas kecurigaan psikolog Satgas Merah Putih Perlindungan Anak Pekon Panggrungrejo, Tarseno, 51 tahun. Dia mendapati AG semakin kurus setelah tinggal bersama ayahnya.

" Korban menceritakan bahwa hidupnya sangat tertekan," ujar Tarseno, dikutip dari Pojoksatu.

Menurut Tarseno, AG menceritakan peristiwa nahas yang dia alami. Dia pun membongkar para pelaku yang memperkosanya, yang tidak lain adalah keluarga kandungnya sendiri.

Mendengar pengakuan AG, Tarseno melaporkan kejadian itu ke polisi. Mendapat laporan tersebut, polisi bergerak cepat menangkap terduga pelaku.

 

3 dari 4 halaman

Setahun Alami Kejadian Memilukan

Kapolres Tanggamus, AKBP Hesmu Baroto, melalui Kasat Reskrim Polres Tanggamus, AKP Edi Qorinas, mengatakan terduga pelaku yaitu M, 45 tahun, SA, 24 tahun, dan YF, 15 tahun. Mereka adalah ayah, kakak, dan adik kandung korban.

Edi mengatakan mereka secara bergantian melakukan rudapaksa terhadap korban hampir setiap hari selama setahun belakangan. Dalam sehari, AG menjadi korban kejahatan keluarganya minimal lima kali.

Edi melanjutkan masing-masing terduga pelaku melakukan aksinya berulang kali. Dalam setahun, M sudah lima kali, SA 120 kali, dan YF 60 kali memperkosa korban.

4 dari 4 halaman

Latar Belakang Korban

Tarseno mengatakan korban awalnya tinggal bersama sang ibu setelah orangtuanya bercerai. Ayah dan ibu korban memiliki empat orang anak.

Dari keempat anaknya, ibu korban hanya mengajak AG tinggal bersamanya. Saat itu, usia AG masih tiga tahun.

Setelah ibunya meninggal, korban diasuh oleh neneknya. Sejak saat itu, korban tinggal di rumah nenek di Tanggamus.

Kemudian, sang ayah datang menjemput korban. AG pun diajak sang ayah tinggal bersama di Sukoharjo, Pringsewu.

Tetapi, insiden memilukan dialami korban setelah 17 hari tinggal bersama ayahnya. Sang ayah begitu tega memperkosa korban, dan kedua saudara malah turut melakukan perbuatan yang sama.

Sumber: Pojoksatu.id

Beri Komentar