Ayam Tanpa Kepala, Bisa Bertahan Hidup Hingga 18 Bulan

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 15 September 2015 09:01
Ayam Tanpa Kepala, Bisa Bertahan Hidup Hingga 18 Bulan
Keanehan itu memicu tanda tanya besar bagaimana ayam yang sudah dipotong kepalanya bisa bertahan hidup begitu lama. Aneh tapi nyata.

Dream - Aneh tapi nyata. Di Colorado, Amerika Serikat, ada seekor ayam yang bisa hidup meski tidak punya kepala.

Tujuh puluh tahun yang lalu, seorang petani di Colorado memotong kepala seekor ayam. Tetapi aneh, ayam tersebut tidak bisa mati. Mike, nama ayam itu, bertahan selama 18 bulan dan menjadi terkenal.

Keanehan itu memicu tanda tanya besar bagaimana ayam yang sudah dipotong kepalanya bisa bertahan hidup begitu lama.

Alkisah, pada 10 September 1945, Lloyd Olsen dan istrinya Clara adalah sepasang peternak ayam potong di peternakan mereka di Fruita, Colorado.

Olsen bertugas menyembelih ayam-ayam, sementara istrinya akan membersihkan mereka. Tapi salah satu dari 40 atau 50 ayam yang disembelih di bawah kapak Olsen hari itu tidak berperilaku seperti yang lainnya.

" Saat sampai di ayam terakhir, Olsen memotong kepalanya, tetapi yang satu ini masih hidup dan berjalan-jalan," kata Troy Waters, cicit pasangan peternak tersebut. Waters sendiri juga seorang peternak di Fruita.

Ayam ajaib itu kemudian ditaruh dalam sebuah kotak apel tua di peternakan semalaman. Dan ketika Olsen terbangun keesokan harinya, ia keluar untuk melihat apa yang terjadi. " Well, ternyata ayam itu masih hidup," kata Waters.

" Itu bagian dari sejarah keluarga kami yang aneh," kata Christa, istrinya.

Waters mendengar kisah tersebut saat masih kecil ketika kakek buyutnya itu datang untuk tinggal di rumah orangtuanya.

Cerita ayam 'ajaib' menyebar...

1 dari 2 halaman

Bikin Geger

Bikin Geger

Keajaiban yang dialami Mike si Ayam Tanpa Kepala segera menyebar cepat di Fruita, hingga terdengar oleh kelompok sirkus keliling dari Salt Lake City, Utah.

Maka Mike, Olsen dan istrinya akhirnya menjalani tur bersama kelompok sirkus tersebut di beberapa negara bagian AS. Mulai dari California, Arizona, Utah bahkan hingga ke bagian timur benua Amerika.

Bahkan, catatan perjalanan Mike si Ayam Tanpa Kepala yang didokumentasikan secara hati-hati oleh Clara hingga kini masih tersimpan di lemari senjata milik Waters.

Setelah tur awal tersebut, Olsens membawa Mike ke Phoenix, Arizona, di mana bencana melanda pada musim semi 1947.

" Di sanalah akhirnya Mike meninggal -di Phoenix," kata Waters.

Kisah Mike ini mengejutkan Tom Smulders, seorang ahli ayam di Pusat Perilaku dan Evolusi di Newcastle University. Menurut Smulders, Mike tidak mati meski kehabisan darah. Bahkan semua anggota badannya berfungsi meski tanpa kepala. Namun Smulders punya penjelasan ilmiah tentang keanehan yang menimpa Mike tersebut.

Menurutnya, saat kepala ayam terpotong akan memutus otak dari bagian tubuh lainnya. Tetapi untuk waktu yang singkat rangkaian saraf tulang belakang masih memiliki sisa oksigen.

Dan tanpa masukan dari otak, rangkaian tersebut mulai aktif secara spontan. " Neuron menjadi aktif, kaki mulai bergerak," kata Smulders.

Biasanya ayam hanya berbaring ketika hal ini terjadi. Tetapi dalam kasus yang jarang terjadi, neuron akan memerintahkan sebuah motor penggerak agar berjalan.

" Ayam memang akan bisa berjalan untuk sementara," kata Smulders. " Tapi tidak untuk 18 bulan, paling lama kira-kira sekitar 15 menitan."

2 dari 2 halaman

Penjelasan Ilmuwan

Penjelasan Ilmuwan

Menurut laporan penelitian, paruh, wajah, mata dan telinga Mike telah terpotong saat dibelah dengan kapak. Tapi Smulders memperkirakan bahwa hingga 80% massa otaknya -dan hampir segala sesuatu yang mengontrol tubuhnya, termasuk denyut jantung, pernapasan, rasa lapar dan pencernaannya- tetap tak tersentuh.

Diduga pada saat itu Mike selamat dari kapak Olsen karena sebagian atau seluruh batang otak tetap melekat pada tubuhnya. Sejak itu ilmu pengetahuan telah berkembang dan menjadi apa yang kemudian disebut sebagai fungsi batang otak.

" Sebagian besar otak burung seperti yang kita kenal sekarang dianggap batang otak saat itu," kata Smulders. " Namun bagian otak burung yang sejak akhir 1800an disamakan dengan batang otak mamalia sebenarnya salah."

(Sumber: BBC)

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik