Fenomena Tsunami Pasir Hantam China, Matahari Sampai Tertutup

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 7 April 2020 17:48
Fenomena Tsunami Pasir Hantam China, Matahari Sampai Tertutup
Warga setempat menyebutnya dengan 'badai hitam'.

Dream - Badai pasir besar terekam video tengah melanda sebuah kota di China. Dalam cuplikan video tersebut terlihat penduduk yang berlarian dan panik.

Video itu diambil di Kota Baicheng, Jilin, China. Gelombang pasir dan debu terlihat bergerak menuju pusat kota serta terlihat seperti tsunami.

Dikutip dari Daily Star, gelombang debu terlihat sangat tinggi menjulang dan nampak menghalangi matahari. Kejadian ini dilatari dengan suara wanita yang berteriak dengan khawatir.

Fenomena badai pasir hebat ternyata memang sering terjadi di China. Warga setempat menyebutnya dengan 'badai hitam'.

Pihak polisi setempat memaksa penduduk untuk berada di dalam ruangan dan tidak panik berlarian keluar.

 

1 dari 5 halaman

Penyebabnya

'Badai hitam' tersebut terjadi akibat angin yang berhembus hingga 39-46 mph pada 3 April 2020. Pihak otoritas cuaca di Jilin telah mengeluarkan peringatan biru untuk badai pasir yang akan berlangsung selama 24 jam, sementara di pusat kota telah dikeluarkan peringatan kuning yang lebih serius.

Badai pasir selalu melaju ke timur pada saat terjadi pertukaran udara di dataran berumput. Biasanya badai pasir memengaruhi kualitas udara di Beijing dan efeknya sangat parah.

Pihak meterorologi Jilin telah memperingatkan adanya angin kencang sangat besar yang kemungkinan menyebabkan dan menyebarkan kebakaran hutan.

'Badai hitam' tersebut sering kali muncul dan terekam kamera selama beberapa bulan terakhir. Badai ini juga menghalangi matahari di Australia setelah berbulan-bulan mengalami kebakaran hutan yang besar.

2 dari 5 halaman

Pergerakan Kerak Bumi Melambat Akibat Covid-19, Kok Bisa?

Dream- Corona adalah pandemi dunia bukan masalah Indonesia saja. Maka setiap hari berita internasional menjadi santapan masyarakat Indonesia.

Setiap negara punya strategi sendiri-sendiri, namun dunia sepakat untuk mengurangi aktivitas masyarakat di luar rumah.

Imbauan untuk tinggal di rumah ini memang bukan saja diberlakukan di Indonesia, tapi juga di negara-negara terdampak Corona Covid-19.

Cara ini dipercaya dapat memerangi penyebaran virus Corona. Tanpa disadari, para ilmuan kembali menemukan sisi positif dari pandemi virus corona atau Covid-19.

3 dari 5 halaman

Baru-baru ini para pakar seismologi di seluruh dunia mendapati adanya pengurangan kebisingan seismik (seismic noise) selama sebulan terakhir ini.

Kebisingan seismik, dijelaskan oleh Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, disebabkan oleh getaran-getaran kecil (mikroseismik) artifisial yang dihasilkan oleh aktivitas manusia, seperti aktivitas pabrik dan kendaraan.

Sehingga, berkat adanya kebijakan untuk tetap tinggal di rumah yang berlaku di seluruh dunia untukmenekan penyebaran virus corona, getaran-getaran kecil artifisial di muka bumi ini pun berkurang dan kebisingan seismik menurun.

Inilah kabar gembira bagi bumi.

Hal ini pertama kali disampaikan oleh Thomas Lecocq di laman CNN, seorang ahli geologi dan seismolog di Royal Observatory di Belgia, pertama kali menunjukkan fenomena ini di Brussels.

Brussels menilai sejak seluruh negara mulai menerapkan penutupan sekolah dan bisnis dan langkah-langkah jarak sosial lainnya. Sejak pertengahan Maret, Ia melihat pengurangan 30% hingga 50% dalam kebisingan seismik.

Stasiun seismik di Brussel, misalnya. Lecocq berkata, pada hari biasa, stasiun yang dibangun lebih dari seabad lalu di tengah kota ini nyaris tak berguna karena terganggu oleh kebisingan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia.

Para pakar Belgia bahkan harus mengandalkan stasiun lain yang memanfaatkan pipa di bawah tanah untuk memonitor aktivitas seismik di area Brussel.

4 dari 5 halaman

Berkurangnya polusi tentu merupakan hal yang baik bagi Bumi kita, namun apa dampak dari berkurangnya getaran seismik?

Dengan berkurangnya kebisingan berarti seismolog dapat mendeteksi kejadian yang lebih kecil. Sehingga mampu mendeteksi gempa bumi yang lebih kecil dan peristiwa seismik lainnya.

Karena berkurangnya kebisingan manusia membuatnya lebih mudah untuk menangkap getaran halus di tanah.

Intinya, berkurangnya kebisingan seismik membantu para pakar di BMKG dalam membaca gelombang gempa. Sebab, gelombang, yang khususnya bersumber dekat kota, menjadi relatif lebih jelas.

 

 

5 dari 5 halaman

 © Dream Paula Koelemeijer@seismo_koel    

How the seismic noise on our little @raspishake seismometer running in West London (Twickenham) has been affected by the lockdown. This is a month of data for station R091F. The average noise levels are down reflecting fewer trains, buses and cars.

  98 Twitter Ads info and privacy
  68 people are talking about this    
 © Dream Seismologie.be@Seismologie_be    

Our staff is teleworking. The earth continues shaking. Ground movements at frequencies 1-20 Hz, mainly due to human activity (cars, trains, industries,...) are much lower since the implementation of the containment measures by the government. @ibzbe @CrisiscenterBE

  274 Twitter Ads info and privacy
  199 people are talking about this    

Fenomena ini memang sangat langka, kata Lecocq, mengingat Brussel juga merupakan kota yang dibangun seabad lalu sehingga sulit untuk menangkap dengungan kecil.

Seismolog lain sependapat. Paula Koelemeijer memposting grafik di Twitter yang menunjukkan bagaimana kebisingan di London Barat begitu berubah setelah sekolah dan tempat-tempat sosial di Inggris.

Celeste Labedz, seorang mahasiswa PhD di California Institute of Technology, pun memposting grafik yang menunjukkan penurunan tajam grafik kebisingan di Los Angeles.

Namun, seismolog mengatakan, pengurangan kebisingan adalah pengingat serius akan virus yang telah membuat lebih dari satu juta orang terinfeksi, dan menewaskan puluhan ribu orang sehingga menghentikan ritme kehidupan yang normal.

Beri Komentar
Miris! Warga & PKL Tumpah Ruah di Pasar Tanah Abang Meski PSBB