Bangun dari Koma, Bocah Itu Kembali Tak Sadarkan Diri Lantaran Dijenguk Temannya

Reporter : Idho Rahaldi
Senin, 21 Oktober 2019 15:48
Bangun dari Koma, Bocah Itu Kembali Tak Sadarkan Diri Lantaran Dijenguk Temannya
Bukanya membuat pasien senang, malah membuat kembali koma!

Dream - Saat mendengar keluarga atau teman yang berhasil sembuh melewati masa kritis, seperti koma, saat dirawat di rumah sakit, tentu hal pertama yang terpikirkan adalah datang mengunjungi untuk menjenguknya.

Selain menunjukan rasa perhatian, mungkin pasien juga akan membutuhkan dukungan dari keluarga atau teman terdekat selama masa penyembuhan.

Namun perlu diperhatikan, menjenguk orang sakit juga ada aturannya. Jika kamu tidak mengikuti beberapa etika berikut, bisa jadi pasien malah akan terganggu dengan kehadiran kamu.

Atau bahkan malah membuat penyakitnya tambah parah, seperti halnya yang dialami seorang remaja laki-laki asal Taiwan ini.

1 dari 5 halaman

Masuk Ruang ICU Bersama-sama

Melansir World Of Buzz, remaja laki-laki berusia 19 tahun itu awalnya mengalami koma karena pembulu darah di otaknya pecah.

Beruntung karena usianya yang masih muda, ia dapat pulih dan bangun dari koma setelah hanya satu hari dirawat di rumah sakit.

Mendengar kabar itu, kerabatnya sangat gembira dan bergegas mengunjunginya di rumah sakit. Jiang, dokter yang merawat remaja tersebut mengatakan bahwa rumah sakit biasanya hanya mengizinkan dua pengunjung masuk secara bersamaan ke ruang ke Unit Perawatan Intensif (ICU).

Namun, kerabat remaja itu memohon kepada dokter untuk dapat masuk secara bersamaan ke dalam. Mereka beralasan bahwa telah menempuh perjalanan jauh untuk dapat melihat anggota keluarganya bangun dari koma.

Mau enggak mau, dokter pun mengijinkan beberapa orang kerabat remaja itu untuk masuk bersamaan. Mereka pun telah diingatkan untuk berbicara dengan lembut agar tidak mengejutkan pasien, terutama karena baru saja bangun dari Koma.

2 dari 5 halaman

Malah Berpesta

Namun saat di dalam dan berjumpa dengan remaja itu. Mereka malah bersorak untuknya, meneriakkan sebuah perayaan.

Remaja itu pun merasa sangat senang karena kerabatnya datang mengunjungi. Namun karena hal itu ia harus kembali tak sadarkan diri.

 Koma

Ya, karena saking senangnya pembulu darah remaja itu kembali pecah. Sang dokter pun langsung bergegas memasuki ruangan untuk mencoba memonitor tekanan darah anak itu, namun sudah terlambat. Remaja itu kembali mengalami koma.

Untuknya setelah 2-3 hari perawatan, bocah itu kembali pulih dan tersadar. Kali ini untuk selamanya.

Dr, Jiang menghimbau untuk selalu waspada ketika mengunjungi pasien di rumah sakiit. Pastikan kamu memahami kondisi pasien sebelum berkomnukasi dengan mereka.

3 dari 5 halaman

Wanita Ini Sadar Setelah Koma 27 Tahun

Dream - Perempuan asal Uni Emirat Arab (UEA), Munira Abdulla, punya kasus unik di dunia medis. Perempuan yang koma usai kecelakaan lalu lintas pada 1991 itu sadar sadarr setelah koma selama 27 tahun.

Munira Abdulla, yang saat kecelakaan berusia 32 tahun, menderita cedera otak parah setelah mobil yang dia tumpangi bertabrakan dengan bus dalam perjalanan menjemput putranya dari sekolah, Omar Webair.

Omar, yang saat itu baru berusia empat tahun, duduk di kursi belakang mobil bersama Munira. Omar selamat dari kecelakaan tanpa cedera.

Omar bercerita mengenai kemajuan kondisi sang ibu dengan surat kabar UEA, The National. " Saya tidak menyerah dengan kondisinya karena saya selalu merasa bahwa suatu hari dia akan bangun," kata Omar, dikutip dari laman BBC, Sabtu 27 April 2019.

" Alasan saya berbagi kisahnya adalah untuk memberi tahu orang-orang agar tidak kehilangan harapan pada orang yang mereka cintai; jangan menganggap mereka mati ketika mereka dalam keadaan seperti itu," ucap dia.

" Ibuku sedang duduk bersamaku di kursi belakang. Ketika dia melihat kecelakaan itu datang, memelukku untuk melindungiku dari tabrakan."

4 dari 5 halaman

Mendapat Dana Hibah dari Putra Mahkota

Menurut Omar, sang ibu hanya menderita memar di kepala, tetapi ibunya tidak dirawat selama berjam-jam.

Munira akhirnya dibawa ke rumah sakit. Dia kemudian dipindahkan ke London, Inggris. Di sana, dia dinyatakan dalam kondisi tidak responsif, namun dapat merasakan sakit.

Munira sempat kembali ke Al Ain, UEA dan dipindahkan ke berbagai fasilitas medis sesuai dengan persyaratan asuransi. Munira tinggal di sana selama beberapa tahun, makan melalui tabung.

Dia menjalani fisioterapi untuk memastikan otot-ototnya tidak melemah karena kurang gerak.

Pada 2017, keluarga itu ditawari hibah oleh badan pemerintah di Abu Dhabi. Lembaga itu meminta agar Munira dipindahkan ke Jerman.

Di Jerman, Munira menjalani sejumlah operasi untuk memperbaiki otot lengan dan kakinya yang sangat pendek. Dia diberi obat untuk meningkatkan kondisinya, termasuk kesiagaannya.

5 dari 5 halaman

Terbangun dan Memanggil Omar

Setahun setelah perawatan, Omar sempat terlibat pertengkaran di kamar perawatan. " Ada kesalahpahaman di ruang rumah sakit. Omar merasakan Munira membuat suara aneh dan terus memanggil dokter untuk memeriksanya, mereka mengatakan semuanya normal.

" Lalu, tiga hari kemudian, aku terbangun oleh suara seseorang memanggil namaku," ucap Omar

" Itu dia! Dia memanggil namaku, aku terbang dengan gembira; selama bertahun-tahun aku memimpikan saat ini, dan namaku adalah kata pertama yang dia katakan."

Dia menjadi lebih responsif, dan sekarang bisa merasakan sakit dan bercakap-cakap.

Dia telah kembali ke Abu Dhabi, di mana dia menjalani fisioterapi dan rehabilitasi lebih lanjut - terutama untuk memperbaiki postur tubuhnya.

Beri Komentar
Umroh Bareng Pasangan, Foto Sweet Selebritis Saat di Mekkah