Batu Akik Unik: Dari Sisik Naga Sampai Gambar Manusia

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 23 Februari 2015 13:45
Batu Akik Unik: Dari Sisik Naga Sampai Gambar Manusia
Untuk menentukan kualitas batu akik adalah kejernihan, kristal dan ukuran.

Dream - Demam batu akik belum juga hilang di kalangan masyarakat Indonesia. Bahkan kini banyak yang rela merogoh kocek hingga miliaran rupiah demi bisa mendapatkan batu akik dengan motif langka.

Menurut Ketua Harian Asosiasi Pedagang Batu Mulia Jakarta Gems Centr, Tobikin, ada banyak hal yang menentukan batu akik menjadi unik, dicari dan berharga mahal.

Untuk menentukan kualitas batu akik adalah kejernihan, kristal dan ukuran. Kata Tobikin, batu bacan masih paling banyak dicari.

Tapi banyak juga yang mencari batu dengan motif unik. Sudah tentu harganya cukup mahal. Apa saja?

Pertama adalah batu sisik naga. Ini adalah jenis batu yang baru ditemukan. Batu ini ditemukan di Enrekang, Sulawesi Selatan.

Bentuknya yang seperti sisik naga terlihat unik dan menarik para peminta batu akik. Di pasaran, harga batu sisik naga dibanderol mulai dari Rp 1 jutaan.

Kedua, batu cempaka madu. Ini adalah batu yang sedang heboh karena termasuk jenis yang baru ditemukan. Batu ini pertama kali ditemukan seorang petani di Geurute, Aceh Jaya.

Batu ini mirip batu kecubung tapi orang melihatnya seperti melihat cairan madu, makanya dinamakan cempaka madu. Harga di pasaran bisa mencapai Rp 8 jutaan.

Ada juga batu bercorak lukisan. Ada yang bergambar manusia, pemandangan dan hewan. Untuk batu langka ini harganya bisa mencapai miliaran rupiah.

Terakhir, batu berlafadz Allah. Batu yang memiliki guratan tulisan mirip lafaz 'Allah' dalam bahasa Arab juga ramai diburu.

Menurut kolektor benda peninggalan sejarah di Lhokseumawe, Yed Mad, batu akik berlafaz Allah bisa bernilai ratusan juta. Ia salah satu yang memiliki koleksi tersebut.

Batu akik berlafaz Allah juga dimiliki Ani Yudhoyono. Istri mantan Presiden SBY ini sempat memperlihatkannya di akun Instagram, @aniyudhoyono. 

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham