Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
King Cobra (Shutterstock.com)
Dream - Seorang pawang ular di Tanzania tewas setelah digigit oleh cobra. Pawang kondang bernama James Henry itu dipatuk saat unjuk kebolehan mempermainkan ular cobra di depan penduduk desa.
Pawang 60 tahun itu memang tenar di wilayah Kigoma, kawasan barat laut Tanzania. Dia sangat terkenal lihai menangkap ular berbisa dan membunuh binatang-binatang melata itu setelah menangkapnya.
Pada hari nahas itu, Henry dipanggil oleh penduduk sebuah desa di negeri Afrika Timur tersebut untuk menangkap dua ular cobra yang meresahkan warga.
Henry sukses menangkap salah satu ular cobra yang meresahkan itu. Seekor lainnya masih gentayangan.
Namun tidak seperti hari yang sudah-sudah, saat itu Henry tak segera membunuh ular cobra yang sudah ditangkap. Dia justru mempermainkannya untuk menarik perhatian penduduk desa.
" Pria ini dikenal dengan keahliannya menangkap ular sebelum membunuh mereka," tutur asisten komisaris polisi, James Manyama, dikutip dari Newsweek.
Mungkin saja Henry sedang lengah, ular berbisa yang dimainkan itu berontak dan berhasil menggigitnya. " Ular itu menyerang dan menggigitnya di mulut dan jari," tambah Manyama.
Setelah insiden itu, Henry segera dibawa ke rumah sakit. Namun sayang nyawanya tak tertolong. " Dia meninggal di klinik di wilayah tersebut," ujar Manyama.
Polisi tidak menyebut secara spesifik jenis cobra yang menggigit Henry. Namun Afrika adalah rumah bagi berbagai sub-spesies cobra yang menyemburkan bisa maupun menyerang melalui gigitan.
Cobra yang paling umum ditemukan di Tanzania adalah cobra Mesir, yang hidup di sebagian besar Afrika. Cobra adalah salah satu ular paling berbisa di Afrika dan panjangnya rata-rata sekitar 4,6 kaki.
Cobra memiliki racun sangat mematikan, yang mengandung neurotoksin dan sitotoksin. Racun ini terutama menyerang sistem syaraf dan menyebabkan kelumpuhan jantung dalam beberapa menit. Korban dapat berhenti bernapas segera setelah 30 menit setelah gigitan.
Cobra terkenal mematikan dan agresif. Namun, seperti kebanyakan ular, cobra tidak akan menyerang kecuali diganggu. Sebagian besar spesies cobra lebih memilih untuk mencari menghindar daripada menyerang.
Menurut catatan, lebih dari satu juta gigitan ular terjadi di Afrika setiap tahun. Di sub-Sahara Afrika, diperkirakan ada 30.000 kematian akibat gigitan ular saban tahun. Kematian lebih sering terjadi di daerah pedesaan, mungkin karena terbatasnya akses antiracun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya