Tiga Teori `Paling Masuk Akal` Segitiga Bermuda

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 2 Agustus 2017 11:02
Tiga Teori `Paling Masuk Akal` Segitiga Bermuda
Tiga teori mengenai Segitiga Bermuda terlihat lebih rasional ketimbang mitos alien yang selama ini muncul.

Dream - Segitiga Bermuda diyakini telah menyebabkan lebih dari 300 kapal- termasuk kapal kargo Cyclops AS yang sangat besar- dan 75 pesawat terbang, hilang secara misterius.

Tidak ada yang tahu persis mengapa setiap kapal atau pesawat terbang yang lewat di atas Segitiga Bermuda itu raib. Segitiga Bermuda diduga menjadi penyebab terombang-ambingnya kapal Mary Celeste selama bertahun-tahun, tanpa satu awak pun di atasnya.

Beberapa orang mengklaim fenomena di daerah Samudera Atlantik ini, disebabkan gelombang aneh yang besar. Sementara itu, menunjuk pada legenda pusaran air yang sangat kuat, yang tanpa ampun mengisap kapal-kapal yang terperangkap di dalamnya.

Untuk mengungkap misteri Segitiga Bermuda, sebuah film dokumenter berjudul Draining the Bermuda Triangle dibuat dengan menelusuri wilayah perairan seluas 270.000 mil persegi di antara Bermuda, Florida dan Puerto Riko.

Dalam film yang disiarkan oleh Channel Five itu diungkapkan beberapa teori mengenai penyebab hilangnya kapal dan pesawat saat melintas Segitiga Bermuda.

Tiga teori bahayanya segitiga bermuda

1 dari 3 halaman

Batu Pemecah

Sebuah tim peneliti menggunakan pemetaan sonar untuk membuat gambar bagian dasar laut yang diselimuti misteri ini selama berabad-abad. Pemetaan sonar dilakukan dengan memetakan gelombang suara ke dalam dasar laut dalam bentuk gambar dari bawah permukaan.

Menggunakan teknik ini, tim peneliti berhasil mengungkapkan fakta terbaru bahwa Bermuda sebenarnya adalah puncak gunung laut yang sangat besar. Tinggi gunung itu adalah 4.000 meter dan menancap di tengah Samudra Atlantik.

Diperkirakan gunung itu terbentuk setelah letusan vulkanik terjadi pada fase awal munculnya Atlantik. Seiring waktu, gunung itu terus tumbuh membesar sampai menjulang tinggi di atas permukaan laut.

Ketika gunung itu punah 30 juta tahun yang lalu, angin dan hujan mengikisnya hingga menjadi dataran tinggi yang datar. Dan pada saat permukaan air laut naik mengikuti Zaman Es, sisa dataran tinggi itu membentuk sebuah pulau kecil di atas sebuah gunung laut yang terisolasi yang sekarang disebut Bermuda.

Pemetaan sonar juga menunjukkan, Bermuda sekarang dikelilingi oleh terumbu karang yang telah berevolusi menjadi senjata mematikan. Terumbu karang itu telah berkembang menjadi breaker atau batu pemecah. Breaker ini terbentuk oleh akumulasi alga dan cangkang jutaan moluska kecil yang telah membatu.

Secara bersama-sama, formasi terumbu karang itu membentuk struktur batu kapur besar yang bisa tumbuh hingga 12 meter dari dasar laut. Batu kapur itu terkadang muncul di permukaan saat ketinggian air laut dalam posisi rendah.

Breaker ini lebih keras dan kadang lebih tajam dari batu karang yang mengelilinginya. Begitu keras dan tajamnya, breaker bisa melubangi lambung kapal dan menyebabkannya tenggelam dalam waktu singkat.

Struan Smith, dari museum sejarah alam di Bermuda, mengatakan, " Breaker terlihat jelas ketika ada gelombang saat terjadi badai. Namun breaker ini lebih berbahaya pada saat cuaca tenang karena hampir tak terlihat sama sekali."

2 dari 3 halaman

Lubang dan Pusaran Air

Dengan melakukan investigasi deposit di dasar laut, tim juga menemukan jejak metana hidrat -yang terbentuk saat bahan organik dari permukaan tenggelam dan membusuk di dasar laut.

Setiap ada gangguan besar pada permukaan dasar laut dapat melepaskan metana hidrat dan memaksanya ke permukaan sebagai gas, menciptakan lubang air yang dilaporkan terlihat di Segitiga Bermuda.

Teori lain menyebutkan soal munculnya pusaran air yang sangat kuat. Tom Iliffe, profesor biologi kelautan, telah menjelajahi lubang air termasuk Blue Hole di Long Island di Bahama.

Di lubang air terdalam kedua di dunia yang pernah diketahui manusia ini, terdapat pusaran air yang sangat kuat. Saat Tom menyelam, dia menemukan terowongan yang sangat besar dengan isapan kuat yang berpotensi menarik benda-benda besar di bawah permukaan.

Lubang itu diyakini terbentuk saat ketinggian permukaan air laut rendah. Akibatnya, langit-langit lubang itu runtuh sehingga terbentuk jurang besar yang menganga seperti botol.

3 dari 3 halaman

Cuaca

Teori lainnya adalah kapal dan pesawat terbang hilang karena kendala cuaca saat melintas di Segitiga Bermuda.

Baru-baru ini para ilmuwan mengklaim awan heksagonal di wilayah Segitiga Bermuda mampu menciptakan angin mengerikan dengan kecepatan mencapai 170 mil per jam. Diduga ledakan udara yang mematikan itu dapat membalikkan kapal dan menarik pesawat jatuh ke laut.

Teori lainnya menyoroti soal lokasi Segitiga Bermuda. Terletak di tengah Atlantik, Segitiga Bermuda berada di pusat aktivitas cuaca. Di sinilah tempat angin topan, badai khatulistiwa, dan badai di lepas pantai Meksiko bertemu dan menciptakan angin kencang dan lautan yang bergejolak dengan gelombang aneh. (ism) 

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'