Tragis! Jenazah Bayi Ditolak Desanya karena Keluarga Tak Punya Biaya

Reporter : Sugiono
Rabu, 15 Januari 2020 15:47
Tragis! Jenazah Bayi Ditolak Desanya karena Keluarga Tak Punya Biaya
Ayahnya sudah keliling mencari tanah dan imam untuk memakamkan anaknya.

Dream - Nasib tragis dialami oleh sebuah keluarga di Sabah, Malaysia. Mereka tidak bisa memakamkan jenazah bayinya di permakaman dekat rumah keluarga.

Kisah itu dibagikan ke media sosial oleh Abam Botak, anggota petugas pengurus jenazah. Abam menghadapi masalah pelik soal pemakaman seorang bayi yang meninggal setelah baru dilahirkan.

Bayi tersebut tidak bisa dimakamkan di permakaman umum dekat dengan rumah orang tuanya gara-gara tidak memiliki dokumen yang lengkap.

" Pagi ini ada bayi yang baru lahir meninggal. Ayahnya sudah keliling mencari tanah dan imam untuk memakamkan anaknya."

" Tetapi, mereka tidak memiliki dokumen yang lengkap dan uang yang cukup. Bayi itu ditolak dikuburkan di pemakaman di desa tempat mereka sekarang tinggal."

Yang lebih memilukan lagi, kata Abam, pengurusan jenazah bayi itu juga tidak boleh dilakukan di rumah mereka.

1 dari 5 halaman

Allah Tidak Bertanya Tentang Bangsa dan Negara

" Saya tidak akan menyebut nama desa itu! Hati saya sedih dan hancur mendengar itu. Tapi mari kita pikirkan lagi. Mereka adalah Muslim, saudara-saudara Muslim kita."

" Berapa banyaklah ruang yang dipakai untuk jenazah bayi yang baru lahir sehingga kita tidak bisa menguburkannya?"

" Ingat saudara-saudara, Allah tidak bertanya, apa negara Anda, dan apa bangsa Anda. Tetapi Allah akan bertanya apakah kita sudah melakukan tugas kita sebagai Muslim."

2 dari 5 halaman

Akhirnya Dikuburkan di Tempat Lain

" Bisakah kita mengabaikan kewarganegaraan almarhum dalam hal kematian?"

" Karena orang mati tidak dapat berbuat apa-apa, dan tubuh mereka tetap akan membusuk jika kita tidak mau mengurusnya."

Namun Alhamdulillah, Abam mengatakan bahwa jenazah bayi itu akhirnya bisa dikuburkan di tempat lain yaitu di Sandakan, Sabah.

Sumber: Siakapkel.my

3 dari 5 halaman

Jasad Pacar yang Dibunuh di Bekasi Ditolak Tukang Gali Kubur

Dream - Pemuda asal Kabupaten Bekasi nekat menghabisi nyawa pacarnya yang berinisial RR (20). Pelaku kesal setelah korban meminta mengakhiri hubungan asmaranya.

Kepala Sub Bagian Humas Polresta Bekasi, Iptu Makmur menjelaskan, pembunuhan itu berawal saat pelaku bernama Jatmiko, datang ke kontrakan korban.

Lokasi kontrakan korban berada di Kampung Cijingga Rt 002/003 Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Maksud kedatangan pelaku untuk memastikan hubungannya.

" Sebelumnya keduanya sempat cek-cok mulut, sampai akhirnya pelaku membunuh korban dengan cara mencekik leher dan membekap mulut dengan jaket," kata Makmur, hari ini.

Pelaku yang berhubungan dengan korban sejak pertama kali bekerja di sebuah perusahaan sama sekitar 6 bulan lalu itu, tak terima ketika korban meminta putus. Apalagi, korban memilih lelaki lain.

" Korban sudah punya calon lagi dan bertunangan, pelaku tak terima," jelasnya.

4 dari 5 halaman

Kecurigaan

Saat korban telah meninggal pelaku ini sempat berniat menolong nyawa korban dengan membawanya ke RS Siloam Cikarang. Namun, karena takut pelaku mengurungkan niatnya dan memilih membawa korban dengan mobil sewaan jenis Honda Mobilio ke kampung halamannya di Tasik, Jawa Barat.

" Saat sampai di Tasik dia ketemu orang yang biasa menguburkan jenazah di TPU Cinehel. Tapi tukang gali kuburan itu menolak karena mayat korban belum dikafani," jelas Makmur.

Selanjutnya, pelaku disarankan membawa korban ke RSU dr Sukardjo untuk mengkafani jenazah dan saat itu dia diantar oleh orang ke rumah sakit tersebut. Saat ditanya di rumah sakit, pelaku beralasan korban mengalami kecelakaan.

Kecurigaan muncul saat petugas di kamar jenazah hendak memandikan dan mengkafani korban. Petugas melihat ada bekas jeratan di leher. Petugas bernama Asep itu langsung melaporkan ke pihak kepolisian Tasikmalaya.

Saat diinterogasi polisi, pelaku mengakui jika telah membunuh korban di Bekasi. " Karena kasusnya di Bekasi pelaku pun dilimpahkan ke kami dan untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan lebih dalam," tambah Makmur.

Jatmiko yang sudah mendekam di sel tahanan Mapolsek Cikarang Selatan dikenakan pasal 338 sub 351 (1), (3) KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (Ism)

5 dari 5 halaman

Kisah Pilu Pelaku Tabrak Lari, Korban Tewas Ternyata Sang Ibu

Dream - Ini kisah pilu yang dialami oleh pelaku tabrak lari di Kota Daye, Provinsi Hubei, China. Tindakan abai itu berujung kepedihan, karena korban yang ditabrak hingga meninggal itu ternyata adalah ibu kandungnya.

Xiong Ku. Dialah pemotor yang melakukan tabrak lari itu. Beberapa hari silam, Xiong menabrak dua perempuan di jalanan. Putranya, yang berusia 10 tahun, berniat menelepon polisi setelah insiden itu. Namun Xiong melarang. Dia malah menyuruh sang anak segera naik dan kemudian kabur dari lokasi.

Beberapa hari setelah insiden itu, polisi mengontaknya. Xiong langsung tahu maksud polisi. Telepon itu pasti soal kecelakaan malam itu. Demikian pikir pria berusia 45 tahun tersebut. Dan Xiong bersiap menanggung risiko.

Namun dugan itu keliru. Polisi yang menelepon itu tak menyinggung sama sekali soal tindakan tabrak lari yang dia lakukan. Polisi itu mengabarkan bahwa ibunda Xiong tewas akibat insiden tabrak lari.

Dalam percakapan itu, polisi membeberkan kronologi kecelakaan yang dialami ibu Xiong. Penjelasan itulah yang membuatnya sadar bahwa perempuan yang ditabraknya tempo hari adalah sang ibu. Dan keesokan harinya, Xiong menyerahkan diri.

Juru Bicara kepolisian setempat, Jian Hu, mengatakan, saat kecelakaan itu Xiong tengah dalam perjalanan pulang dari kunjungan ke rumah mertuanya. Saat itu, Xiong yang membonceng putranya melaju dengan kencang. Sudah begitu, dia tak menyalakan lampu. Sehingga menabrak dua perempuan itu, yang satu di antaranya adalah sang bunda.

" Dalam keadaan panik, Xiong meraih anaknya, yang mencoba untuk membantu dua korban, dan kembali ke sepedanya sebelum melaju dari lokasi kecelakaan," kata Jian Hu sebagaimana dikutip Dream dari mirror.co.uk, Senin 10 Agustus 2015.

Saat tim penyelamat tiba di lokasi, mereka menemukan bahwa salah satu dari dua perempuan tua itu, yang tak lain adalah ibu Xion, telah tewas. Polisi yang menangani kasus itu sempat kesulitan menemukan pelaku tabrak lari itu. Mereka menyebar poster dan menawarkan hadiah untuk warga yang bisa memberikan informasi.

Namun, akhirnya polisi tak perlu susah-susah melakukan pencarian. Sebab, setelah mendapat kabar itu, Xiong kemudian menyerahkan diri dan mengaku bahwa dialah yang menjadi pelaku tabrak lari tersebut.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup