Bikin Fasilitas Kaum Difabel Kok Gini Amat, Bikin Geregetan!

Reporter : Idho Rahaldi
Kamis, 15 Agustus 2019 16:12
Bikin Fasilitas Kaum Difabel Kok Gini Amat, Bikin Geregetan!
Kenapa si enggak dipikir dulu...

Dream - Semua bangunan umum serta ruang publik dimanapun berhak dimasuki setiap warga negara, termasuk kaum difabel.

Selain memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara, kalangan difabel juga bisa mandiri jika mereka mendapat fasilitas yang memadai dan sesuai.

Namun pengetahuan yang minim tentang kebutuhan kaum difabel ini membuat segelintir orang membangun fasilitas seadanya tanpa perhitungan.

Di beberapa kota besar, kamu pasti sering melihat garis berwarna kuning di sejumlah trotoar jalan. Garis kuning yang dikenal sebagai guiding block itu berfungsi sebagai alat bantu penunjuk arah bagi para kaum difabel.

Sayangnya masih banyak guiding block  di banyak trotoar itu terhalang pohon, tiang lampu, atau bahkan mengarah pada selokan.

Belum lagi beberapa fasilitas lain untuk para difabel dibawah ini. Hih, dijamin bikin gemas!

1 dari 6 halaman

Berbahaya

1. Meluncur tanpa batas

Difabel© dream.co.id

2. Jalur extreme untuk pengguna kursi roda

Difabel© dream.co.id

3. Sudah sulit, jika berhasil auto nabrak pot

Difabel© dream.co.id

4. Jadi harus standing gitu?

Difabel© dream.co.id

5. Yak kamar mandi untuk disabilitas dengan tangga. Sungguh ironi

Difabel© dream.co.id

2 dari 6 halaman

Kok Enggak Dipikir

6. Maksudnya gimana ini?

Difabel© dream.co.id

7. Jadi ini gimana cara bekerjanya?

Difabel© dream.co.id

8. Bukan untuk extreme sport!

Difabel© dream.co.id

9. Kenapa malah dibuat ribet!

Difabel© dream.co.id

10. Astaga seadanya banget!

difabel© dream.co.id

3 dari 6 halaman

Gandeng Difabel, Desainer Dea Valencia Berbisnis dengan Hati

Dream - Belakangan ini tren fashion berkembang sangat pesat dan beragam. Hal ini tak luput dari upaya desainer dalam menciptakan berbagai model busana.

Di tengah tren busana kekinian, batik masih menjadi primadona di Tanah Air. Batik merupakan sebuah ciri khas yang unggul dan sudah memiliki banyak komunitas.

Batik Indonesia terdiri dari bermacam macam jenis, mulai dari batik Megamendung, batik Bali, batik Pekalongan dan lain sebagainya.

Keindahan motif batik selalu menginspirasi para desainer Indonesia dalam menghasilkan karya mengagumkan. Dea Valencia salah satunya, desainer muda yang inspiratif.

Dea Valencia© Foto: Razdkanya Ramadhanty/Dream

Kecintaan Dea pada kain batik mendorongnya untuk memantapkan hati dalam menjalankan bisnis Batik Kultur by Dea Valencia.

4 dari 6 halaman

Apa sih yang Unik?

Menurut Dea, tak dapat dipungkiri, suatu karya fashion merupakan sinergi antara sang desainer dengan penjahitnya.

“ Suatu desain tidak akan bisa menjadi nyata tanpa ada penjahit di belakangnya,” ujar Dea Valencia di acara #CeritaDibalikJahitan Batik Kultur by Dea Valencia x Tokopedia, Jakarta, Rabu 7 Agustus 2019.

Dea Valencia© Foto: Razdkanya Ramadhanty/Dream

Dea Valencia berkolaborasi dengan beberapa kaum difabel untuk menghasilkan karya batik lokal yang unik dan berkualitas.

5 dari 6 halaman

Keadilan untuk Difabel

Ia melihat, kaum difabel sering diragukan dalam bekerja, terutama di industri fashion.  

" Sesungguhnya banyak kaum difabel yang memiliki bakat dan minat pada bidang fashion, tetapi tidak mendapatkan kesempatan," kata desainer asal Semarang itu.

Tak disangka, pada awalnya Dea hanya berjualan dengan sistem mouth-to-mouthkemudian bisnisnya berkembang pesat hingga ke kancah internasional.

Dea merasa sanggat bangga kepada teman-teman penjahit Batik Kultur karena selalu berupaya memberikan hasil karya berkualitas terbaik.

6 dari 6 halaman

Teman-teman Difabel

Sudah 8 tahun sejak berdiri, saat ini separuh dari pegawai label fashion milik Dea merupakan difabel.

“ Semua karena niat dari hati dan ingin membantu,” katanya.

Dea Valencia© Foto: Razdkanya Ramadhanty/Dream

Gadis manis kelahiran tahun 1994 itu mengaku bahwa semua ini bermula karena kesengajaan. Kemudian semakin banyak teman-teman difabel yang cocok dan berminat bekerja di Batik Kultur.

Dea juga membantu para pegawai difabel dengan menyediakan alat-alat yang sesusai dengan kebutuhan mereka.

Difabel© Foto: Razdkanya Ramadhanty/Dream

“ Iya, saya dibuatkan alat jahit highspeed dengan tongkat untuk membantu mempermudah saya menjahit,” ujar Uum, salah satu pegawai Batik Kultur by Dea Valencia.

Kisah inspiratif Dea Valencia bisa menjadi sebuah stimulus bagi desainer muda Indonesia untuk selalu bekerja dengan hati dan membantu sesama.

Beri Komentar