Buaya Besar Ini Coba Telan Kura-kura, Apa yang Terjadi?

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 27 Mei 2016 08:44
Buaya Besar Ini Coba Telan Kura-kura, Apa yang Terjadi?
Seperti diketahui, buaya tidak bisa mengunyah.

Dream - Hewan liar, jika kelaparan, akan makan apa saja yang bisa dimakan, meski itu bukan menu utama mereka.

Seperti kawanan buaya yang mendiami sungai di Kruger National Park di Afrika Selatan ini.

Fotografer Lisl Moolman sedang berlibur dengan keluarganya ketika ia menangkap gambar-gambar luar biasa dari kawanan buaya yang bermain dengan mangsa mereka.

Dia mengungkapkan bagaimana seekor kura-kura macan tutul dilempar ke udara seperti bola.

" Saya sedang duduk di bendungan sambil menyaksikan segerombolan hewan liar turun untuk minum," jelasnya.

Seperti biasa, kawanan buaya berjemur di bendungan ini. Semuanya terlihat tenang, sampai seorang pengunjung menunjuk pada seekor buaya yang baru saja menangkap seekor kura-kura macan tutul dan bergerak ke dalam air dengan kecepatan tinggi.

Karena cangkang kura-kura sangat keras, buaya itu berusaha memecahkannya dengan menjepitnya kuat-kuat.

" Melihat temannya mendapat mangsa, buaya-buaya lain di tepi bendungan ikut masuk ke dalam air dan mulai mengelilinginya," imbuhnya.

Tak lama kemudian, para buaya itu saling berebut ingin memangsa kura-kura malang tersebut. Tak ayal, kura-kura itu terlempar ke sana ke mari seperti bola.

Seperti diketahui, buaya tidak bisa mengunyah. Binatang ini hanya bisa menyeret, menenggelamkan, melempar dan berguling-guling untuk mematikan dan memotong mangsanya.

" Beberapa saat, kura-kura tersebut menghilang di kedalaman air namun muncul kembali ke permukaan. Seekor buaya terus saja mengikutinya sampai kura-kura itu berenang menjauh setelah setengah jam menjadi mainan para buaya."

(Sumber: The Telegraph)

1 dari 3 halaman

Apa yang Terjadi Jika Batu Hajar Aswad Habis Terkikis?

Dream - Kaum muslim tentu mengenal Hajar Aswad. Sebuah batu yang diyakini umat Islam berasal dari surga. Hajar Aswad pertama kali ditemukan oleh Nabi Ismail AS dan kemudian diletakkan di sisi luar Kabah oleh Nabi Ibrahim AS.

Adapun mencium Hajar Aswad merupakan salah satu sunah Rasulullah Muhammad SAW karena beliau selalu mencium batu ini di kala tawaf.

Dahulu, Hajar Aswad merupakan batuan putih utuh berukuran 30 cm yang memiliki sinar terang bahkan dapat menerangi seluruh jazirah Arab. Namun, semakin lama sinarnya semakin meredup hingga akhirnya menjadi berwarna hitam.

Kini, batu tersebut tak lagi utuh. Hanya tersisa 15 pecahan yang ditanam dalam sebuah matriks semen sebagai pengikat. Matriks tersebut dilindungi dengan lingkaran perak. Dari ke-15 pecahan itu, hanya 8 yang dapat terlihat dari permukaan.

Karena diyakini sebagai 'batu surga' dan menjadi salah satu bagian dari sunah Rasul, Hajar Aswad kerap diistimewakan oleh umat Islam.

Beberapa orang bahkan salah kaprah dalam menilai kelebihan batu ini sampai-sampai 'memujanya' secara berlebihan. Sejarah mencatat, Hajar Aswad pernah dirampas oleh Abu Thahir Sulaiman bin Abu Said Al Husain Al Janabi pada tahun 317 H. Kala itu Hajar Aswad dicongkel paksa dari Ka'bah.

Dengan berbagai upaya, baru pada tahun 339 H batu itu dapat dikembalikan ke tempatnya semula. Belum lagi sering kita dengar banyak jemaah haji yang memaksa mencium Hajar Aswad meski kondisi tak memungkinkan.

Hal inilah yang patut dikoreksi. Meski istimewa, Hajar Aswad tetaplah hanya sebuah batu. Tidak bisa memberikan manfaat dan mudarat apapun secara langsung.

Seperti kata sahabat Nabi, Umar bin Khattab RA, " Hajar Aswad tidak bisa mendatangkan manfaat dan mudarat. Tak ada hubungannya pula antara batu ini dengan hari kiamat."

Kalaupun suatu saat Hajar Aswad habis terkikis, maka sebenarnya itupun tak menjadi masalah. Ibadah Haji atau Umrah tetap sah. Namun jangan khawatir, Hajar Aswad tentu tak akan habis dalam waktu cepat.

Menurut penelitian, tingkat kekerasan batu ini mencapai skala Mohs 7 artinya setara dengan batu permata. Dengan kata lain, batu ini butuh waktu yang sangat lama untuk habis terkikis meski terkena gesekan tangan, pipi, dan wajah para penciumnya.

(Berbagai sumber)

2 dari 3 halaman

Ini yang Terjadi Jika Logam Cair Dituang ke Dalam Kelapa

Dream - Pengguna YouTube bernama Tito4re rupanya sangat mencintai tembaga cair. Karena ia selalu ingin tahu efek tembaga cair setelah dituangkan ke dalam berbagai macam wadah.

Dia sudah mencoba untuk menuangkan tembaga cair ke dalam apel, kantong popcorn, kaleng Coke, dan baru-baru ini ke dalam kelapa segar! Bagaimana hasilnya?

Tembaga cair dituangkan ke dalam kelapa melalui sebuah lubang yang sudah dibuat sebelumnya. Begitu tembaga cair yang sangat panas masuk, air kelapa langsung mendidih dan daging buahnya langsung matang.

Anehnya, tembaga cair tidak bisa menembus batok kelapa. Hal ini menunjukkan bahwa batok kelapa benar-benar sangat keras dan mampu menjebak panas dari tembaga cair dengan baik.

Karena begitu mengisi kelapa dengan tembaga cair, panasnya masih terasa untuk jangka waktu yang lama dan masih mampu mendidihkan apa pun yang dimasukkan ke dalamnya.

[crosslink_1]

3 dari 3 halaman

Jika Burger Big Mac Dituang Logam Cair, Hasilnya Mengejutkan!

Dream - Melalui sebuah video di Youtube, penggemar makanan cepat saji bernama Tito4re melakukan percobaan untuk menunjukkan bagaimana burger 'Big Mac' McDonald menakjubkan.

Dia menuangkan tembaga cair ke atas Big Mac itu, untuk melihat apakah bisa bertahan dari metal yang baru bisa meleleh pada suhu 1.085 derajat Celcius itu.

Setelah melelehkan tembaga, dia menuangkannya secara merata di atas Big Mac dengan hati-hati. Saat cairan tembaga dituang, terlihat beberapa percikan api sebelum Big Mac mulai terbakar.

Beberapa saat kemudian, Big Mac percobaan itu benar-benar terbakar seluruhnya. Anda mungkin mengira patty dari burger itu akan hancur berantakan karena sudah dilalap api.

Namun sungguh menakjubkan. Meski gosong dan 'tenggelam' sebagian dalam cairan tembaga yang sangat panas, patty dari burger itu masih tetap bertumpuk rapi seperti sebelumnya.

(Ism, Sumber: Mirror.co.uk)

Beri Komentar