Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto : Pear Video)
Dream - Kejadian tak terduga menimpa seorang pria asal China bernama Chen. Nyawanya berhasil diselamatkan tim dokter setelah seekor cacing sepanjang 13 cm bersarang di otaknya selama 17 tahun terakhir. Beruntung Chen masih bisa bertahan hidup.
Dilansir dari laman Indiatimes, pemuda itu dikenal sebagai penggemar daging hewan liar yang disantap dalam kondisi mentah. Akibat kebiasaannya itu, seekor cacing hidup di dalam otak Chen selama 17 tahun.
Awalnya, Chen mengalami kesemutan hebat di bagian tangan dan kaki sekitar 17 tahun lalu. Chen juga sering mengalami pusing dan mual-mual. Selain itu, Chen mengeluhkan jika Ia sulit menggerakkan bagian tubuhnya. Chen sempat mengira dia mengalami masalah genetik.
" Bagian atas tubuh saya sudah mati rasa. Saya tidak bisa merasakan tangan saya termasuk menggerakannya," jelas Chen.
Mengingat kondisinya tak kunjung membaik akhirnya Chen pergi ke Affiliated Hospital of Wuchang University di Provinsi Jiangsu, pada tahun 2015 lalu. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan CT Scan, para dokter menemukan adanya cacing parasit di dalam otak Chen.
Cacing ini memiliki panjang mencapai 13 cm yang sudah berada di dalam sana selama 17 tahun lamanya. Chen lalu didiagnosa mengalami sparganosis mansoni yaitu penyakit langka yang disebabkan parasit.
Penyakit ini biasanya muncul dari infeksi yang disebabkan oleh larva atau cacing pita. Beberapa dokter mengaitkan kasus ini dengan konsumsi daging hewan liar yang masih mentah, seperti daging kodok atau ular.
Ada juga dokter yang berpendapat bahwa cacing itu masuk ke tubuh Chen lewat air yang terkontaminasi. Meski sampai sekarang pihak dokter masih mencari tahu penyebab utama mengapa Chen sulit menggerakan tubuhnya.

Pihak dokter awalnya ingin segera mengoperasi Chen untuk mengeluarkan cacing parasit tersebut. Namun operasi ini ditunda dari tahun 2015, karena lokasi pengambilan cacing di dalam otak cukup berbahaya untuk dioperasi. Baru pada 25 Agustus 2020 ini, dokter berhasil mengeluarkan cacing itu dari kepalanya. Beruntung nyawa Chen berhasil diselamatkan dan kini kondisinya dalam pemulihan.

Dokter mendiagnosa jika cacing tersebut masuk ke tubuh Chen setelah mengonsumsi daging mentah dari hewan liar. Hal ini diketahui setelah menelusuri adanya kasus serupa pada seorang wanita China. Pada bulan April lalu, seorang wanita di Provinsi Jiangsu memiliki cacing hidup di otaknya. Setelah ditelusuri, wanita itu sebelumnya pernah menyantap daging hewan liar yang masih mentah.
(Sah, Sumber : India Times)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya