Lelah Sejam Tangisi Mayat, Ternyata Bukan Sang Ibu

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 17 November 2015 20:23
Lelah Sejam Tangisi Mayat, Ternyata Bukan Sang Ibu
Sampai akhirnya perawat mengatakan bahwa itu adalah pasien yang lain dan ibunya masih hidup di bangsal lain.

Dream - Seorang wanita memegang dan mengelus tangan jenazah wanita selama satu jam. Menangis tersedu-sedu karena ditinggal orang terkasih, ibunda. 

Bernadette Walsh, 53, dari Droylsden, Greater Manchester, Inggris menghabiskan hampir satu jam memegang dan mengelus tangan seorang wanita yang meninggal.

Tangis itu sontak berhenti. Ketika seorang perawat mengatakan, itu adalah pasien lain. Dan sang ibu, masih dalam kondisi hidup dan dirawat di bangsal lain.

Ternyata dalam seminggu ini Walsh tidak diberitahu ibunya sudah dipindahkan ke kamar yang lain. Dan kamar tempat ibunya selama ini dirawat, ditempati pasien lain yang kemudian meninggal dunia.

Wanita yang sudah meninggal itu konon memiliki wajah yang hampir mirip dengan ibunya Walsh.

Saat masuk ke kamar ibunya yang lama, Walsh tidak curiga dengan wanita yang terbujur kaku di tempat tidur itu adalah orang lain. Dia pun langsung memegang tangan wanita itu dan mengelusnya selama setengah jam.

Namun kesalahan mulai terungkap ketika perawat yang ada di kamar mengatakan kepadanya 'Roy sudah meninggal'. Tentu saja Walsh kaget dan mengatakan kepada perawat bahwa dia tidak kenal dengan yang namanya Roy.

Perawat pun menyadari telah membuat kesalahan dan meminta maaf. Dia kemudian membawa Walsh ke kamar lain di mana ibunya, Elizabeth, seorang janda 82 tahun dari Whitefield, telah pulih dari operasi pinggul.

Sekarang manajer di Rumah Sakit Umum North Manchester telah meminta maaf atas insiden " yang tidak dapat diterima" yang terjadi pada 29 Oktober itu.

" Tidak ada yang mengatakan kepada saya Ibu telah pindah. Jadi saya pergi ke kamar tempat dia dirawat selama seminggu ini. Wol mantel Ibu berada di kursi. Wanita itu memiliki rambut abu-abu dan tulang tipis seperti Ibu. Dia punya gaun merah muda seperti Ibu. Saya tidak punya alasan untuk berpikir bahwa dia bukan Ibu," kata Walsh menjelaskan. (Ism) 

(Ism, Sumber: The Telegraph)

1 dari 5 halaman

Jenazah Tunjukan Rumah Pembunuhnya Sebelum Di Makamkan

Dream - Peristiwa aneh terjadi di desa Kosar selatan di Negara Pantai Gading, dimana ada jenazah yang hendak dimakamkan tidak mau diangkat menuju ke pemakaman dan menyeret paksa semua pengangkat jenazah tersebut menuju ke rumah pembunuhnya.

Dalam video yang diunggah akun Les Obsevateurs France 24 dijelaskan bahwa jenazah meninggal karena dibunuh secara tragis dan kemudian ketika jenazah akan dimakamkan tiba-tiba peti yang membungkus mayat tersebut tidak mau diarahkan ke pemakaman, malah menuju ke rumah orang yang membunuhnya. (sumber youtube : Les Obsevateurs France 24) 

2 dari 5 halaman

Jenazah Hidup Lagi, Petugas Kamar Mayat Pingsan

Dream - Seorang wanita Jerman berusia 92 tahun yang sebelumnya dinyatakan meninggal tiba-tiba bangun sambil berteriak dari dalam kamar mayat.

Bangkitnya nenek itu menyeret seorang dokter ke pengadilan karena dianggap lalai setelah mengira nenek itu meninggal.

Dokter 53 tahun itu menyatakan nenek itu meninggal karena sakit parah pada Maret lalu. Dia berani mengatakan demikian setelah menerima informasi dari seorang perawat yang menemukan nenek itu sudah tidak bernapas di sebuah rumah panti jompo.

Tubuhnya kemudian dibawa ke rumah duka Munstermann di Berlin dan ditaruh di kamar mayat berpendingin.

Tapi hanya beberapa jam kemudian seorang pekerja di rumah duka itu mendengar jeritan yang berasal dari dalam kamar mayat.

Menurut laporan berita lokal, pekerja tersebut tertegun dan langsung pingsan setelah membuka kantong mayat dan melihat nenek itu tengah menatapnya.

Tragisnya nenek itu meninggal dua hari kemudian di rumah sakit akibat penyakit jantung.

Kejadian serupa pernah terjadi di Polandia pada November lalu. Seorang wanita 91 tahun bangkit dari dalam lemari dingin di rumah duka 11 jam setelah dinyatakan meninggal.

Wanita bernama Janina Kolkiewicz itu pulang ke rumah dan menghangatkan tubuhnya dengan semangkuk sup dan pancake. Saat ditanya, Kolkiewicz merasa " baik-baik saja" .

(Sumber: Mirror.co.uk)

3 dari 5 halaman

Jenazah Teriak Minta Tolong, Makam Dibongkar

Dream - Pelayat di Honduras terpaksa menjebol sebuah makam beton. tindakan ini dilakukan karena keluarga yakin wanita hamil anggota keluarganya yang meninggal sehari sebelumnya itu hidup kembali. 

Keyakinan itu didapat setelah keluarga berziarah sehari usai pemakaman. Saat itulah mereka mendengar teriakan dan suara ketukan dari dalam peti. Selengkapnya: Sehari Dimakamkan, Ibu Hamil Teriak dari Dalam Peti Mati

Dalam rekaman video, anggota keluarga dibantu pengantar jenazah terlihat membongkar makam beton untuk mengeluarkan peti mati tempat jenazah Neysi Perez, 16 tahun, disemayamkan. 

4 dari 5 halaman

Wanita Ini Foto Tersenyum di Samping Jenazah Suaminya

Dream - Seorang wanita mengunggah foto selfie di Facebook yang diambil bersama dua anak dan jenazah suaminya yang terbaring di dalam peti yang sengaja dibuka.

Eva Holland, ibu di Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat itu mengajak dua anaknya untuk berfoto bersama jenazah suaminya, Mike Settles, yang meninggal 2 September lalu karena kecanduan narkoba.

Bersama anak-anaknya, wanita tersebut berdiri di samping peti mati suaminya yang sengaja dibuka. Eva sengaja melakukan hal itu untuk mengingatkan orang-orang tentang bahaya kecanduan narkoba.

" Saya yakin foto ini akan membuat banyak orang tidak nyaman bahkan mungkin muak. Tetapi alasan utama saya melakukan itu untuk menunjukkan akibat nyata dari kecanduan (narkoba)," kata Eva dikutip Dream dari laman Mirror.co.uk, Kamis 17 September 2015.

Eva menambahkan bila seseorang tidak segera mendapat perawatan, maka akibatnya bisa seperti suaminya, yaitu meninggal dunia.

Mike, 26, meninggal pada 2 September setelah kecanduannya pada narkoba kambuh.

Suami Eva tersebut sebelumnya telah menjalani rehabilitasi. Tetapi kambuh setelah sakit gigi sehingga dia menggunakan pil pereda sakit untuk mengatasinya.

" Hal ini sebenarnya bisa dicegah sehingga kejadian ini tidak perlu terjadi. Tetapi akibat salah memilih jalan keluarganya menjadi hancur," ujar Eva.

Eva kemudian mengisahkan bahwa Mike awalnya kecanduan obat-obat penenang dan sejenisnya. Setelah itu kecanduannya semakin parah hingga dia mulai menggunakan heroin.

" Kami menikah 11 tahun. Mike mulai kecanduan setelah kami pacaran saat masih sama-sama remaja."

Menurut Eva, Mike sebenarnya tidak menyangka hidupnya akan seperti ini. Mike dulu adalah sosok yang bahagia dengan kehidupannya.

" Dia punya anak, saudara, teman dan yang paling penting, dia adalah yang yang baik. Namun kehidupan bisa berubah dalam sekejap ketika seseorang memilih jalan hidup yang salah," kata Eva.

Mike awalnya hanya kecanduan pil pereda nyeri namun akhirnya justru menggunakan heroin.

" Dia mencintai kami sehingga memutuskan berhenti dan menjalani rehabilitasi akhir tahun lalu. Namun kecanduannya kambuh saat dia sakit gigi."

Foto selfie Eva dan Mike yang terbujur kaku di dalam peti telah dibagikan sebanyak 250 ribu kali dan menerima sekitar 100 komentar di Facebook.

5 dari 5 halaman

Usai Bunuh Kekasih, Pria Ini Selfie dengan Mayatnya

Dream - Polisi di Guangxi, Tiongkok, menangkap seorang pria yang membunuh pacarnya. Setelah membunuh, pria itu kemudian mengunggah foto jasad pacarnya ke WeChat pada hari Minggu lalu.

Tersangka, yang bernama Qin, mengunggah foto jasad kekasihnya ke WeChat pada hari Minggu pagi. Foto itu dengan cepat mulai menyebar secara online.

Menurut laporan CCTV News dikutip Shanghaiist.com, Selasa 8 September 2015, polisi yang mendapat laporan tentang foto mengerikan itu mampu melacak keberadaan Qin beberapa jam setelah peristiwa pembunuhan terjadi.

Foto itu memperlihatkan Qin berbaring di tempat tidur di samping wanita yang meninggal, bernama Lin, dengan judul: 'Maafkan cinta egois saya'.

Polisi mengatakan keduanya adalah pasangan kekasih, dan Qin membunuh pacarnya itu setelah mereka bertengkar. (Ism) 

Beri Komentar