Cerita Istri Jadi Pembantu Suami Sendiri Demi Bayar Utang Keluarga

Reporter : Sugiono
Senin, 24 Februari 2020 08:45
Cerita Istri Jadi Pembantu Suami Sendiri Demi Bayar Utang Keluarga
Akibat menjalani hubungan beracun atau toxic relationship.

Dream Sahabat Dream mungkin pernah mendengar istilah toxic, yang artinya adalah racun. Umumnya, orang tidak mau terkena racun di semua aspek kehidupannya, termasuk dalam hubungan rumah tangga.

Namun, masih banyak yang tak sadar bahwa dirinya terjebak dalam toxic relationship atau hubungan yang beracun.

Hidup dalam hubungan yang beracun memang tidak pernah bisa membuat orang bahagia. Hubungan semacam ini bisa menjadi penyebab runtuhnya rumah tangga.

Seorang penulis bernama Akhtar Syamir, berbagi kisah sedih tentang seorang istri yang diduga hidup dalam hubungan yang beracun. Untuk mengetahui ceritanya, ikuti kisahnya berikut ini.

1 dari 4 halaman

Kisah Sedih Tentang Seorang Istri

Segera setelah melangsungkan pernikahan, pasangan itu menyadari bahwa mereka tidak punya apa-apa. Tidak ada mobil dan motor, tidak punya barang-barang rumah tangga seperti lemari es, mesin cuci, dan dapur untuk memasak. Tidak hanya itu, mereka bahkan tidak punya gas untuk memasak.

Saat itu sang istri berpikir positif. Mungkin suaminya tidak punya cukup uang. Jadi dia membantu dengan uang tabungannya untuk membeli semua barang itu dengan harapan suaminya akan menutupi di area lainnya.

Mereka berdua bolak-balik pergi dengan menumpang mobil teman sang istri untuk membeli barang-barang tersebut. Kebetulan rumah mereka juga jauh dari jalur angkutan umum.

Sebenarnya sang istri merasa malu karena harus bolak-balik ke toko. Namun bagaimana lagi, suaminya tidak tahu bagaimana cara membawa sepeda motor atau mobil.

2 dari 4 halaman

Memutuskan Beli Mobil

Sang istri kemudian memutuskan untuk membeli mobil. Cukup untuk mengantar suaminya ke sana-sini mengaji, membeli perlengkapan dapur, pergi ke rumah sakit, dan sebagainya. Sang istri menambah 10 ribu ringgit untuk membayar uang muka, sedangkan cicilan bulanan dibayar sang suami.

Harapan mendapatkan bantuan dari suami hanya bertahan 3 tahun saja. Cicilan 300 ringgit sebulan untuk mobil diabaikan suaminya begitu saja. Sang istri terpaksa mencari pekerjaan untuk membayar cicilan.

Sang istri menjadi semakin khawatir tentang hidupnya. Berharap bahwa setelah menikah, suaminya akan membimbingnya tidak menjadi kenyataan. Padahal suaminya orang yang saleh, sangat religius dan seorang guru Tahfiz.

3 dari 4 halaman

Rela Jadi Pembantu Suami Sendiri

Sang istri yang tidak tahu bagaimana menjalani hidup mereka lagi menyarankan suaminya untuk menggajinya setiap kali dia mengantar ke sana-sini.

Ini termasuk ketika dia mencuci, membersihkan rumah, memasak, dan mengurus kebutuhan suaminya. Dia bersedia menjadi pembantu selama ada uang untuk terus hidup bersama.

Uang itu akan digunakannya untuk membayar cicilan mobil kebutuhan dan rumah tangga karena suaminya masih menganggur.

Usulan itu dijawab suami dengan " Kamu ambil ayat dari mana? Belajar di mana harus mencari nafkah?" , sambil menyodorkan ayat-ayat Alquran yang mendukung tindakannya terhadap istrinya selama ini.

Jadi, setiap kali terjadi perdebatan, ayat demi ayat keluar untuk mementahkan argumen sang istri hingga membuatnya putus asa untuk berbicara dengan sang suami.

4 dari 4 halaman

Hubungan Beracun

Mereka terus hidup dalam hubungan beracun yang menindas sang istri. Dari sini jelas bahwa istri hanyalah alat untuk mempermudah hidup sang suami. Sang istri berpikir dia tidak bisa melakukan apa-apa selain berdoa dan rela dengan apa yang telah dia lalui.

Tidak ada yang mau menikah dengan pria yang tidak bertanggung jawab. Di depan publik suaminya sangat dikagumi karena ilmu agamanya yang tinggi. Tetapi di rumah, istrinya hanya jadi pelayan saja.

Cerita di atas tak bisa dipastikan kebenarannya. Namun setidaknya kita bisa memetik pelajaran dari pengorbanan sang istri yang ingin terlepas dari utang. 

(Sumber: Siakapkeli.my)

Beri Komentar