Cerita Sebenarnya Anak Bidadari Jatuh dari Langit Sulawesi

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 27 April 2016 14:40
Cerita Sebenarnya Anak Bidadari Jatuh dari Langit Sulawesi
Warga di sana heboh dengan penemuan gadis berwajah cantik yang katanya anak bidadari. Ternyata...

Dream - Kabar gadis mirip boneka Barbie di Sulawesi Tenggara yang disebut-sebut sebagai anak bidadari ternyata adalah hoax alias bohong.

Kapolres Banggai, Ajun Komisaris Besar Polisi Heru menegaskan, jika gadis yang ramai diperbincangkan itu adalah boneka yang ditemukan nelayan, kemudian dipakaikan baju.

Boneka itu kali pertama ditemukan oleh seorang nelayan di Tangkurung saat kejadian gerhana matahari beberapa waktu lalu.

" Boneka itu ditemukan di karang yang dangkal. Awalnya dikira mayat. Setelah itu dibawa ke rumah nelayan. Warga kemudian mengkait-kaitkan sebagai jelmaan bidadari," kata Heru saat berbicang dengan Dream, Rabu 27 April 2016.

Boneka yang terbuat dari silikon itu dikasih baju, seperti gambar yang beredar di sosial media.

" Kemudian masyarakat sana ada yang foto-foto kemudian menyebar," imbuhnya.

Heru mengimbau masyarakat untuk tidak percaya isu dan tahayul. " Itu boneka asli" . (Ism) 

1 dari 3 halaman

Sosok Misterius di Makam Firaun

Dream - Hasil pemindaian piramida makam Firaun Tutankhamun menunjukkan data dan indikasi penting, untuk menguak misteri di dalam bangunan berukuran raksasa itu. Meski demikian, Kementerian Kepurbakalaan Mesir belum memaparkan temuan itu.

" Namun kami tidak dapat mengumumkan sekarang, sebab perlu studi lebih lanjut untuk mendapat hasil nyata dan akurat," kata Menteri Kepurbakalaan Mesir, Khaled El-Enany, sebagaimana dikutip Dream dari Al Ahram, Senin 4 April 2016.

Salah satu dugaan menyebut ada ruang tersembunyi di balik dinding kamar tempat menyimpan mumi Tutankhamun. Ruang itu diduga sebagai makam Ratu Nefertiti, ibunda Tutankhamun. Tapi benarkah dugaan itu? Belum ada jawabnya.

" Kami punya indikasi, tapi saya ingin menyoroti bahwa kami tidak mencari ruang tersembunyi. Kami menguji hipotesa ilmiah, kami berdasarkan ilmu pengetahuan dan mencari kebenaran," lanjut El-Enany.

Menurut dia, hasil survei itu baru didiskusikan oleh para ilmuwan dari berbagai negara dalam konferensi internasional, yang rencananya digelar di Grand Egypt Museum pada 6 Mei mendatang.

Sementara, laman Egyptian Street, pada Jumat 1 April menurunkan laporan berjudul “ Signs of ‘Extraterrestrial Activity’ Discovered in King Tutankhamun’s Tomb.” Media ini mengutip pendapat yang diungkapkan oleh arkeolog asal Prancis, Avril Sap.

Dalam artikel itu, Sap menyanggah dugaan adanya makam Ratu Nefertiti di balik tembok makam Tutankhamaun –seperti banyak diungkapkan selama ini. Sebaliknya, Sap menyatakan temuan di balik ruangan itu lebih “ luar biasa”. Ruang misterius itu juga dia sebut menyimpan rahasia “ dari luar dunia”.

Menurut Sap, pemindaian yang dilakukan ini juga mengungkapkan materi “ aneh dan luar angkasa” yang berwujud menyerupai tubuh. Namun, baik Sap dan pejabat Kementerian Kepurbakalaan Mesir menolak untuk menjawab pertanyaan mengenai apakah sosok itu merupakan “ jasad alien”.

" Kami tidak tahu apa yang ada, tapi kita belum pernah melihat hasil seperti ini sebelumnya," kata Sap, yang kebetulan menemukan tulang dinosaurus di Piramida Giza dua tahun yang lalu.

“ Apapun yang ada di dalam sana bisa menyimpan rahasia untuk segala sesuatu di belakang sejarah Mesir Kuno dan teknologi,” tambah dia.

Teori bahwa alien merupakan pembangun Piramida memang selalu muncul. Namun selalu disangkal oleh para arkeolog terkemuka, termasuk para ahli Mesir Kuno dan pejabat pemerintah Mesir.

Pada tahun 2010, Zahi Hawass, yang kala itu menjabat sebagai Menteri Kepurbakalaan Mesir –yang diberi gelar Indiana Jones, meminta seseorang untuk tutup mulut saat ditanya tentang kemungkinan alien membangun Piramida itu. “ Ini bodoh!” kata Hawass kala itu. (Ism) 

2 dari 3 halaman

Geger Makhluk Raksasa Misterius Terdampar di Pantai

Dream - Sosok makhluk laut raksasa yang belum diketahui jenisnya terdampar di pantai wisata di Meksiko.

Makhluk aneh yang memiliki panjang 4 meter itu ditemukan oleh pengawas pantai di Bonfil Beach, kota Acapulco, di negara bagian Guerrero.

Para wisatawan yang merasa takjub terlihat berkumpul di sekitar makhluk tersebut sambil mengabadikan beberapa foto. Dan membagikannya di media sosial.

Foto-foto makhluk yang belum bisa diidentifikasi oleh ahli ini pun menjadi viral sehingga mengundang spekulasi tentang spesiesnya.

Makhluk yang tubuhnya sudah hampir rusak sebagian itu kabarnya terseret gelombang laut besar yang baru-baru ini sering menghampiri beberapa pantai Meksiko.

Meskipun koordinator Garda Sipil dan Pemadam Kebakaran, Rosa Camacho, percaya binatang itu belum mati untuk waktu yang lama, tapi tampaknya mulai membusuk dengan cepat.

" Kami tidak tahu dari jenis apa binatang ini. Tapi yang saya tahu makhluk itu tidak bau atau memiliki aroma busuk," kata Camacho.

" Binatang tersebut panjangnya empat meter dan ditemukan di Bonfil Beach."

Sebagian netizen menduga bahwa makhluk itu mungkin jenis cumi-cumi raksasa. Sementara yang lain mengatakan makhluk raksasa itu adalah ikan paus.

(Sumber: dailymail.co.uk)

3 dari 3 halaman

`Lingkaran Peri` Misterius Ditemukan di Australia

Dream - Ilmuwan Australia menemukan ‘fairy circle’ atau ‘lingkaran peri’ di kawasan terpencil negeri Kanguru itu. Temuan di padang gersang itu memberikan wawasan baru mengenai salah satu teka-teki abadi di alam raya ini.

Awalnya, Fenomena lingkaran peri yang berupa pola lingkaran tanah kosong yang memiliki pola jarak teratur dan bentuk heksagonal di atas padang rumput kering ini, hanya ditemukan di Namibia, Afrika Barat Daya.

Namun pada tahun 2014, ahli lingkaran peri, Stephan Getzin, dari Pusat Penelitian Lingkungan Helmholtz mendapat kabar keberadaan fenomena serupa di antara tanaman yang berjarak sekitar 15 kilometer ke arah tenggara Newman, Pilbara, Australia Barat.

Kabar itu disampaikan oleh ilmuwan lingkungan dan peneliti utama Australia, Bronwyn Bell.

Selama bertahun-tahun banyak teori bermunculan seputar bagaimana pola misterius di tanah ini terbentuk di daerah gersang. Namun penelitian terakhir mengingindikasikan bahwa tanaman mampu mengatur dirinya sendiri berdasarkan ketersediaan air yang langka.

Todd Erickson, ilmuwan dari Restoration Seed Bank Initiative, Universitas Australia Barat, mengatakan, pola berbentuk aneh ini sangat jelas terlihat ketika kita terbang ke daerah pertambangan kecil.

Bila dilihat dari atas, kelompok lingkaran peri itu membentuk bidang heksagonal berulang dengan diameter sekitar 4 meter dan memiliki jarak satu sama lain, sekitar 10 meter di sekitar titik lingkaran utama dan akhirnya membentuk titik-titik berbentuk segi enam.

“ Anda tidak bisa melihat mereka dari tanah,” kata Erickson, sebagaimana dikutip Dream dari laman ABC News, Selasa 15 Maret 2016.

“ Anda bisa saja berdiri di dalam lingkaran peri dan tidak melihat sekitar 10 meter di depan Anda ada lingkaran peri lagi, jadi Anda perlu melihatnya dari udara,” tambah dia.

Lingkaran Peri Misterius Ditemukan di Australia© abc news

Menurut Wrickson, orang-orang sudah mengetahui keberadaan lingkaran peri ini selama bertahun-tahun, tapi tak satu pun yang memiliki kemampuan seperti Stephan yang benar-benar punya pengalaman memetakan mereka dari skala lansekap.

Analisis foto udara dan juga pola spasial dari tumbuhan yang dilakukan oleh tim peneliti ini telah dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Laporan itu mengungkapkan, lingkaran peri yang terdapat di Afrika dan Australia nyaris identik, meskipun terpisah lebih dari 10.000 kilometer.

Ada sejumlah hipotesis mengenai bagaimana pola ajaib ini bisa terbentuk di kawasan yang gersang. Salah satunya adalah ada semacam semut atau serangga yang memakan akar dari tanaman. Hipotesis lainnya, lingkaran itu disebabkan oleh gelembung busa dari karbon monoksida yang meningkat ke permukaan tanah.

Tapi peneliti Australia mengatakan hasil kajian terakhir mengindikasikan kalau lingkaran peri di Pilbara terbentuk oleh tanaman yang mampu mengatur dirinya sendiri sebagai bentuk respon terhadap sumber air yang langka.

Analisis dari suhu dan gambar tembus pandang menyebut kondisi tanah di sekitar lingkaran peri menunjukkan bahwa air mengalir di seluruh kawasan tanah padat yang ditumbuhi rumput Spinifex di tepi lingkaran.

“ Analisis tanah kami mengungkapkan bahwa ada infiltrasi kuat yang kontras di antara area yang ditumbuhi rumput dengan tanah yang kosong,” kata Getzin.

Tumbuhan membuat permukaan tanah lebih dingin dan lapisan itu semakin berkurang di pinggiran lingkaran, jadi air bisa meresap lebih jauh dan semakin banyak tanaman berkumpul di area tersebut. Pemetaan tata ruang wilayah oleh Getzin dan tim juga mengesampingkan aktivitas serangga.

Tidak seperti Namibia, di mana sejumlah spesies serangga ditemukan di area lingkaran peri, mayoritas lingkaran peri di Pilbara tidak memiliki sarang semut atau gundukan rayap. Setiap sarang dan gundukan yang mereka temukan letaknya tersebar secara acak.

Getzin mengatakan, temuan ini mendukung pemikiran saat ini dalam penelitian ekologi lahan kering. “ Para ahli ekologi semakin menyadari bahwa pola vegetasi yang berbeda adalah konsekuensi dari persaingan atas kelangkaan air,” kata dia.

Getzin mengatakan, temuan ini sangat langka dan itu sebabnya menjadi sangat menantang. Dia menambahkan, area di sekitar Newman tampaknya juga ideal bagi temuan semacam ini.

“ Sekitar 35 kilometer di Utara Newman sebelumnya dikenal sebagai kawasan kawah meteor (the Hickman crater) yang berhasil diidentifikasi oleh Google Earth pada tahun 2007,” tutur dia.

“ Ini menggambarkan potensi yang sangat besar bagi penemuan-penemuan baru di kawasan pedalaman terpencil Australia,” tambah Getzin. (Ism)  

Beri Komentar