Bibir Jontor Sehabis Main Basket Tak Segera Diobati, Lihat yang Dialami Pria Ini

Reporter : Idho Rahaldi
Kamis, 3 Oktober 2019 07:12
Bibir Jontor Sehabis Main Basket Tak Segera Diobati, Lihat yang Dialami Pria Ini
Sungguh mengerikan...

Dream - Setiap orang yang berolahraga tentu mengharapkan tubuh sehat dan bugar. Namun jenis olahraga apapun harus dilakukan hati-hati karena memiliki risiko cedera.

Sayangnya masih banyak orang menyepelekan cedera karena berolahraga. Mereka tak sadar pentingnya penanganan cidera secara langsung. Pasti hal ini juga pernah kamu lakukan.

Contoh nyatanya adalah saat kami tetap melanjutkan olahraga padahal tahu tengah mengalami cedera. Kamu tak mencari pertolongan medis terlebih dahulu.

Kebiasaan buruk ini sebaiknya mulai kamu tinggalkan Sahabat Dream. Kejadian nahas dialami seorang pemuda Taiwan yang mengalami cedera kecil namun mengacuhkannya.

 

1 dari 6 halaman

Membengkak

Dilansir dari world of buzz, kejadian bermula saat pemuda berusia 20 tahun itu bermain basket dengan teman-temannya. Saat pertandingan, bibirnya tak sengaja tersikut oleh pemain lain.

Meskipun terasa sangat saki, pemuda itu tetap memilih melanjutkan pertandingan.

Saat pertandingan selesai, barulah dia merasakan dampak dari cideranya itu.

Bibirnya perlahan membengkak hinga 4 sampai 5 kali ukuran normal. Tak cuma bengkak, bibirnya juga tampak menghitam seperti sosis goreng yang menempel di bibir.

 CideraCidera © dream.co.id

2 dari 6 halaman

Kematian Jaringan

Pemuda itupun langsung dilarikan ke rumah sakit setelah bibirnya semakin parah. Sesampainya di rumah sakit, dokter memutuskan langsung menggelar operasi untuk meringankan pendarahan yang terjadi di bibirnya.

Menurut dokter, sikutan saat bermain basket telah membuat pembuluh darah kecil bibir si pemuda itu pecah.Cedera itu membentuk akumulasi hematoma, karena tidak ada penanganan untuk menghentikan aliran darah.

 CideraCidera © dream.co.id

Akibatnya, hematoma terus membesar. Bahkan dokter menyebut bahwa beberapa jaringan tampaknya sudah mulai mengalami nekrosis atau kematian jaringan.

 

3 dari 6 halaman

Begini Kondisinya Sekarang

Beruntung dokter masih sempat melakukan prosedur dengan membuat sayatan ke bagian yang sakit dan mengeluarkan darah yang menggumpal. Perlahan-lahan bibir pria itupun kembali ke ukuran normal.

 CideraCidera © dream.co.id

Melihat dari kejadian ini perlu diingat untuk segera melakukan penanganan jika terjadi cidera di tubuhmu saat melakukan olahraga.

 

4 dari 6 halaman

Rutin Olahraga Tetap Saja Cedera, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Dream – Menjadikan olahraga sebagai aktivitas rutin tentu memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Tapi, berolahraga juga harus tahu porsinya. Jangan sampai karena terlalu berlebihan, malah membuatmu cedera.

Pada prinsipnya, cedera muncul karena gerakan tubuh yang salah atau minimnya pemanasan dan pendinginan. Berolahraga tanpa melakukan pemanasan dulu malah akan membaut otot tubuh belum siap menerima aktivitas berat. 

“ Pemanasan dan pendinginan sangat penting dilakukan, tapi sering dilupakan,” kata Instruktur Hip Hop Cardio di Jakarta, ditulis Kamis 19 Juli 2018.

Menurut Liliana, pemanasan dan pendinginan bertujuan untuk mempersiapkan dan meregangkan otot agar tidak cedera atau keram. Untuk tahap ini tak tak ada batas durasi minimal.

Gerakan pemanasan idealnya dilakukan dengan menggerakkan seluruh bagian tubuh dari bagian kepala hingga kaki.

“ Pemanasan dibagi dari kepala, bahu, dada, pinggang hingga kaki. Kalau kepala dan bahu, minimal ada gerakan memutar. Lalu, stretching otot iga dan kaki,” kata dia.

Selain tahap pemanasan dan pendinginan, faktor pakaian olahraga juga harus diperhatikan. Liliana menyarankan agar memilih pakaian yang mudah menyerap keringat, longgar, dan ringan agar gerak tubuh tak terbatasi. 

“ Kalau tidak menyerap keringat, kita akan gampang masuk angin," ujarnya. 

Disarankan juga menghindari berolahraga dengan pakaian berbahan jeans atau celana yang terlalu ketat atau longgar. " Saya sarankan untuk pakai bahan ringan, sports bra, dan sepatu yang nyaman serta bisa menopang badan supaya tidak cepat capek,” kata dia.

Agar lebih efektif dan mencegah cedera otot, Liliana mengatakan olah raga dilakukan secara rutin. Membiasakan tubuh dengan jadwal olahraga yang sama akan membuat otot terlatih, lemak terbakar dan tubuh sehat.

“ Olahraga minimal 3 kali seminggu, selama 30 menit sampai 1 jam. Pilihan olahraganya bisa beragam karena semua jenisnya bermanfaat untuk tubuh. Yang penting, rutin dijalankan dengan intensitas sama,” kata dia.

5 dari 6 halaman

Radang Sendi, Penyebab dan Cara Mencegahnya

Dream - Radang sendi atau osteoarthritis merupakan penyakit yang umum terjadi. Meski sering dikaitkan dengan pertambahan usia, penyakit sendi telah terjadi pada masyarakat di rentang usia muda.

Tak jarang bila penyakit sendi menjadi salah satu penyebab tidak langsung berkurangnya produktivitas kerja. Selain faktor genetik dan kelebihan berat badan, gaya hidup tidak sehat, kurang aktif bergerak dan cedera merupakan beberapa faktor pendorong osteoarthritis pada usia produktif.

Cedera terkesan dekat dengan orang yang sering melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi, padahal cedera dapat terjadi saat melakukan kegiatan sehari-hari.

“ Cedera bisa saja terjadi saat salah posisi mengangkat beban  berat, seperti mengangkat koper saat berpergian, menggendong anak dan berdiri dalam waktu lama saat kita sedang kelebihan berat badan,” ujar dr. Deasy Erika, Sp. KFR, dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, di acara peluncuran film pendek #KeepOnRollin’, Pacific Place, Jakarta Selatan, Kamis 1 Agustus 2019.

Untuk mencegah osteoarthritis berkembang dan mengganggu kualitas hidup, yang Anda bisa lakukan adalah terus aktif bergerak, menjaga gaya hidup sehat dan mengoleskan Jointfit, suplemen glukosamin keluaran Combiphar, saat merasakan keluhan awal.

“ Saya sempat mengalami cedera lutut beberapa waktu lalu dan seringkali memicu perasaan nyeri. Cara ini dapat menjadi solusi untuk meredakan nyeri dan membantu memelihara kesehatan sendi,” ujar Joe Taslim, aktor dan brand ambassador Jointfit, pada kesempatan yang sama.

6 dari 6 halaman

Pakai Sandal Jepit Berisiko Cedera Punggung

Dream - Kenyamanan dari sandal jepit memang tidak ada duanya. Selain itu alasan murah dan mudah didapat serta tampilannya yang kian menarik, membuat masyarakat kerap menggunakannya.

Namun dibalik itu semua, sandal jepit ternyata menyimpan dampak buruk untuk kesehatan. Ahli bedah ortopedi dari American Orthopaedic Foot and Ankle Society, John G. Anderson, MD mengatakan sandal jepit tidak dapat memberikan perlindungan bagian bawah kaki.

" Sandal jepit memang nyaman, boleh digunakan untuk menghindari licin. Tetapi sebaiknya jangan gunakan sehari-hari apalagi untuk olahraga atau mendaki," kata John dikutip WebMD, Rabu 29 Juli 2015,

John menambahkan sandal jepit dapat menyebabkan sakit kaki, tendinitis dan mudah terkilir. " Sandal jepit hanya sedikit memberikan perlindungan. Risikonya lebih besar misalnya patah atau kuku robek," ujar John.

Tak hanya sakit di bagian kaki, terlalu sering mengenakan sandal jepit memicu risiko gangguan pada pinggul, lutut, dan cedera punggung.

Permukaannya yang rata juga menyebabkan radang jaringan bagian bawah kaki yang menimbulkan nyeri pada tumit.

" Pilih sandal yang memiliki lengkungan sesuai telapak kaki dan gunakan di waktu yang tepat," ungkapnya. 

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis