Dedengkot Bumi Datar Dibekuk Saat Menuju 'Ujung Dunia'

Reporter : Arini Saadah
Selasa, 8 September 2020 17:48
Dedengkot Bumi Datar Dibekuk Saat Menuju 'Ujung Dunia'
Demi membuktikan apa yang mereka yakini, pasangan ini pergi ke pelabuhan Sisilia di Termini Imerese untuk menemukan ujung dunia.

Dream – Sepasang suami istri yang diduga dedengkot teori konspirasi bumi datar berhasil ditangkap saat perjalanan keluar dari Italia. Pasangan itu ditangkap bukan karena keyakinannya akan bumi datar, melainkan karena melanggar aturan lockdown di Italia.

Dilansir Daily Star, dua ahli teori konspirasi bumi datar itu berupaya melakukan perjalanan untuk mencapai ujung dunia. Pria dan wanita dari Venetia, Italia, melakukan perjalanan saat aturan lockdown ketat diberlakukan.

Dalam surat kabar Italia Corriere della Sera dijelaskan bagaimana pasangan yang dengan polosnya menyebut, Lampedusa di Sisilia Selatan merupakan lokasi ujung dunia.

Untuk membuktikan apa yang mereka yakini, akhirnya pasangan itu pergi ke pelabuhan Sisilia di Termini Imerese.

Di sana mereka menjual mobil dan menukarnya dengan sebuah perahu. Kemudian mereka melakukan perjalanan sejauh 1.574,2 kilometer melintasi Italia dalam upaya menemukan Lampedusa yang mereka sebut sebagai lokasi ujung dunia.

1 dari 2 halaman

Berpedoman Pada Kompas

Ilustrasi© Daily Star

Keterampilan navigasi ala kadarnya yang mereka miliki justru malah membuat perahu semakin jauh dari Lampedusa. Malahan, perahu mereka berlayar jauh hampir menuju pantai Afrika Utara.

Dengan kondisi kelelahan, kehausan, bahkan berisiko mengalami kecelakaan kapal, pasangan itu tiba di sebuah pulau Ustica yang terletak 74,08 kilometer di barat laut Palermo.

La Stampa melaporkan, kedua orang yang menyatakan dirinya sebagai ahli teori konspirasi bumi datar itu melakukan hal yang lucu.

Selama berlayar menggunakan perahu, mereka berpedoman pada arah kompas, sebuah alat yang bekerja berdasarkan magnet terrestrial. Tentu saja cara kerja kompas adalah sebuah prinsip yang semestinya mereka tolak sebagai penganut teori konspirasi bumi datar.

“ Mereka berpedoman pada kompas, sebuah alat yang bekerja berdasarkan magnet terrestrial, sebuah prinsip yang harus mereka tolak sebagai penganut teori bumi datar,” kata Kementerian Kesehatan di Palermo, Salvatore Zichici.

2 dari 2 halaman

Upaya Melarikan Diri

Ilustrasi© unsplash.com

Dua orang yang diduga dedengkot teori konspirasi bumi datar itu akhirnya ditangkap karena melanggar aturan lockdown. Mereka digelandang menuju Palermo untuk melakukan karantina selama 15 hari di perahu mereka.

Alih-alih tetap tinggal di perahu, mereka memutuskan untuk melarikan diri. Keduanya berlayar selama tiga jam namun akhirnya berhasil dihadang oleh petugas pelabuhan.

Mereka dibawa kembali ke pelabuhan untuk melakukan karantina. Belum putus asa, mereka mencoba melakukan upaya melarikan diri. Kali ini mereka kabur dan bersembunyi di sebuah rumah seorang pria mitomaniak yang berbohong kepada petugas bahwa dirinya positif Covid-19.

Namun petugas tetap saja menemukan pasangan itu hingga akhirnya mereka dipaksa untuk pulang menggunakan kereta api.

Beri Komentar