Anak di Malang Bunuh Ibu Kandung untuk Tumbal Harta Karun

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 15 Februari 2021 13:45
Anak di Malang Bunuh Ibu Kandung untuk Tumbal Harta Karun
mayat sang ibu dikubur dalam posisi terbalik, kepala di bawah kaki di atas.

Dream - Misteri mayat yang terkubur terbalik di bekas mes Pembangkit Jawa Bali (PJB), Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, akhirnya terkuak. Mayat itu adalah Mistrin, 56 tahun.

Dalam penyelidikan, polisi juga mengungkap fakta lain. Mistrin ternyata dibunuh oleh putra kandungnya untuk dijadikan tumbal mendapatkan harta karun. Hasil autopsi menyatakan Mistrin dibunuh dua minggu lalu.

“ Saat diotopsi, ternyata mayatnya diperkirakan sudah meninggal dua minggu yang lalu dan ada perbedaan pada bagian tubuhnya,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, dikutip dari tugujatim.id.

“ Jadi, mayat tersebut ditemukan dalam kondisi tertanam di tanah, tapi kakinya terbalik di atas. Sedangkan kepala sampai dada si korban ini terkubur di dalam tanah,” tambah dia.

1 dari 5 halaman

Menemui Dukun

Setelah dua hari penyelidikan, polisi akhirnya mengungkap misteri pembunuhan ini. Pelakunya adalah anak kandung Mistrin, Arifudin Hamdy, 35 tahun.

“ Akhirnya setelah proses penyelidikan oleh Satreskrim Polres Malang, kami menyatakan bahwa kasus ini adalah kasus pembunuhan yang dilakukan oleh anak laki-laki yang merupakan anak kandung korban sendiri,” tuturnya.

Tragedi itu bermula pada Januari 2021, saat Mistrin dan Arifudin menemui seorang dukun di wilayah Wlingi, Kabupaten Blitar.

“ Setelah dilakukan proses penyidikan, akhirnya ditemukan bahwa korban bernama Mistrin yang berusia 56 tahun pada Januari 2021 lalu ini sempat menemui orang pintar di daerah Wlingi, Kabupaten Blitar, bersama si anak yang juga pelaku pembunuhan,” beber Hendri.

2 dari 5 halaman

Menggali Harta Karun

Mereka menemui dukun itu untuk menanyakan kebenaran adanya harta karun yang terkubur di sekitar bangunan bekas mes di PJB Karangkates.

“ Tujuan keduanya untuk menanyakan harta karun yang terkubur di sekitar kios tempat korban berjualan. Dari keterangan orang pintar tersebut muncul anggapan di bangunan tua sekitar TKP tersebut ada harta karunnya,” ucapnya.

Pada 26 Januari 2021, korban berencana menggali di sekitar PJB Karangkates.

“ Hingga akhirnya pada 26 Januari 2021, si korban meminjam cangkul dan sabit dari kios tetangganya untuk menggali tanah di bangunan tua yang menjadi TKP pembunuhan tersebut,” jelasnya.

3 dari 5 halaman

Mayat Ditemukan

Hendri menceritakan, korban melakukan upaya penggalian di TKP. Setengah jam kemudian, si tersangka menyusul. Kemudian pelaku mengatakan saat itu korban sudah dalam kondisi pusing-pusing.

Baru setelah itu si tersangka mendapatkan bisikan gaib untuk mendorong ibunya ke dalam lubang yang sudah digali tersebut.

“ Setelah itu, tersangka merasa mendapatkan bisikan mungkin dari alam gaib. Dia mendapatkan bisikan agar mendorong korban ke dalam lubang yang sudah digali tersebut. Harapannya, setelah didorong nanti akan keluar harta karunnya, mungkin ini bisa disebut sebagai tumbal,” tandasnya.

Setelah mendorong ibunya hingga tewas, tambah Hendri, pelaku langsung mengubur mayatnya dengan posisi terbalik. Kaki di atas. Tersangka langsung meninggalkan TKP serta kembali beraktivitas seperti biasanya.

“ Si tersangka ini sempat kembali ke TKP setelah 3 hari kejadian untuk memastikan apakah sudah ada harta karunnya di sana atau tidak. Ternyata belum ada harta karun yang keluar dan posisi korban masih di posisi yang sama,” katanya.

Harta karun itu tak kunjung muncul hingga akhirnya mayat Mistrin ditemukan petugas PJB Karangkates yang sedang membersihkan lokasi tersebut.

“ Pada 11 Februari 2021, mayat korban ditemukan warga di sana yang kebetulan sedang melakukan aktivitas. Warga langsung melapor kepada Polsek Sumberpucung,” jelas Hendri.

4 dari 5 halaman

Periksa Kejiwaan

Polisi hingga saat ini masih memeriksa tersangka, begitu juga dengan kondisi kejiwaannya.

“ Sejauh ini belum ada tanda-tanda pemukulan terhadap korban karena kondisi tubuhnya tidak ada tanda memar atau luka dari senjata tumpul maupun senjata tajam. Tapi, kami tetap akan memeriksa lebih lanjut mengenai kondisi kejiwaan tersangka,” ucapnya.

Tersangka sendiri akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 351 Ayat 3 KUHP.

“ Pasal yang dikenakan yaitu 338 KUHP tentang pembunuhan, kemudian kami juncto dengan Pasal 351 Ayat 3 tentang Penganiayaan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” ujarnya.

5 dari 5 halaman

Pengakuan Arifudin

Menurut Hendri, Arifudin mengatakan bahwa terdapat harta karun berupa berlian di sekitaran bangunan tua PJB. Namun hingga kini harta karus berupa berlian itu belum juga didapat.

Tersangka juga mengatakan bahwa ibunya sudah lama menderita sakit kepala. Pada saat kejadian, ibunya meninggal karena ditarik makhluk halus ke lubang galiannya sendiri.

“ Yang menggali itu Ibu sebelum meninggal. Setelah itu orangnya tidak sadarkan diri karena pusing. Pusingnya itu sudah lama yang dirasakan ibu saya. Lalu Ibu saya meninggal dan ada yang narik dari dalam situ (lubang galian) oleh penghuninya (makhluk halus),” jelasnya.

 Sumber: tugujatim.id

Beri Komentar