Jenazah Hidup Lagi Saat Digotong ke Pemakaman, Warga Geger

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 22 Februari 2017 10:01
Jenazah Hidup Lagi Saat Digotong ke Pemakaman, Warga Geger
Remaja itu tiba-tiba bangun saat sedang digotong ke pemakaman.

Dream - Apa jadinya bila jenazah yang hendak dikubur tiba-tiba bangun? Tentu masyarakat akan geger karena tak membayangkan orang yang disangka telah meninggal itu 'hidup lagi'.

Dan itulah yang terjadi di Desa Managundi, Distrik Dharwad, Negara Bagian Karnataka, India. Masyarakat di sana gempar saat hendak memakamkan remaja bernama Kumar Marewad. Tiba-tiba, jenazah Kumar terbangun saat digotong menuju pemakaman.

Sebelumnya, Kumar dinyatakan meninggal dunia setelah menderita demam tinggi akibat digigit anjing, pekan lalu. Dia sempat menjalani perawatan di rumah sakit Dharwad.

Tetapi, kondisi Kumar memburuk dan koma. Dokter memutuskan memasang ventilator pada hidungnya agar bisa bernafas.

Dokter kemudian berkata kepada keluarga Kumar tentang kondisi kritis yang dialami remaja berusia 17 tahun tersebut. Dokter tidak dapat memastikan Kumar selamat. Sebab, infeksi telah menyebar dalam tubuh Kumar.

Dokter lalu memberikan waktu kepada keluarga Kumar apakah akan meneruskan pengobatan, namun mereka memilih membawa remaja itu pulang.

" Kami memutuskan membawa pulang Kumar setelah dokter memberitahu kami kesempatan dia bertahan akan suram jika ventilator dicabut," kata kakak ipar Kumar, Sharanappa Naikar.

Melihat tidak ada gerakan pada tubuh dan pernafasan, keluarga menduga Kumar telah meninggal. Mereka lalu meminta warga desa menyiapkan prosesi pemakaman langsung pada puncak ritual.

1 dari 1 halaman

Bangkit Saat Digotong

Warga menggotong jenazah Kumar menuju pemakaman sejauh dua kilometer dari desa. Namun saat digotong, tiba-tiba Kumar membuka mata, menggerakkan tangan dan kakinya, serta bernafas cepat.

Kumar ternyata masih hidup. Seketika warga menjadi heboh. Kumar segera dilarikan kembali ke rumah sakit di Jalan Gokul. Kondisinya masih kritis.

" Kumar dipasangi ventilator. Kami menduga dia mengidap meningoencephalitis, infeksi yang disebabkan gigitan anjing," kata Dokter Mahesh Neelakhantannavar.

Orangtua Kumar, Ningappa dan Manjula, adalah buruh harian. Mereka butuh bantuan untuk biaya pengobatan Kumar.

" Kumar berhenti sekolah setelah kelas IX untuk membantu kami. Dia bekerja sebagai buruh bangunan. Kakaknya cacat fisik. Kami butuh dukungan biaya untuk pengobatannya," kata sang ayah, Ningappa.

Sumber: indiatimes.com

 

[crosslink_1]

Beri Komentar